Kubu Raya Masuk Tiga Besar Wilayah Karhutla di Kalbar, BPBD Intensifkan Patroli Daerah Rawan
- account_circle Admin
- calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Satuan Tugas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalbar, Daniel, SE., S.Pd,
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PONTIANAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat meningkatkan patroli dan pemantauan di sejumlah wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul tingginya luas lahan terbakar di beberapa kabupaten selama periode Januari hingga Juni 2026.
Berdasarkan data BPBD Kalbar, Kabupaten Kubu Raya menjadi salah satu daerah dengan luas lahan terbakar terbesar di Kalimantan Barat, yakni mencapai 7.913,05 hektare. Kubu Raya berada di posisi tiga besar bersama Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Mempawah sebagai wilayah dengan tingkat karhutla tertinggi.
Sementara itu, wilayah dengan kategori tingkat karhutla sedang meliputi Kabupaten Sambas, Bengkayang, dan Kayong Utara. Adapun kategori rendah meliputi Kota Singkawang, Kota Pontianak, Kabupaten Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, dan Sekadau.
Ketua Satuan Tugas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius sehingga patroli darat terus ditingkatkan di kawasan-kawasan yang memiliki potensi tinggi terjadinya kebakaran.
“Kami terus meningkatkan patroli di sejumlah lokasi rawan karhutla. Kegiatan ini bertujuan memantau kondisi lapangan, mendeteksi potensi kebakaran sejak dini, sekaligus melakukan penanganan cepat apabila ditemukan titik api,” ujar Daniel.
Menurutnya, patroli dilakukan secara rutin oleh tim gabungan BPBD bersama TNI, Polri, Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), pemerintah daerah, hingga relawan sebagai bagian dari langkah pencegahan selama musim kemarau.
Selain melakukan pemantauan, tim di lapangan juga langsung melakukan pemadaman apabila ditemukan kebakaran, sehingga api tidak berkembang menjadi lebih luas dan mengancam kawasan permukiman maupun lahan produktif masyarakat.
Daniel menegaskan keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya bergantung pada kesiapsiagaan petugas, tetapi juga memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Jangan membuka lahan dengan cara membakar karena api sangat mudah merambat, terutama di kawasan gambut yang kering,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di wilayahnya sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
“Semakin cepat titik api diketahui, semakin besar peluang untuk mencegah kebakaran meluas. Oleh karena itu, kami berharap masyarakat turut berperan aktif dalam upaya pencegahan karhutla,” pungkas Daniel.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar