Dinkes Kalbar Sediakan 8 Bed di Rumah Oksigen untuk Warga Terdampak Kabut Asap
- account_circle Admin
- calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
YoKalbar – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalbar menyiapkan layanan Rumah Oksigen sebagai langkah antisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan masyarakat.
Kepala Dinkes Kalbar, Erna Yulianti mengatakan, salah satu fasilitas yang disiapkan berada di Kantor Dinkes Provinsi Kalbar dengan kapasitas 8 tempat tidur (bed).
“Total yang disediakan ada 12 bed. Dengan rincian 8 tempat tidur di Rumah Oksigen Dinas Kesehatan dan 4 tempat tidur di UPT Klinik Pratama,” kata Erna, Rabu (16/9/2026).
Selain di Kantor Dinkes Kalbar, Rumah Oksigen juga tersedia di UPT Klinik Pratama Kantor Gubernur Kalbar dengan kapasitas empat tempat tidur.
Ia menjelaskan, dua Rumah Oksigen milik Pemprov Kalbar tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur Kalbar untuk memperkuat fasilitas kesehatan dalam menghadapi dampak kabut asap.
Layanan di kedua Rumah Oksigen tersebut telah mulai diterapkan sejak 13 September 2026.
“Hingga saat ini, tercatat tiga pasien telah datang untuk mendapatkan penanganan dengan keluhan sesak napas dan kondisi saturasi oksigen di bawah batas normal,” jelasnya.
Secara keseluruhan, Dinkes Kalbar mencatat telah tersedia 35 Rumah Oksigen yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota. Fasilitas tersebut merupakan gabungan milik pemerintah dan pihak swasta, termasuk DPW Muhammadiyah Wilayah Kalbar dan AFA Foundation.
Sebanyak 10 Rumah Oksigen berada di Kota Pontianak, delapan di Kapuas Hulu, tujuh di Kubu Raya, tiga di Mempawah, dua di Kayong Utara, dua di Ketapang, serta masing-masing satu di Landak, Sanggau dan Sintang.
“Hal ini sebagai komitmen kita bersama pihak terkait dalam upaya membantu masyarakat yang membutuhkan layanan oksigen, khususnya mereka yang mengalami gangguan pernapasan akibat dampak kabut asap,” katanya.
Tak hanya mengandalkan Rumah Oksigen, Dinkes Kalbar juga telah berkoordinasi dengan seluruh Dinas Kesehatan kabupaten/kota untuk menyiapkan layanan oksigen di fasilitas kesehatan, terutama puskesmas yang mudah diakses masyarakat.
“Kepada masyarakat kita imbau untuk segera datang ke fasyankes jika mengalami gejala gangguan pernapasan, agar segera mendapat pemeriksaan dan penanganan medis,” tambah Erna.
Di tengah kondisi udara yang masih berada pada kategori tidak sehat hingga berpotensi membahayakan, masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.
Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah diimbau menggunakan masker serta menjaga kondisi tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi dan memperbanyak minum air putih.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar