BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Lain-lain » Ratas dengan Presiden, Norsan Fokus Perkuat Modifikasi Cuaca dan Waterbombing di Sisa Titik Api

Ratas dengan Presiden, Norsan Fokus Perkuat Modifikasi Cuaca dan Waterbombing di Sisa Titik Api

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Yokalbar PONTIANAK — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan didampingi Pangdam XII/Tanjungpura, Kapolda Kalimantan Barat, dan Danlanud Supadio, mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara daring, Rabu (16/9/2026).

Rapat tersebut turut diikuti Menteri Dalam Negeri, Kapolri, Panglima TNI, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta para gubernur dan unsur Forkopimda dari sejumlah provinsi. Pertemuan membahas perkembangan penanganan berbagai bencana di Indonesia, termasuk evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam laporan yang disampaikan Kepala BNPB, luas karhutla yang masih terbakar secara nasional tercatat sekitar 393,8 hektare yang tersebar di enam provinsi. Penanganan terus dilakukan melalui operasi terpadu, baik di darat maupun udara.

Salah satu tantangan utama dalam penanganan karhutla adalah kebakaran di kawasan lahan gambut. Karakteristik gambut memungkinkan api bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali muncul meski api di permukaan telah berhasil dipadamkan. Kondisi ini menyebabkan potensi munculnya asap maupun titik api baru tetap perlu diantisipasi melalui patroli, pendinginan, pemantauan, dan penanganan berkelanjutan.

Gubernur Ria Norsan menegaskan, capaian yang telah diraih dalam penanganan karhutla merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur yang terlibat. Namun demikian, ia mengingatkan agar seluruh pihak tidak menurunkan kewaspadaan.

“Karhutla belum selesai. Memang sebagian besar sudah berhasil kita tangani, tetapi masih ada yang membutuhkan penanganan. Apalagi karakteristik lahan gambut membuat api berpotensi muncul kembali. Karena itu, operasi darat, operasi udara, patroli dan pencegahan harus terus kita perkuat sampai kondisi benar-benar aman,” ujar Ria Norsan.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama seluruh unsur terkait akan terus memperkuat operasi darat untuk menangani titik api secara langsung, sekaligus melanjutkan operasi water bombing sebagai dukungan penanganan dari udara. Patroli dan pemantauan juga terus ditingkatkan guna mendeteksi potensi kemunculan titik api baru sejak dini.

Upaya penanganan karhutla juga diperkuat melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Meski demikian, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan akibat kondisi atmosfer yang relatif kering dan pertumbuhan awan hujan yang terbatas.

“OMC tetap kita dukung dan operasi udara juga terus berjalan sesuai kondisi di lapangan. Tetapi kondisi cuaca masih menjadi tantangan. Karena itu, sembari menunggu hujan alami membaik, penanganan di darat dan upaya pencegahan harus tetap berjalan,” kata Gubernur.

Berdasarkan hasil evaluasi, penanganan karhutla secara masif dan berkelanjutan masih diperlukan setidaknya hingga awal November 2026. Fokus penanganan tidak hanya pada pemadaman api yang terlihat di permukaan, tetapi juga memastikan api tidak kembali muncul, terutama di kawasan gambut.

Dalam ratas tersebut, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti terlibat dalam terjadinya karhutla. Penelusuran diminta dilakukan secara menyeluruh, baik terhadap korporasi maupun perorangan, berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.

Selain penegakan hukum, Presiden juga menekankan pentingnya langkah pencegahan melalui edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Pemerintah bersama TNI dan Polri diharapkan dapat memberikan dukungan, termasuk penyediaan peralatan dan penyuluhan, agar aktivitas pembukaan lahan tidak memicu terjadinya kebakaran.

Pemerintah juga didorong untuk melakukan kajian lebih mendalam bersama para ahli gambut, baik dari dalam maupun luar negeri, guna menemukan pendekatan yang lebih efektif dalam menangani karakteristik lahan gambut serta mencegah terjadinya karhutla berulang.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Gubernur Ria Norsan menegaskan kesiapan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, TNI/Polri, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

“Yang kita lakukan bukan hanya memadamkan api, tetapi bagaimana api tidak muncul kembali. Karena itu, pencegahan, patroli, penegakan hukum dan edukasi masyarakat harus berjalan bersama. Perlindungan masyarakat, kualitas udara, keselamatan penerbangan dan lingkungan menjadi prioritas kita,” tegasnya.

Menurut Norsan, penanganan karhutla membutuhkan komitmen dan konsistensi seluruh pihak. Setiap unsur memiliki peran penting dalam memastikan kondisi Kalimantan Barat semakin terkendali dan masyarakat tetap terlindungi dari dampak karhutla.

“Kita tidak boleh lengah. Seluruh kekuatan harus terus bergerak sampai karhutla benar-benar terkendali,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat, Plt. Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Barat, serta Plt. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Karhutla di Kalbar, Polisi Tetapkan 8 Orang Jadi Tersangka

    Kasus Karhutla di Kalbar, Polisi Tetapkan 8 Orang Jadi Tersangka

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Yokalbar PONTIANAK – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat (Kalbar) menangani 11 perkara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 2026. Dari belasan perkara tersebut, sebanyak tujuh kasus telah diselesaikan dan delapan orang ditetapkan sebagai tersangka. Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono mengatakan, penanganan perkara dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalbar bersama sejumlah […]

  • Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal, mengatakan pelaksanaan pembelajaran tidak dapat disamaratakan untuk seluruh wilayah

    Syarif Faisal, mengatakan pihaknya masih memantau perkembangan kualitas udara

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR -Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat masih mengevaluasi kemungkinan memperpanjang kebijakan pembelajaran secara daring bagi sekolah di wilayah yang masih terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, kebijakan tersebut tidak akan diterapkan secara menyeluruh di seluruh kabupaten/kota. Pemerintah akan mempertimbangkan kondisi kualitas udara dan situasi karhutla di masing-masing wilayah sebelum menentukan apakah pembelajaran […]

  • Wagub Kalbar Tekankan Prestasi Lahir dari Pembinaan yang Berkualitas

    Wagub Kalbar Krisantus Tekankan Prestasi Lahir dari Pembinaan yang Berkualitas

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR PONTIANAK – Semangat untuk melahirkan karateka yang berkualitas dan berprestasi menjadi pesan utama yang disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Wagub Kalbar), Krisantus Kurniawan, saat menghadiri kegiatan Gashuku dan Ujian Kenaikan Tingkat (Kyu) Karateka INKANAS Kalbar di Rumah Radakng Pontianak, Minggu (26/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Krisantus yang juga menjabat sebagai Ketua Umum INKANAS Kalimantan Barat […]

  • Bantu Tangani Karhutla, Tim Damkar UBP Singkawang Gercep Berjibaku Padamkan Api

    Bantu Tangani Karhutla, Tim Damkar UBP Singkawang Gercep Berjibaku Padamkan Api

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR, SINGKAWANG – PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Singkawang menunjukkan kepedulian dan respons cepat dalam membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di lahan berjarak kurang lebih 20KM dari PLTU Bengkayang. Tim Damkar UBP Singkawang bergerak sigap untuk mendukung upaya pemadaman dan mencegah api meluas ke area sekitar. Langkah cepat ini […]

  • Truk Roda 6 Nekat Melintas di Jembatan Kapuas 1, Petugas Lakukan Pengamanan

    Truk Roda 6 Nekat Melintas di Jembatan Kapuas 1, Petugas Lakukan Pengamanan

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR PONTIANAK – Sebuah truk roda enam bermuatan nekat melintas di Jembatan Kapuas I, Jalan Sultan Hamid II, Pontianak, Kalimantan Barat. Truk tersebut mengalami kendala saat menanjak hingga mundur dan menabrak pembatas jalan. Akibat kejadian itu, arus lalu lintas di sekitar lokasi mengalami kemacetan panjang pada Jumat (8/5/2026) pagi. Polisi bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota […]

  • Kurang dari 24 Jam, Pelaku Curanmor di Pontianak Ditangkap Polisi

    Kurang dari 24 Jam, Pelaku Curanmor di Pontianak Ditangkap Polisi

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      YOKALBAR PONTIANAK — Tim Jatanras Polresta Pontianak bersama Polsek Pontianak Timur berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kurang dari 24 jam setelah laporan diterima masyarakat. Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto,S.I.K.,M.Si. melalui Kasat Reskrim Akp Happy Margowati Suyono,S.I.K.,M.H. menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan warga yang kehilangan sepeda motor saat […]

expand_less