BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Kalbar » Kasus Karhutla di Kalbar, Polisi Tetapkan 8 Orang Jadi Tersangka

Kasus Karhutla di Kalbar, Polisi Tetapkan 8 Orang Jadi Tersangka

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Yokalbar PONTIANAK – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat (Kalbar) menangani 11 perkara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 2026. Dari belasan perkara tersebut, sebanyak tujuh kasus telah diselesaikan dan delapan orang ditetapkan sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono mengatakan, penanganan perkara dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalbar bersama sejumlah Polres jajaran.

“Untuk tahun 2026, ada 11 perkara yang ditangani dan tujuh perkara sudah selesai, dengan delapan tersangka,” kata Bambang.

Jumlah perkara tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan penanganan karhutla sepanjang 2025.
Pada 2025, Polda Kalbar dan jajaran menangani 19 perkara karhutla. Sebanyak 16 perkara di antaranya telah diselesaikan dengan 17 orang ditetapkan sebagai tersangka.

Pada 2025, perkara karhutla ditangani Ditreskrimsus Polda Kalbar bersama Polres Singkawang, Sambas, Sanggau, Kapuas Hulu, Ketapang, Landak, dan Melawi.
Sementara pada 2026, penanganan perkara dilakukan Ditreskrimsus Polda Kalbar bersama Polres Kubu Raya dan Polres Sanggau.

Penegakan hukum terhadap pelaku karhutla dilakukan bersamaan dengan pemantauan titik panas atau hotspot.

Data 2026 menunjukkan jumlah hotspot di Kalbar mengalami fluktuasi. Peningkatan cukup signifikan terjadi pada Maret dan kembali meningkat pada Juli.
Pada Januari 2026 tercatat 2.250 titik hotspot. Angka tersebut turun menjadi 1.109 titik pada Februari.

Setelah itu, hotspot kembali turun menjadi 622 titik pada April dan 355 titik pada Mei. Pada Juni tercatat 787 titik sebelum kembali meningkat menjadi 2.769 titik pada Juli.

Peningkatan hotspot tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya potensi karhutla, terutama ketika wilayah Kalbar memasuki periode yang lebih kering.

Dalam sejumlah perkara yang ditangani, penyidik juga mengamankan barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran lahan. Di antaranya 25 unit korek api gas merek Tokai dan 30 batang kayu bekas terbakar.

Dalam proses penyidikan, polisi menggunakan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Pasal 108 UU tersebut mengatur ancaman pidana bagi pelaku pembakaran lahan berupa pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 10 tahun.

“Selain itu, pelaku dapat dikenai denda paling sedikit Rp 3 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar,” tegas Bambang.

Penanganan karhutla juga mengacu pada Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Barat Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pembukaan Lahan Perladangan Berbasis Kearifan Lokal.

Dalam kondisi tertentu, perkara pembukaan lahan dapat dilimpahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk penanganan administratif.

Sanksi administratif tersebut dapat berupa teguran, peringatan tertulis, dan atau penghentian kegiatan pembukaan lahan.

Bambang mengatakan, modus yang ditemukan dalam sejumlah perkara karhutla umumnya diawali dengan pembersihan vegetasi atau slash. Vegetasi yang telah dibersihkan kemudian dibakar menggunakan bahan pemicu api.

Cara tersebut diduga dipilih karena dianggap lebih murah dan cepat dibandingkan membuka lahan menggunakan alat berat.

Tingginya kerawanan karhutla di Kalbar tidak terlepas dari kondisi geografis wilayah tersebut.

Kalbar memiliki luas sekitar 147.307 kilometer persegi. Sebagian wilayahnya merupakan kawasan lahan gambut dengan total luas diperkirakan mencapai 1,68 juta hektare.

Sebaran lahan gambut antara lain berada di Kubu Raya sekitar 471.187 hektare, Ketapang 284.506 hektare, Kapuas Hulu 282.832 hektare, dan Landak 56.203 hektare.

Sementara lahan gambut di wilayah kabupaten/kota lainnya mencapai sekitar 585.272 hektare. Dari 2.031 desa di Kalbar, sebanyak 182 desa disebut memiliki potensi tinggi terdampak bencana asap. Desa dan kelurahan tersebut tersebar di sejumlah daerah, antara lain tiga kelurahan di Pontianak, 18 desa di Kubu Raya, lima desa di Mempawah, 17 desa di Singkawang, sembilan desa di Sambas, dan 10 desa di Bengkayang.

Kemudian tiga desa di Landak, tiga desa di Sanggau, 14 desa di Sekadau, satu desa di Melawi, 34 desa di Sintang, 12 desa di Kapuas Hulu, 45 desa di Ketapang, serta delapan desa di Kayong Utara.

Untuk mendukung penanganan karhutla, Ditreskrimsus Polda Kalbar juga dilengkapi sejumlah peralatan operasional.

Peralatan tersebut meliputi mobil taktis karhutla, motor taktis karhutla, pompa air, handy talky (HT), GPS, drone, serta perlengkapan pelindung seperti masker dan kacamata.

Bambang menegaskan, penegakan hukum dilakukan untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah pembakaran lahan meluas.

“Penegakan hukum ini juga sebagai upaya pencegahan agar pembakaran lahan tidak meluas dan berdampak terhadap lingkungan serta kualitas udara,” ujarnya.

Di sisi lain, penerapan Perda Kalbar Nomor 1 Tahun 2022 tetap menjadi bagian dari pengendalian pembukaan lahan.

Regulasi tersebut mengatur bahwa pembukaan lahan perladangan berbasis kearifan lokal harus memperhatikan prinsip manfaat, keadilan, kelestarian dan keberlanjutan, keterpaduan dan keseimbangan, serta pengakuan terhadap kepemilikan masyarakat adat.

Aturan itu juga menekankan ketertiban, perlindungan, dan kepastian hukum dalam kegiatan pembukaan lahan. Untuk pembukaan lahan di kawasan hutan, kegiatan tersebut wajib dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pemerintah daerah juga berkewajiban melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat atau petani tradisional yang berada di kawasan hutan.

Menurut Bambang, penanganan karhutla tidak hanya mengandalkan penegakan hukum. Pengawasan pembukaan lahan, pemberdayaan masyarakat, serta kesiapan personel dan peralatan juga diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas dan mengurangi ancaman bencana asap di Kalimantan Barat.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Upacara Penutupan Dikmata Infanteri TNI AD Gelombang III TA 2025 Digelar di Rindam Singkawang

    Upacara Penutupan Dikmata Infanteri TNI AD Gelombang III TA 2025 Digelar di Rindam Singkawang

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR, SINGKAWANG – Inspektur Kodam XII/Tanjungpura Brigjen TNI Agus Firman Yusmono, S.I.P., M.Si. memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Infanteri TNI Angkatan Darat Gelombang III Tahun Anggaran 2025. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, (Rabu, 4/2/2026) Dalam upacara tersebut, Brigjen TNI Agus Firman Yusmono membacakan amanat Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., […]

  • Safari Ramadan Jadi Momentum Ria Norsan Pantau Fasilitas Pendidikan di Melawi

    Safari Ramadan Jadi Momentum Ria Norsan Pantau Fasilitas Pendidikan di Melawi

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      MELAWI – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan memanfaatkan rangkaian Safari Ramadan 1447 H untuk memantau langsung kondisi pendidikan di daerah, termasuk di antaranya di Kabupaten Melawi. Dirinya merespons keluhan pelajar SMK Negeri 1 Nanga Pinoh terkait genangan air yang kerap mengganggu aktivitas belajar. Dalam kunjungan kerja ke sekolah tersebut pada Selasa (24/2/2026), Gubernur mendapati […]

  • Penerbangan Perdana Pontianak–Singapura Resmi Mengudara, Ria Norsan: Buka Akses Wisata dan Peluang Ekspor Kalbar

    Penerbangan Perdana Pontianak–Singapura Resmi Mengudara, Ria Norsan: Buka Akses Wisata dan Peluang Ekspor Kalbar

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

        YOKALBAR Kubu Raya – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyambut positif penerbangan perdana maskapai Scoot dengan rute langsung Pontianak–Singapura dan Singapura-Pontianak yang mulai beroperasi pada Senin (29/6/2026). Menurutnya, kehadiran rute internasional tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan konektivitas, mendorong sektor pariwisata, serta membuka peluang ekonomi baru bagi Kalimantan Barat. Norsan mengatakan, selama ini […]

  • Norsan Pimpin Operasi Karhutla di Titik Api Bukit Peramas

    Norsan Pimpin Operasi Karhutla di Titik Api Bukit Peramas

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Yokalbar KAYONG UTARA – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan turun langsung meninjau sekaligus membantu proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Bukit Peramas, Kabupaten Kayong Utara, Senin (21/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Ria Norsan tidak hanya memantau penanganan karhutla, tetapi juga ikut bahu-membahu bersama relawan dan masyarakat memadamkan titik-titik api di kawasan perbukitan yang […]

  • rups bank kalbar

    RUPS Bank Kalbar Setujui Pengunduran Rokidi dari Posisi Direktur Utama

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR -PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025, Rabu (11/2). Sejumlah keputusan strategis dihasilkan dalam kegiatan yang digelar di Aula Bank Kalbar, Jalan Rahadi Osman No 10 Pontianak. Salah satunya menyetujui pengunduran diri Rokidi selaku direktur utama “Menyetujui Pengunduran Diri Saudara Rokidi dari jabatan […]

  • Arief Rinaldi Ucapkan Selamat pada Daud Yordan sebagai Ketua KONI Kalbar 2025–2029

    Arief Rinaldi Ucapkan Selamat pada Daud Yordan sebagai Ketua KONI Kalbar 2025–2029

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR — Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Arief Rinaldi, menyampaikan ucapan selamat kepada Daud Yordan yang resmi dilantik sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Barat masa bakti 2025–2029. Arief berharap kepengurusan baru KONI Kalbar dapat membawa semangat kebersamaan dan kerja kolektif dalam memajukan olahraga daerah, khususnya dalam pembinaan atlet yang berkelanjutan. Menurutnya, […]

expand_less