DKP Kalbar Gelar Sosialisasi Mitigasi Bencana di Mempawah
- account_circle Admin
- calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

DKP Kalbar Gelar Sosialisasi Mitigasi Bencana di Mempawah
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
YOKALBAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat upaya mitigasi bencana di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil melalui edukasi serta kolaborasi lintas sektor.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman abrasi, banjir, dan banjir rob yang kerap terjadi di wilayah pesisir.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Mitigasi Bencana Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kabupaten Mempawah yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Barat, Natalia Karyawati, di Kabupaten Mempawah, Kamis (22/5/2026).
Dalam sambutannya, Natalia menegaskan bahwa penanganan bencana di kawasan pesisir tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, aparat, hingga masyarakat.
“Mitigasi bencana harus menjadi tanggung jawab bersama. Kolaborasi lintas sektor sangat penting agar upaya pencegahan dan penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif, terutama di wilayah pesisir yang memiliki tingkat kerentanan cukup tinggi,” ujarnya.
Menurut Natalia, kawasan pesisir Kalimantan Barat menghadapi berbagai ancaman, seperti abrasi pantai, banjir, dan banjir rob. Karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan ketika bencana terjadi.
Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh Camat Mempawah Hilir, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Mempawah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah, Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan, pemerintah desa dan kelurahan, penyuluh perikanan, serta unsur TNI dan Polri.
Selain itu, hadir pula perwakilan masyarakat dari Desa Kuala Secapah, Desa Pasir, Kelurahan Tengah, Kelurahan Terusan, Kelurahan Pasir Wan Salim, dan Kelurahan Tanjung.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi dari narasumber Bidang Kelautan, Pesisir, Pulau-Pulau Kecil dan Pengawasan DKP Kalbar, BPBD Kabupaten Mempawah, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mempawah melalui Bidang Tata Ruang.
Materi yang disampaikan mencakup langkah-langkah mitigasi sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana, termasuk pentingnya penyusunan rencana evakuasi, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, serta perlindungan kawasan pesisir melalui pelestarian lingkungan.
Natalia menilai, upaya mitigasi tidak hanya berfokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga harus didukung dengan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan sebagai bentuk pencegahan jangka panjang.
“Menjaga ekosistem pesisir merupakan bagian penting dari mitigasi bencana. Mangrove, kawasan pantai, dan ekosistem pesisir lainnya memiliki peran besar dalam mengurangi dampak abrasi maupun banjir rob, sehingga harus kita lindungi bersama,” katanya.
Melalui sosialisasi ini, DKP Kalbar berharap pemahaman masyarakat mengenai mitigasi bencana semakin meningkat sehingga mampu membangun budaya siaga bencana di wilayah pesisir. Dengan kolaborasi seluruh pihak, kawasan pesisir di Kalimantan Barat diharapkan menjadi lebih tangguh, aman, dan tetap berkelanjutan menghadapi berbagai tantangan perubahan lingkungan.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar