BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Kalbar » Gubernur Norsan Pastikan Perda Kearifan Lokal Tetap Dipertahankan Demi Lindungi Masyarakat Kalbar

Gubernur Norsan Pastikan Perda Kearifan Lokal Tetap Dipertahankan Demi Lindungi Masyarakat Kalbar

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

YoKalbar – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan memastikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2022 tentang Kearifan Lokal tetap dipertahankan demi memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat tradisional dan masyarakat adat di Kalbar.

Penegasan itu disampaikan Norsan saat menghadiri penyampaian aspirasi sejumlah organisasi masyarakat di Kantor DPRD Kalimantan Barat, Kamis, 27 Agustus 2026. Aspirasi tersebut berkaitan dengan tuntutan pencabutan Perda Nomor 1 Tahun 2022 menyusul adanya instruksi pemerintah pusat.

Norsan mengatakan, Perda Nomor 1 Tahun 2022 bukan aturan yang berdiri sendiri. Perda tersebut merupakan penegasan dari ketentuan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang mengakui kearifan lokal dan masyarakat tradisional.

“Di dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Pasal 69 ayat 1 dan 2 tidak ada menyebutkan masalah suku dan tidak ada juga menyebutkan peladang. Yang ada adalah kearifan lokal dan masyarakat tradisional,” ujar Norsan.

Menurutnya, ketentuan mengenai kearifan lokal dan masyarakat tradisional juga terdapat dalam aturan turunannya. Karena itu, Perda Nomor 1 Tahun 2022 dibuat bersama antara eksekutif dan legislatif untuk mempertegas perlindungan tersebut di tingkat daerah.

“Perda Nomor 1 Tahun 2022 ini adalah kesepakatan gubernur selaku eksekutif dan DPRD sebagai legislatif. Ini penegasan dari Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 supaya masyarakat tradisional dan masyarakat adat dilindungi,” katanya.

Norsan menegaskan, perda tersebut bertujuan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat tradisional yang menjalankan aktivitas berladang sebagai bagian dari kearifan lokal.

“Perda Nomor 1 Tahun 2022 itu menegaskan, bukan mengaburkan. Masyarakat yang membuka lahan maksimal dua hektare dengan cara membakar itu ada perlindungan hukumnya. Itu tujuan perda tersebut,” jelasnya.

Ia pun meminta masyarakat tidak khawatir dengan adanya tuntutan pencabutan perda. Norsan menegaskan dirinya tetap mempertimbangkan kepentingan masyarakat Kalimantan Barat dalam mengambil sikap.

“Saya juga masyarakat Kalbar, yang dipilih masyarakat Kalbar. Kalau tidak ada masyarakat Kalbar, saya tidak bisa duduk di sini,” ujarnya.

Meski demikian, Norsan mengakui sebagai kepala daerah dirinya memiliki kewajiban menjalankan kebijakan pemerintah pusat. Namun, kebijakan tersebut menurutnya tetap perlu didiskusikan agar tidak mengabaikan kepentingan masyarakat di daerah.

“Saya gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota. Sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, kami adalah kepala daerah yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah. Jadi, apa pun kebijakan pusat yang disampaikan kepada kita, suka tidak suka dan senang tidak senang harus dilaksanakan,” katanya.

Karena itu, Norsan akan menyiapkan argumentasi hukum untuk dibahas bersama pemerintah pusat, khususnya Menteri Dalam Negeri. Ia menyebut telah berdiskusi dengan sejumlah pakar hukum terkait keberadaan Perda Nomor 1 Tahun 2022.

“Saya sudah berulang kali mengatakan tidak akan mencabut perda itu. Saya hanya perlu alasan yang kuat untuk kita diskusikan kepada Menteri Dalam Negeri,” tegasnya.

Norsan juga menilai pencabutan perda tidak akan serta-merta menghilangkan ketentuan mengenai kearifan lokal selama undang-undang yang menjadi dasar hukumnya masih berlaku.

“Kalau kita cabut juga tidak ada artinya, undang-undang tetap mengatakan boleh. Kecuali dari pusat undang-undangnya dicabut,” katanya.

Ke depan, Pemprov Kalbar bersama DPRD akan membahas persoalan tersebut dengan melibatkan masyarakat adat dan masyarakat tradisional. Hasil pembahasan nantinya akan menjadi bahan untuk disampaikan kepada pemerintah pusat.

Langkah tersebut, kata Norsan, penting agar kebijakan mengenai kearifan lokal tetap memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus tidak mengabaikan upaya pemerintah dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Buru Pelaku Pencurian Kabel Listrik di Gudang Tanjung Hulu Pontianak

    Polisi Buru Pelaku Pencurian Kabel Listrik di Gudang Tanjung Hulu Pontianak

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Polisi Buru Pelaku Pencurian Kabel Listrik di Gudang Tanjung Hulu Pontianak YOKALBAR PONTIANAK– Personel Enggang Polsek Pontianak Timur mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dugaan pencurian kabel listrik di sebuah gudang yang berlokasi di Jalan Tanjung Hulu, tepatnya di samping Kantor Pos, pada Sabtu (31/1/2026). Kasi Humas Polresta Pontianak, AKP Wagitri, membenarkan adanya laporan masyarakat terkait […]

  • Norsan Siapkan Dukungan untuk Dapur Umum Relawan dan Petugas Karhutla Bukit Peramas

    Norsan Siapkan Dukungan untuk Dapur Umum Relawan dan Petugas Karhutla Bukit Peramas

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Yokalbar Sukadana – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengapresiasi inisiatif masyarakat dan para ibu-ibu di Kabupaten Kayong Utara yang mendirikan dapur umum untuk mendukung relawan serta petugas yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Bukit Peramas, Minggu (20/9/2026). Apresiasi tersebut disampaikan Norsan saat meninjau langsung dapur umum yang berada di sekitar […]

  • Tempat Penampungan TKI Ilegal di Kubu Raya Digerebek Polisi, 20 Orang Diamankan

    Tempat Penampungan TKI Ilegal di Kubu Raya Digerebek Polisi, 20 Orang Diamankan

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      YOKALBAR KUBU RAYA- Sebuah rumah di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya digerebek petugas kepolisian. Penggerebekan dilakukan lantaran diduga sebagai tempat penampungan TKI Ilegal yang hendak ke Malaysia. Dalam pengungkapan kasus Tindak Pidana Peradangan Orang (TPPO) ini, Satreskrim Polres Kubu Raya berhasil mengamankan sebanyak 20 orang yang berasal dari Pulau Jawa, Sumatera […]

  • Timberland Medical Centre Siapkan Layanan Jemput di PLBN, Bidik Wisatawan Medis Asal Kalbar

    Timberland Medical Centre Siapkan Layanan Jemput di PLBN, Bidik Wisatawan Medis Asal Kalbar

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    KUCHING – Timberland Medical Centre Kuching, Sarawak, Malaysia, terus memperkuat posisinya sebagai salah satu rumah sakit swasta pilihan bagi wisatawan medis di kawasan Borneo, khususnya pasien asal Kalimantan Barat (Kalbar), Indonesia. Rumah sakit yang berdiri sejak 1994 dan kini berada di bawah jaringan IHH Healthcare Malaysia itu bahkan menyiapkan layanan penjemputan khusus bagi pasien dari […]

  • Gubernur Kalbar Ajak IPHI Perkuat Persatuan dan Jaga Kemabruran Haji Sepanjang Hayat

    Gubernur Kalbar Ria Norsan Ajak IPHI Perkuat Persatuan dan Jaga Kemabruran Haji Sepanjang Hayat

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR JAKARTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) mendorong penguatan peran Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) sebagai mitra strategis dalam pembinaan jamaah haji, penguatan ukhuwah Islamiyah, serta pemberdayaan umat melalui program sosial, ekonomi, dan keagamaan yang berkelanjutan. Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan […]

  • Ria Norsan Dorong Peningkatan PAD, Salah Satunya Lewat Kontribusi Deviden Bank Kalbar

    Ria Norsan Dorong Peningkatan PAD, Salah Satunya Lewat Kontribusi Deviden Bank Kalbar

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) terus mematangkan strategi pendanaan kreatif (creative financing) serta transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah. Hal ini disampaikan dalam pemaparan langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat di Ruang Data Analytic Center Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Selasa (28/4/2026). Dalam arahannya, Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan, menegaskan bahwa digitalisasi pendapatan […]

expand_less