BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Lain-lain » 50 Pelajar dari Daerah 3T Akan Hadapi Tantangan Sosialisasi dengan Lingkungan Baru

50 Pelajar dari Daerah 3T Akan Hadapi Tantangan Sosialisasi dengan Lingkungan Baru

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

YOKALBAR — Sebanyak 50 siswa asal daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kalimantan Barat resmi menerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Tahun Ajaran 2026/2027.

Melalui program pemerintah pusat tersebut, para siswa berprestasi dari daerah 3T mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di sejumlah SMA dan SMK Negeri di Kota Pontianak.

Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperluas akses sekaligus mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan bagi siswa dari daerah 3T di Kalimantan Barat.

Prosesi serah terima dan pembekalan peserta ADEM dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, di Hotel Gajahmada Pontianak, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan dari kabupaten asal peserta serta para kepala SMA dan SMK Negeri di Pontianak yang menjadi sekolah penerima Program ADEM 3T.

Salah satu sekolah penerima program tersebut adalah SMK Negeri 1 Pontianak. Sekolah ini telah berpengalaman membina peserta ADEM selama tiga tahun terakhir.

Kepala SMK Negeri 1 Pontianak, Anis Sarifudin Adi, mengatakan siswa yang berasal dari daerah memiliki potensi yang tidak kalah dengan siswa di perkotaan, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

“Selama tiga tahun menerima siswa ADEM dari berbagai kabupaten di Kalimantan Barat, kami melihat kemampuan mereka sangat baik. Bahkan tidak pernah ada yang tidak naik kelas. Mereka mampu bersaing dengan siswa lainnya,” ujarnya.

Menurut Anis, tantangan terbesar yang dihadapi siswa justru terjadi pada masa awal ketika mereka harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan hidup jauh dari keluarga.

“Yang paling penting di awal adalah bagaimana mereka bisa menyesuaikan diri. Dulu segala sesuatu diatur oleh orang tua, sekarang mereka harus belajar mandiri. Selain itu, rasa rindu kepada keluarga juga menjadi tantangan karena baru pertama kali berpisah,” katanya.

Karena itu, Anis meminta para orang tua untuk mengikhlaskan anak-anak mereka menempuh pendidikan di Pontianak serta terus memberikan dukungan selama proses belajar.

“Dorongan dan motivasi dari orang tua sangat penting. Komunikasi antara sekolah, orang tua, siswa, dan Dinas Pendidikan juga harus terus dijaga. Kalau ada kendala, kita segera koordinasikan agar bisa dicarikan solusi bersama. Selama tiga tahun ke depan kami akan membina anak-anak ini sebaik mungkin,” tambahnya.

Suasana haru turut dirasakan para orang tua yang mengantar anak-anak mereka mengikuti pembekalan sebelum memulai pendidikan di sekolah baru.

Salah seorang orang tua siswa asal Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Evi, mengaku bersyukur putrinya terpilih sebagai penerima Beasiswa ADEM.

Ia mengaku sebelumnya tidak pernah membayangkan putrinya mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di Pontianak dengan seluruh biaya ditanggung pemerintah.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara program ini. Sebagai orang tua tentu saya sangat bangga. Anak saya dulu juara tiga di sekolah dan mengikuti seleksi Program ADEM. Awalnya kami hanya berharap dia bisa sekolah dekat rumah, tetapi ternyata lulus dan mendapat beasiswa. Ini benar-benar anugerah,” ujarnya.

Evi yang sehari-hari bekerja sebagai petani mengatakan putrinya akan melanjutkan pendidikan di SMK Negeri 9 Pontianak.

Ia berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh putrinya untuk belajar, meraih prestasi, serta menjadi kebanggaan keluarga dan daerah asalnya.

“Semoga dia bisa belajar dengan baik, meraih prestasi dan nantinya bisa membanggakan keluarga serta daerah asalnya,” harapnya.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPBD Kalbar Minta Daerah Tingkatkan Kesiapsiagaan Banjir dan Longsor

    BPBD Kalbar Minta Daerah Tingkatkan Kesiapsiagaan Banjir dan Longsor

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Barat meminta pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi hujan dengan intensitas bervariasi yang masih akan terjadi hingga 10 Januari 2026. Koordinator Harian Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menunjukkan hujan sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi hampir di […]

  • Gubernur Norsan Ucapkan Terima Kasih kepada Relawan Pemadam Karhutla

    Gubernur Norsan Ucapkan Terima Kasih kepada Relawan Pemadam Karhutla

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YoKalbar – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan terima kasih kepada relawan dan petugas pemadam yang turun langsung menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Parit H. Mukhsin, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (1/9/2026). Saat berada di lokasi, Norsan menemui para relawan dan pemadam yang tengah membantu penanganan kebakaran. Kepada mereka, Norsan menyampaikan apresiasi atas bantuan […]

  • Dibantu Pengusaha SPBU se-Kota Singkawang, Kodim 1202/Skw Berhasil Bangun Sumur Bor di Lokasi Karhutla

    Dibantu Pengusaha SPBU se-Kota Singkawang, Kodim 1202/Skw Berhasil Bangun Sumur Bor di Lokasi Karhutla

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR, SINGKAWANG – Kodim 1202/Singkawang bersama para pengusaha SPBU se-Kota Singkawang mengambil langkah nyata dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah kota setempat. Salah satunya dengan membangun sumur bor di Jalan Senen, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, Selasa (8/9). “Sumur bor ini diharapkan menjadi sumber air darurat yang dapat […]

  • Yudisium FIPPS UPGRI Pontianak Resmi Dikukuhkan, Lulusan Siap Menjemput Peluang dan Tunjukkan Kontribusi Nyata

    Yudisium FIPPS UPGRI Pontianak Resmi Dikukuhkan, Lulusan Siap Menjemput Peluang dan Tunjukkan Kontribusi Nyata

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Citizen Reporter Arif Januardi, M.Pd Yokalbar PONTIANAK – Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai pelaksanaan yudisium program sarjana dan magister Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial (FIPPS) Universitas PGRI Pontianak tahun akademik 2025/2026, Senin, (6/4/2026). Kegiatan ini berlangsung khidmat di Grand Anggrek Lantai 3, IBIS Hotel Pontianak City Center. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan […]

  • DKP Kalbar Gelar Sosialisasi Mitigasi Bencana di Mempawah

    DKP Kalbar Gelar Sosialisasi Mitigasi Bencana di Mempawah

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat upaya mitigasi bencana di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil melalui edukasi serta kolaborasi lintas sektor. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman abrasi, banjir, dan banjir rob yang kerap terjadi di wilayah pesisir. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Mitigasi Bencana Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil […]

  • Paparkan Dampak Positif MBG, Anggota DPRD Singkawang Suhandi: Ada Jutaan Peluang Kerja Tercipta

    Paparkan Dampak Positif MBG, Anggota DPRD Singkawang Suhandi: Ada Jutaan Peluang Kerja Tercipta

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR, SINGKAWANG – Anggota DPRD Kota Singkawang, Suhandi mengungkapkan berbagai dampak positif dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dalam proses penataan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Menurut penuturan Suhandi, program MBG memiliki dampak berantai yang sangat luas karena melibatkan banyak sektor usaha, mulai dari petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, hingga tenaga kerja yang […]

expand_less