Paparkan Dampak Positif MBG, Anggota DPRD Singkawang Suhandi: Ada Jutaan Peluang Kerja Tercipta
- account_circle Admin
- calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
YOKALBAR, SINGKAWANG – Anggota DPRD Kota Singkawang, Suhandi mengungkapkan berbagai dampak positif dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dalam proses penataan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurut penuturan Suhandi, program MBG memiliki dampak berantai yang sangat luas karena melibatkan banyak sektor usaha, mulai dari petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, hingga tenaga kerja yang terlibat dalam proses penyediaan dan distribusi makanan.
“Program MBG iti bukan hanya soal memberikan makanan bergizi kepada anak-anak bangsa. Di balik itu, ada jutaan peluang kerja yang tercipta. Ketika anak bangsa makan bergizi, ekonomi bangsa juga bergerak maju,” ujar Suhandi
Suhandi menjelaskan bahwa kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar akan meningkatkan permintaan terhadap produk lokal sehingga memberikan peluang usaha dan pendapatan yang lebih baik bagi masyarakat.
Oleh alasan tersebut, Suhandi berharap pelaksanaan Program MBG dapat terus diperkuat dengan mengutamakan produk lokal dan melibatkan pelaku usaha daerah agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Dirinya juga meminta agar pihak penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terus meningkatkan pengawasan terhadap proses distribusi makanan ke sekolah-sekolah.
Menurut Suhandi, kualitas makanan yang diterima siswa harus menjadi prioritas utama agar tujuan program dalam meningkatkan gizi anak dapat tercapai secara maksimal.
“Ini yang penting, saya meminta SPPG untuk selalu mengawasi proses penyaluran makanan ke sekolah. Jangan sampai ada makanan yang basi, rusak, atau kualitasnya menurun saat diterima oleh para siswa,” ujar Suhandi.
Ia menegaskan bahwa pengawasan harus dilakukan mulai dari proses pengolahan, pengemasan, pengangkutan, hingga makanan diterima oleh pihak sekolah. Standar kebersihan, keamanan pangan, dan ketepatan waktu distribusi harus dijaga dengan baik.
Suhandi juga mendorong adanya evaluasi dan pengawasan rutin terhadap penyedia makanan serta mekanisme pelaporan yang cepat apabila ditemukan kendala di lapangan. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar