Ria Norsan Siapkan Torasera Jadi Pusat Grosir Koperasi Desa Kalbar
- account_circle Admin
- calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gubernur Norsan Kawal PSN Mempawah–Landak Tekankan Lingkungan dan Tenaga Kerja Lokal
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
YoKalbar — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan akan menyiapkan Torasera Abdussalam sebagai pusat grosir bagi jaringan koperasi desa di Kalimantan Barat. Langkah ini diharapkan memperkuat distribusi barang kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong ekonomi rakyat.
“Kita dari pemerintah provinsi Kalimantan Barat ingin berterima kasih juga kepada Bapak Menteri Koperasi dan juga kepada Ananda Anas yang telah membuka toko serba ada ini untuk masyarakat Kalimantan Barat khususnya masyarakat Kabupaten Kubu Raya dan insyaallah ini nanti akan dibuka sebagai contoh untuk kabupaten ini Kabupaten Kubu Raya yang nanti akan membawahi beberapa ratus koperasi desa merah putih,” kata Norsan, pada Senin, (9/2/2026).
Ia menjelaskan koperasi desa nantinya mengambil pasokan barang dari Torasera untuk dijual kembali kepada masyarakat sehingga rantai distribusi ekonomi berada di tingkat lokal.
“Nanti koperasi merah putih mungkin akan mengambil grosirnya di sini dijual kepada masyarakat nanti juga akan kita bangun mungkin di beberapa kabupaten kota lagi misalnya kalau daerah pedalaman Kabupaten Sintang kemudian daerah pantai Kabupaten Sambas kemudian daerah Ketapang juga nanti mungkin yang tengah-tengah daerah Kabupaten Mempawah sehingga nanti semuanya sudah ada,” tambahnya.
Menurut Norsan konsep tersebut akan diperluas agar setiap daerah memiliki pusat distribusi sendiri dan tidak hanya bergantung pada kota besar.
“Jadi kita utamakan dan nanti tidak lagi kemungkinan seluruh kabupaten kota terbangun seperti ini juga,” tegasnya.
Selain itu ia mengatakan Kalbar memiliki potensi bahan baku industri dari sisa tambang bauksit dan tanah kaolin yang dapat mendukung berbagai program penguatan ekonomi daerah.
“Di Kalbar ini kalau gentengisasi diterapkan kita sudah punya bahan baku yaitu bekas daripada produksi bauksit itu kan ada tanahnya yang bisa dibuat genteng kemudian ada juga tanah kaulin yang juga membuatkan bahan baku daripada genteng jadi untuk bahan bakunya kita sudah ada,” tuturnya.
Pemerintah provinsi berharap keberadaan pusat grosir berbasis koperasi tersebut mampu memperkuat usaha kecil sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Barat.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar