BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Kalbar » Satpol PP Pontianak Angkut Gerobak PKL yang Ditinggal di Trotoar

Satpol PP Pontianak Angkut Gerobak PKL yang Ditinggal di Trotoar

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

YoKalbar PONTIANAK – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pontianak menertibkan sejumlah gerobak milik pedagang kaki lima (PKL) yang ditinggalkan di trotoar dan fasilitas umum usai berjualan.

Penertiban dilakukan setelah petugas rutin melaksanakan patroli di enam kawasan di Kota Pontianak. Dari hasil pemantauan tersebut, masih ditemukan PKL yang berjualan tidak pada tempatnya dan melanggar peraturan daerah (perda).

Kepala Satpol PP Pontianak, Ahmad Sudiyantoro, mengatakan pihaknya telah melakukan tahapan penertiban secara persuasif sebelum tindakan tegas dilakukan.

“Awalnya kita lakukan sosialisasi dan pemberitahuan. Jika masih ditemukan di lokasi yang sama dengan gerobak yang sama, kita tempelkan stiker peringatan. Di hari ketiga belum dipindahkan, maka kita lakukan penindakan dengan mengangkut gerobak tersebut,” jelasnya, Selasa (28/4/2026).

Ia menegaskan, gerobak yang diamankan masih dapat diambil oleh pemiliknya dengan syarat membuat surat pernyataan tidak mengulangi pelanggaran serupa.

“Kita tidak langsung memberikan denda. Kita minta mereka membuat pernyataan tidak mengulangi. Selain itu, kita juga memberikan solusi agar gerobak disimpan di tempat yang aman, bukan ditinggalkan di pinggir jalan atau trotoar,” katanya.

Toro menambahkan, pihaknya juga telah mengarahkan sejumlah PKL yang menggunakan kontainer agar memasang roda, sehingga mudah dipindahkan. Namun di lapangan, masih ditemukan gerobak berukuran besar yang telah dimodifikasi sehingga menyulitkan proses pengangkutan.

Adapun lokasi yang dilarang untuk berjualan menggunakan gerobak meliputi badan jalan, trotoar, atas parit, serta fasilitas umum lainnya yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat.

Sesuai aturan yang berlaku, gerobak yang tidak diambil dalam waktu enam hari dapat dimusnahkan. Selain itu, pelanggar juga terancam denda hingga Rp500 ribu.

“Silakan berjualan, tapi gerobaknya dibawa pulang. Jangan ditinggalkan dan dibiarkan di trotoar,” tegasnya.

Satpol PP turut mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kebersihan Kota Pontianak demi menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penerbangan Perdana Pontianak–Singapura Resmi Mengudara, Ria Norsan: Buka Akses Wisata dan Peluang Ekspor Kalbar

    Penerbangan Perdana Pontianak–Singapura Resmi Mengudara, Ria Norsan: Buka Akses Wisata dan Peluang Ekspor Kalbar

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

        YOKALBAR Kubu Raya – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyambut positif penerbangan perdana maskapai Scoot dengan rute langsung Pontianak–Singapura dan Singapura-Pontianak yang mulai beroperasi pada Senin (29/6/2026). Menurutnya, kehadiran rute internasional tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan konektivitas, mendorong sektor pariwisata, serta membuka peluang ekonomi baru bagi Kalimantan Barat. Norsan mengatakan, selama ini […]

  • Polresta Pontianak Tangkap Pelaku TPPO

    Polresta Pontianak Tangkap Pelaku TPPO

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR PONTIANAK – Polemik soal satu tersangka yang tak kunjung ditahan karena alasan kecelakaan lalu lintas akhirnya terjawab. Polresta Pontianak bergerak cepat dan berhasil meringkus MBK alias J, sosok yang sempat “menghilang” meski sudah berstatus tersangka. Kapolresta Pontianak, Kombes Pol. Endang Tri Purwanto menegaskan, penangkapan MBK merupakan hasil kerja intensif tim di lapangan setelah sebelumnya […]

  • Gubernur Ria Norsan Resmikan Gedung Rawat Inap RSUD Soedarso, Kapasitas Bertambah 123 Tempat Tidur

    Gubernur Ria Norsan Resmikan Gedung Rawat Inap RSUD Soedarso, Kapasitas Bertambah 123 Tempat Tidur

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      YoKalbar – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meresmikan Gedung Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) RSUD Dokter Soedarso, Rabu (28/1/2026). Peresmian gedung baru tersebut menandai bertambahnya kapasitas pelayanan rumah sakit rujukan utama di Kalbar dengan total 123 tempat tidur. Norsan mengatakan pembangunan Gedung KRIS merupakan bagian dari implementasi kebijakan nasional di bidang kesehatan sekaligus menjawab […]

  • Air PDAM Pontianak Asin, Warga Tagih Tanggung Jawab Walikota

    Air PDAM Pontianak Asin, Warga Tagih Tanggung Jawab Walikota

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR Pontianak– Sejumlah warga di beberapa wilayah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mengeluhkan kualitas air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang belakangan terasa asin dan kurang layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Keluhan tersebut disampaikan warga yang mengaku merasakan perubahan rasa dan kualitas air yang mengalir dari jaringan PDAM ke rumah mereka. Salah seorang warga Pontianak Kota, […]

  • Proses Hukum Karhutla di Kalbar, Polisi Tangani 63 Kasus, 7 Orang Jadi Tersangka

    Proses Hukum Karhutla di Kalbar, Polisi Tangani 63 Kasus, 7 Orang Jadi Tersangka

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Yokalbar PONTIANAK — Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) bersama jajaran terus memaksimalkan upaya penegakan hukum terhadap para pelaku kejahatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukum Kalimantan Barat. Berdasarkan pembaruan data penanganan kasus per tanggal 1 hingga 2 September 2026, tercatat sebanyak 63 kasus karhutla tengah ditangani oleh pihak kepolisian, Rabu (2/9). Hingga […]

  • Meski kegiatan belajar dilakukan dari rumah, Syarif menegaskan proses pendidikan tetap harus berlangsung sesuai jadwal

    Disdikbud Larang Praktik Perpeloncoan

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat menegaskan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 harus berlangsung ramah, edukatif, dan bebas dari perpeloncoan. Sekolah tingkat SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta, diminta tidak menggelar kegiatan yang mempermalukan, mengintimidasi, maupun membebani fisik peserta didik baru. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud […]

expand_less