Gubernur Norsan Sebut Pemprov Perkuat Penanganan Karhutla, Titik Api Ketapang Turun Jadi 56
- account_circle Admin
- calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
YoKalbar — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan memastikan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat menyusul masih munculnya titik api di sejumlah wilayah Kalbar.
Salah satu wilayah yang masih menjadi perhatian pemerintah yakni Kabupaten Ketapang. Berdasarkan perkembangan yang diterima Norsan, jumlah titik api di wilayah tersebut mengalami penurunan dari 73 titik pada pagi hari menjadi 56 titik hingga Selasa (8/9/2026) sore.
“Yang masih banyak itu ada di Ketapang, sampai tadi sore ini sudah tinggal 56 titik api dari 73 titik api tadi pagi,” ujar Norsan.
Norsan mengatakan, pemerintah terus berkolaborasi dengan berbagai unsur untuk mempercepat pemadaman karhutla. Penanganan di lapangan melibatkan TNI dan Polri, Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, hingga kelompok masyarakat lainnya.
Tidak hanya unsur pemerintah dan aparat, mahasiswa serta organisasi kemasyarakatan juga turut dilibatkan dalam upaya penanganan karhutla.
“Jadi tetap upaya kita terus berkolaborasi dengan TNI, Polri, kemudian Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, termasuk mahasiswa yang ikut membantu, juga masyarakat umum yang ikut membantu, artinya ormas dan sebagainya,” katanya.
Di sisi lain, Norsan mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kondisi udara di Kota Pontianak yang saat ini terdampak kabut asap.
Ia menyebut kualitas udara di Pontianak telah berada pada level merah atau berbahaya. Karena itu, masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker sebagai upaya mengurangi paparan asap.
“Jadi gini, kabut nih biar saya jelaskan, asap kita di Pontianak ini sudah di level merah, berbahaya, jadi kalau keluar rumah pakai masker,” tegasnya.
Menurut Norsan, asap yang menyelimuti Pontianak tidak seluruhnya berasal dari kebakaran yang terjadi di wilayah Kota Pontianak dan sekitarnya. Pergerakan angin turut membawa asap dari sejumlah wilayah lain menuju Pontianak.
“Namun angin, ini asap dari Kalteng, Ketapang lari ke kita,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, Norsan menegaskan upaya pemadaman akan terus dilakukan secara bersama-sama. Pemerintah berharap penurunan jumlah titik api dapat terus berlanjut sehingga sumber asap yang berdampak terhadap kualitas udara masyarakat dapat segera dikendalikan.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar