BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Kalbar » Kesbangpol Kalbar Dorong Pemilih Pemula Jadi Pemilih Cerdas dan Berintegritas

Kesbangpol Kalbar Dorong Pemilih Pemula Jadi Pemilih Cerdas dan Berintegritas

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BENGKAYANG – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Barat mendorong generasi muda, khususnya pemilih pemula, untuk menjadi pemilih yang cerdas, kritis, bertanggung jawab, dan berintegritas.

Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula yang mengangkat tema “Membangun Demokrasi dari Sekolah: Pemilih Cerdas, Demokrasi Berkualitas”, Kamis (27/8/2026), di Hotel Lala Golden Bengkayang.

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 80 peserta yang merupakan siswa dan siswi SMA serta SMK di Kabupaten Bengkayang. Pendidikan politik ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran politik masyarakat, terutama generasi muda yang akan menggunakan hak pilih untuk pertama kalinya.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bengkayang, Drs. Antonius Fredy Romy, M.Si., CGRE., CGAE.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai demokrasi, hak dan kewajiban sebagai warga negara, pentingnya menggunakan hak pilih secara cerdas dan bertanggung jawab, serta peran generasi muda dalam menjaga kualitas kehidupan demokrasi.

Dalam sambutannya, Bupati Bengkayang yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bengkayang menyampaikan bahwa demokrasi tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan pemilu maupun aktivitas mencoblos di tempat pemungutan suara.

Menurutnya, nilai-nilai demokrasi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti keberanian menyampaikan pendapat, kesediaan mendengarkan orang lain, menghargai perbedaan, mengutamakan musyawarah, serta menerima keputusan bersama.

“Demokrasi berkualitas tidak lahir hanya dari penyelenggaraan pemilu yang baik, namun juga sangat ditentukan oleh kualitas masyarakat yang menggunakan hak pilihnya. Pemilih yang cerdas adalah pemilih yang mau mengenal calon pemimpin, memahami gagasan dan programnya, melihat rekam jejaknya, serta mempertimbangkan kepentingan masyarakat dan masa depan daerah,” ujarnya.

Melalui pendidikan politik tersebut, para pemilih pemula diharapkan tidak hanya memahami mekanisme pemilu, tetapi juga mampu menyikapi berbagai informasi politik secara kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Generasi muda juga diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat, menjaga persatuan, serta menggunakan hak politiknya secara bertanggung jawab demi terwujudnya demokrasi yang berkualitas di Kalimantan Barat.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less