Warga Harapkan Perbaikan Jembatan Pertanian Usai Seorang Petani Sayur Meninggal Tenggelam
- account_circle Admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Yokalbar Singkawang – Seorang pria yang akrab disapa Pakde yang sehari-hari bekerja sebagai petani sayur, meninggal dunia tenggelam di Sungai di Kelurahan Roban Singkawang Tengah Kota Singkawang pada Jumat (12/6/2026) kemarin.

Diduga, Pakde yang membawa keranjang sayurnya terpeleset di jembatan pertanian yang terbuat dari kayu.
“Info dari keluarganya itu sekitar siang akan pulang, tapi kok gak muncul dirumah di Bukit Batu gitukan, akhirnya dicarilah kesini,” ujar Parjo Ketua RT 62 Kelurahan Roban Singkawang Tengah Kota Singkawang Kalimantan Barat.
Parno menuturkan diduga kuat korban terjatuh di jembatan kayu tersebut, sebab sepeda motor korban berada di sungai tepatnya disekitar jembatan.
Korban kemudian diketemukan di sungai dengan jarak sekitar 100 meter dari lokasi jembatan kayu.
“Puluhan petani termasuk beliau setiap harinya gunakan jembatan ini, karena kebun warga ada didalam sana,” katanya.
Dirinya berharap pemerintah akan membantu memperbaiki jembatan pertanian ini, lantaran akses jembatan pertanian ini digunakan untuk sarana mengangkut hasil bumi.
Sementara itu Polres Singkawang dalam siaran persnya, Suasana duka menyelimuti keluarga S (55), seorang warga Kelurahan Bukit Batu, Kecamatan Singkawang Tengah, yang ditemukan meninggal dunia setelah diduga mengalami kecelakaan air di kawasan Parit Jumbo, Jalan Veteran RT 062/RW 004, Kelurahan Roban, Jumat (12/6/2026). Korban sebelumnya diketahui pergi ke kebun untuk menanam sayuran bersama istrinya sejak pagi hari.
Menurut keterangan keluarga, sekitar pukul 07.30 WIB korban berangkat ke kebun bersama sang istri, Menjelang siang, sekitar pukul 11.30 WIB, Istrinya pulang lebih dahulu ke rumah, sementara korban masih berada di kebun. Namun hingga pukul 13.00 WIB, korban tak kunjung kembali sehingga keluarga mulai merasa khawatir dan berupaya mencari keberadaannya.
Kekhawatiran tersebut kemudian disampaikan kepada menantu korban, Bersama warga sekitar, mereka melakukan pencarian di area kebun dan sepanjang lokasi yang biasa dilalui korban. Saat pencarian berlangsung, warga menemukan sepeda motor milik korban berada di dalam Parit Jumbo, yang menimbulkan dugaan bahwa korban terjatuh ke dalam parit.
Penemuan sepeda motor tersebut membuat warga bersama aparat kepolisian dan unsur terkait semakin mengintensifkan pencarian. Upaya penyisiran dilakukan di sepanjang aliran parit hingga akhirnya sekitar pukul 16.24 WIB, korban berhasil ditemukan dalam kondisi tenggelam dan sudah tidak bernyawa. Peristiwa ini sontak mengundang rasa prihatin dari masyarakat yang turut membantu proses pencarian.
Setelah dievakuasi, jenazah korban dibawa ke rumah duka di Jalan Pramuka Gang Kembar, Kelurahan Bukit Batu, untuk disemayamkan. Rencananya, korban akan dimakamkan pada Sabtu (13/6/2026) di Tempat Pemakaman Muslim Husnul Khotimah, Jalan Bukit Permai, Kelurahan Bukit Batu. Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak bersedia dilakukan visum maupun autopsi terhadap jenazah.
Dalam penanganan peristiwa ini, sejumlah personel gabungan dari Polres Singkawang, Polsek Singkawang Tengah, Tim Identifikasi, Patroli Perintis Presisi, serta Babinsa Kelurahan Roban turut hadir di lokasi untuk membantu proses pencarian dan penanganan kejadian. Kehadiran aparat bersama masyarakat menjadi wujud sinergi dan kepedulian dalam menghadapi musibah yang menimpa warga.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar