Sering Terdampak Genangan Air, Pemprov Kalbar Wacanakan Relokasi SMKN 1 Nanga Pinoh
- account_circle Admin
- calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sering Terdampak Genangan Air, Pemprov Kalbar Wacanakan Relokasi SMKN 1 Nanga Pinoh
MELAWI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi persoalan genangan air yang kerap melanda lingkungan SMKN 1 Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi. Selain melakukan perbaikan sistem drainase, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mewacanakan relokasi sekolah ke lokasi yang lebih luas dan bebas banjir.
Wacana tersebut disampaikan Gubernur saat meninjau langsung kondisi SMKN 1 Nanga Pinoh. Menurutnya, genangan air yang terjadi setiap kali hujan telah mengganggu aktivitas belajar mengajar dan kenyamanan siswa.
“Ini sangat mengganggu anak-anak belajar. Kalau pakai sepatu lewat sini, sepatunya basah. Insyaallah akan kita atasi secepat mungkin,” kata Ria Norsan.
Ia menjelaskan, penyebab utama genangan adalah saluran drainase yang tidak berfungsi optimal sehingga air hujan tidak mengalir dengan baik dan menggenangi akses menuju sekolah.
Sebagai solusi jangka pendek, Pemprov Kalbar akan mengupayakan normalisasi dan perbaikan drainase. Namun untuk jangka panjang, pemerintah mempertimbangkan relokasi SMKN 1 Nanga Pinoh ke lahan yang lebih representatif.
Menurut Ria Norsan, kebutuhan lahan yang lebih luas juga didorong oleh meningkatnya jumlah peserta didik. Saat ini sekolah tersebut menampung sekitar 700 siswa, dan jumlahnya diperkirakan terus bertambah dalam beberapa tahun ke depan.
“Kita akan cari lokasi yang luas dan membangun satu kompleks khusus, karena saya tahu jumlah siswa SMK ini terus bertambah setiap tahun,” ujarnya.
Selain meninjau fasilitas sekolah, Gubernur juga menyempatkan berdialog dengan para siswa. Ia memberikan motivasi agar para pelajar terus giat belajar dan memanfaatkan pendidikan vokasi sebagai bekal memasuki dunia kerja.
“Rajin belajar dan perbanyak ilmu. SMK dengan berbagai jurusan siap kerja akan mencetak lulusan yang terampil, mandiri, dan siap bersaing di dunia industri. Manfaatkan kesempatan sebaik mungkin,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur turut menyerahkan bantuan berupa 25 paket seragam sekolah dan 50 tumbler kepada siswa. Bantuan itu diharapkan dapat mendukung semangat belajar sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat dan peduli lingkungan.
Rencana relokasi SMKN 1 Nanga Pinoh menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan mampu mengakomodasi pertumbuhan jumlah peserta didik di masa mendatang.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar