BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Kalbar » Kesbangpol Kalbar Soroti Ancaman LGBTQ di Ruang Digital, Perlindungan Anak Jadi Perhatian

Kesbangpol Kalbar Soroti Ancaman LGBTQ di Ruang Digital, Perlindungan Anak Jadi Perhatian

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

YOKALBAR– Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyoroti perkembangan isu lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer (LGBTQ), khususnya penyebaran konten dan komunitas melalui ruang digital. Persoalan tersebut dinilai perlu direspons secara serius melalui penguatan ketahanan keluarga, perlindungan anak, edukasi, serta pengawasan di tengah derasnya arus informasi.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalimantan Barat, Mohammad Bari, dalam materi bertajuk “Bahaya LGBTQ, Menangkal Degradasi Moral di Bumi Khatulistiwa” yang digelar Kesbangpol Kalbar bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalbar, Kamis (13/8/2026).

Mohammad Bari mengatakan, isu LGBTQ ditempatkan dalam pembahasan mengenai ancaman nonmiliter yang dapat memengaruhi aspek sosial dan budaya masyarakat.

“Ancaman nonmiliter tidak selalu berbentuk ancaman bersenjata. Ada dimensi ideologi, politik, ekonomi, teknologi, sosial budaya, keselamatan umum hingga legislasi yang juga harus menjadi perhatian,” demikian pokok materi yang disampaikan.

Dalam paparannya, Bari merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2025–2029 sebagai salah satu dasar pembahasan mengenai ancaman nonmiliter.

Ia menyoroti ruang digital sebagai salah satu medium yang dinilai dapat mempercepat penyebaran informasi, pembentukan komunitas, hingga interaksi antarpengguna dalam jumlah besar.

Indikasi tersebut, menurut materi yang disampaikan, antara lain terlihat dari keberadaan grup media sosial dan aplikasi pesan yang memiliki banyak anggota.

Tak hanya ruang digital, Bari juga menyoroti pola pergaulan dan jaringan sosial yang menurutnya dapat membuat aktivitas tertentu berkembang secara tertutup dan sulit terdeteksi.

Jangkauan Anak Jadi Titik Kritis

Salah satu perhatian utama dalam pemaparan tersebut adalah potensi jangkauan terhadap anak di bawah umur melalui ruang digital.

Pemanfaatan teknologi secara sistematis untuk menjangkau anak disebut sebagai fase yang perlu diwaspadai, terutama ketika anak belum memiliki kemampuan yang cukup untuk menyaring informasi dan memahami risiko interaksi di dunia maya.

Karena itu, persoalan tersebut tidak hanya ditempatkan sebagai isu moral, tetapi juga dikaitkan dengan pentingnya penguatan perlindungan anak di lingkungan keluarga, sekolah dan ruang digital.

Bari menegaskan, langkah pencegahan harus dilakukan secara terukur dan tetap berlandaskan hukum yang berlaku.

Materi tersebut juga mengaitkan perlindungan anak dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana serta regulasi perlindungan anak, terutama terkait larangan kekerasan, ancaman, paksaan, tipu muslihat maupun bujukan terhadap anak untuk melakukan atau membiarkan perbuatan cabul.

Selain itu, dipaparkan pula ketentuan Pasal 19 Ayat (3) huruf a Peraturan Daerah Kalimantan Barat Nomor 4 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.

Tak Cukup dengan Imbauan

Bari menilai pencegahan membutuhkan langkah konkret dan tidak cukup hanya mengandalkan imbauan.

Strategi yang dipaparkan mencakup tiga aspek utama, yakni regulasi dan hukum, edukasi dan pembinaan, serta penegakan dan pengawasan.

Pada aspek regulasi, pemerintah daerah didorong memperkuat kebijakan dan program bersama DPRD. Sementara edukasi harus melibatkan keluarga, sekolah, tokoh masyarakat dan berbagai unsur terkait.

Di sisi pengawasan, keterlibatan Satpol PP, aparatur pemerintah dan masyarakat dinilai diperlukan sesuai kewenangan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Yang paling penting adalah pencegahan dilakukan secara terukur, berbasis data dan tidak mengabaikan ketentuan hukum maupun perlindungan terhadap masyarakat,” menjadi garis besar pendekatan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Materi juga mendorong pemetaan atau data collection sebagai dasar penyusunan kebijakan. Data dinilai penting agar pemerintah tidak mengambil langkah secara serampangan, melainkan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Selain itu, diperlukan koordinasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, Forkopimda, DPRD, dunia usaha, organisasi masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan media massa.

Layanan konseling dan pendampingan juga didorong bagi pihak yang membutuhkan, dengan tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan dan menghindari tindakan diskriminatif.

Perkuat Ketahanan Keluarga dan Ruang Digital

Bari menekankan, derasnya arus informasi membuat keluarga tidak bisa menyerahkan sepenuhnya pendidikan dan pengawasan anak kepada sekolah maupun pemerintah.

Pengawasan orang tua, literasi digital, pendidikan karakter dan komunikasi terbuka di dalam keluarga dinilai menjadi benteng awal dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif di ruang digital.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan Ketua DWP Provinsi Kalbar Windy Prihastari, Ketua KPPAD Provinsi Kalbar, Kepala BIN Daerah Provinsi Kalbar, serta Ketua Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kalbar.

Peserta kegiatan berasal dari perwakilan anggota DWP dari berbagai instansi di Kalimantan Barat.

Melalui forum tersebut, pemerintah mendorong seluruh pihak tidak bersikap pasif menghadapi perkembangan di ruang digital. Pencegahan diarahkan pada perlindungan anak, penguatan keluarga, literasi digital, penegakan hukum terhadap tindakan yang melanggar hukum, serta pembangunan ketahanan sosial masyarakat.

Dengan demikian, respons terhadap isu tersebut diharapkan tetap tegas terhadap tindakan yang melanggar hukum, namun dilakukan berdasarkan data, aturan yang berlaku, serta tanpa diskriminasi terhadap individu maupun kelompok.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kultum Subuh Ria Norsan di Masjid Agung Singkawang Ingatkan Rasa Syukur

    Kultum Subuh Ria Norsan di Masjid Agung Singkawang Ingatkan Rasa Syukur

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR SINGKAWANG – Dalam kultum subuh yang penuh kekhusyukan, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengajak jemaah merenungkan kembali hakikat rasa syukur, khususnya atas nikmat kesehatan dan nafas yang setiap saat diberikan oleh Allah SWT di Masjid Agung Kota Singkawang, Selasa (3/3/2026). Dalam tausiyahnya, Ria Norsan berbagi kisah pribadi saat dirinya terpapar COVID-19 beberapa tahun lalu. […]

  • Danrindam XII/Tpr Pimpin Penutupan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI AD Gelombang III Tahun 2026

    Danrindam XII/Tpr Pimpin Penutupan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI AD Gelombang III Tahun 2026

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR, SINGKAWANG – Komandan Rindam XII/Tpr, Brigjen TNI Jamaludin, S.H., memimpin upacara penutupan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI AD Gelombang III Tahun 2026 di Lapangan Sapta Marga Rindam XII/Tpr, Singkawang, Senin (26/10/2026). Pendidikan yang berlangsung selama delapan minggu, sejak 1 September hingga 26 Oktober 2026, diikuti oleh 78 siswa pendidikan (Serdik). Para siswa kini resmi […]

  • Banjir Berulang di Bantaran Sungai, BPBD Kalbar Dorong Penguatan Masyarakat Tangguh

    Banjir Berulang di Bantaran Sungai, BPBD Kalbar Dorong Penguatan Masyarakat Tangguh

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi pasang tinggi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, termasuk Kota Pontianak dan Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang. Kondisi ini berpotensi memicu banjir rob, terutama di kawasan pesisir dan dataran rendah. Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan banjir di Kalimantan Barat memiliki pola yang […]

  • IPM Kalbar Naik, Capai 17.19 Poin

    IPM Kalbar Naik, Capai 17.19 Poin

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR -Awal tahun 2026 menjadi momentum optimisme bagi pembangunan manusia di Kalimantan Barat. Data terbaru menunjukkan percepatan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang salah satunya ditopang oleh kemajuan sektor pendidikan. Di bawah kepemimpinan Gubernur Ria Norsan, sektor pendidikan terus diperkuat melalui berbagai kebijakan strategis, mulai dari peningkatan akses hingga pemerataan layanan pendidikan. Pelaksana Tugas (Plt) […]

  • BPBD Kalbar Dorong Mitigasi Struktural dan Nonstruktural Hadapi Banjir

    BPBD Kalbar Dorong Mitigasi Struktural dan Nonstruktural Hadapi Banjir

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem, sebagai respons terhadap peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalbar. “Kami sudah menetapkan status siaga darurat untuk bencana banjir, puting beliung, dan tanah longsor. Selain itu, BPBD juga […]

  • Gubernur Norsan Tekankan Kolaborasi Jaga Hutan dan Lingkungan Kalimantan Barat

    Gubernur Norsan Tekankan Kolaborasi Jaga Hutan dan Lingkungan Kalimantan Barat

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      YoKalbar – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan dan hutan di Kalimantan Barat. Hal tersebut disampaikannya usai kegiatan Kick Off Program Result Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF) di Pontianak, Kamis (29/1/2026). Menurutnya, hutan memiliki peran vital sebagai penghasil karbon yang dibutuhkan manusia untuk […]

expand_less