BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Kalbar » Kecewa Hasil Lelang Rumah Kliennya Disita Senilai Rp 328 Juta oleh Kejaksaan, Mulyadi Umar: Padahal Putusan Hakim Jelas Hanya Rp 100 Juta

Kecewa Hasil Lelang Rumah Kliennya Disita Senilai Rp 328 Juta oleh Kejaksaan, Mulyadi Umar: Padahal Putusan Hakim Jelas Hanya Rp 100 Juta

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

YOKALBAR, SINGKAWANG – Warga Kota Singkawang bernama Nuriman mengaku kecewa dengan Kejaksaan Negeri Singkawang lantaran persoalan hasil lelang atas rumah miliknya.

Hal ini diungkapkan Nuriman melalui kuasa hukumnya, Mulyadi Umar kepada wartawan saat konferensi pers pada Minggu (6/9) kemarin.

Menurut penjelasan Mulyadi, awalnya rumah pribadi milik kliennya ikut disita oleh Jaksa atas kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari perkara narkotika atas nama Abdul Halim yang tak lain adalah menantunya sendiri.

Penyitaan tersebut dilakukan lantaran rumah tersebut sempat direnovasi oleh Abdul Halim (terpidana) dengan nominal sekitar Rp 100 juta.

Dari perkara tersebut, Majelis Hakim tingkat Kasasi memutuskan hasil lelang rumah tersebut senilai Rp 100 juta dirampas untuk negara.

Dalam proses pelelangan, rumah Nuriman tersebut justru terjual dengan nominal Rp 328 juta.

Persoalan pun muncul setelah pihak Kejaksaan Negeri Singkawang justru menyita seluruh hasil lelang rumah milik Nuriman tersebut.

“Berarti sisanya kurang lebih sebesar Rp238 juta harusnya dikembalikan kepada pemilik sah. Namun yang terjadi, seluruh sisa hasil lelang itu diambil oleh Kejaksaan Negeri Singkawang,” ujar Mulyadi kesal.

Menurut Mulyadi, dasar hukum yang digunakan Kejari Singkawang tidak utuh. Ia menyebut seharusnya Pasal 346 ayat 2 dibaca bersamaan dengan Pasal 346 ayat 1, bukan digunakan secara tunggal.

Selain itu, ia juga menyoroti Pasal 345 ayat 4 dan ayat 5 yang mengatur bahwa apabila ada kelebihan dari hasil penyitaan, maka harus dikembalikan kepada yang berhak dalam waktu 3 bulan, dan dapat diperpanjang 1 bulan jika masih diperlukan untuk perkara.

“Tugas kejaksaan adalah melaksanakan putusan pengadilan, bukan menafsirkan kembali. Kalau di putusan sudah jelas yang disita hanya Rp100 juta, maka sisanya harus dikembalikan,” tegasnya.

Menurutnya, kalimat di dalam pasal itu jelas, bahwa terkait penyitaan aset itu hanya milik terpidana bukan pihak ketiga atau pihak lain, jadi mereka itu semacam mencari-cari cara atau mempermainkn kalimat yang ada di pasal itu.

“Semacam menambah kalimat padahal tdak ada di situ dan yang paling penting juga, mereka tdak patuh akan amar putusan dan mencoba mengangkangi putusan,” pungkasnya.

Mulyadi menilai tindakan tersebut telah merugikan kliennya. Ia menyebut kondisi Nuriman saat ini juga menurun kesehatannya dan mengalami stroke sejak rumahnya dinyatakan akan disita negara.

Untuk itu, pihaknya telah melayangkan surat pada 4 September 2026 ke Kejaksaan Tinggi Pontianak untuk meminta gelar perkara khusus, dan telah menembuskannya ke Kejaksaan Agung.

“Kami berharap Kejati Pontianak segera menanggapi. Kami merasa hak klien kami telah dirugikan,” pungkasnya.

Mulyadi menegaskan jika lelang tersebut sebenarnya hanya berlaku bagi terpidana bernama Abdul Halim yang merupakan menantu dari Nuriman atas dugaan pencucian uang dari perkara narkotika, sebagaimana diketahui bahwa obyek rumah milik kliennya itu adalah diluar dari pokok perkara narkotika yang dialami terpidana Abdul Halim.

Secara formil atau secara yuridis, bahwasannya obyek tersebut merupakan milik kliennya bernama Nuriman. Sehingga, sisa daripada penjualan obyek tersebut lebih kurang senilai Rp238.000 juta harusnya diserahkan kepada kliennya. Namun oleh Kejaksaan Negeri Singkawang, sisa penjualan itu diambil secara keseluruhan dengan beberapa alasan.

Menurutnya Pasal 346 ayat 2 berkaitan dengan Pasal 346 ayat 1. Namun Kejaksaan Negeri Singkawang menggunakan pasal ini secara tunggal. Seolah-olah tidak ada kaitannya dengan Pasal 346 ayat 1.

“Itu yang perlu digaris bawahi, bahwa Kejaksaan Negeri Singkawang ketika ingin merampas hak klien kami, mereka menggunakan dasar yang sifatnya tidak utuh. Terkesan memang benar adanya, tetapi sejatinya jika dilihat secara utuh pasalnya tidak demikian,” ujarnya.

Jaksa: Optimalisasi Pemulihan Aset Negara

Sementara itu, Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti Kejaksaan Negeri Singkawang, M Manalu mengatakan, yang dipermasalahkan itu adalah selisih lebih atas hasil lelang satu unit rumah di Komplek Milenial Home sebesar Rp228 juta milik Nuriman.

Kelebihan hasil lelang itu tidak serta merta menjadi milik terpidana, karena ada beberapa poin yang salah satu putusan hakim yaitu terpidana juga dijatuhi hukuman denda sebesar Rp1 Milyar.

“Berdasarkan Pasal 342 ayat 2 UU Nomor 20 tahun 2025 apabila denda itu tidak dibayar maka Jaksa (eksekutor) berwenang melakukan penyitaan harta benda atau pendapatan terpidana pelelangan barang sitaan atau mengajukan pidana pengganti,” katanya.

Pelelangan barang rampasan negara itu dilakukan untuk pemenuhan pidana denda tersebut.

Sehingga, berkaitan dengan hal tersebut maka seluruh barang rampasan negara merupakan satu kesatuan obyek perkara yang sama.

“Jadi prioritas putusan pengadilan ini adalah untuk optimalisasi pemulihan aset negara sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 30 A UU Nomor 11 tahun 2021 dan sejalan juga dengan prinsip institusi integrum (pemulihan keadaan ke posisi semula),” ujarnya.

Jadi secara yuridis normatif, kelebihan hasil lelang merupakan bagian dari aset yang harus dioptimalkan pemenuhan putusan pengadilan secara utuh yaitu pembayaran denda sejumlah Rp1 Milyar tersebut.

Apabila dihitung dari selisih hasil lelang rumah tersebut, nilainya masih belum mencukupi untuk membayar denda sebesar Rp1 Milyar itu.

“Karena kelebihannya hanya sekitar Rp228 juta, untuk menutupi denda tersebut kami akan melakukan pelacakan aset terpidana yang memenuhi persyaratan untuk di lelang. Jika memang tidak ditemukan, maka sisa denda itu terpidana harus melaksanakan pidana penjara sebagai subsideritas untuk mengganti dia tidak membayar dendanya,” ungkapnya. (*)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Stok Cadangan Beras Pemerintah Capai 5 Juta Ton, Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Sebut Bukti Nyata Keberhasilan Swasembada Pangan

    Stok Cadangan Beras Pemerintah Capai 5 Juta Ton, Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Sebut Bukti Nyata Keberhasilan Swasembada Pangan

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR, JAKARTA – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang mencapai 5.000.198 ton menjadi bukti nyata keberhasilan swasembada pangan, bukan sekadar rekayasa data. Tinjauan Dirut Bulog bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di gudang filial Bulog Karawang, Jawa Barat, Kamis, Rizal menyatakan fasilitas penyimpanan Bulog, baik gudang milik […]

  • BPBD Kalbar Ajak Warga Aktif Cegah Karhutla, Status Siaga Provinsi Masih Disiapkan

    BPBD Kalbar Ajak Warga Aktif Cegah Karhutla, Status Siaga Provinsi Masih Disiapkan

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR– Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Barat mengajak masyarakat berperan aktif dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar. Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana BPBD Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan pelibatan masyarakat menjadi kunci penting untuk mencegah kebakaran meluas. “Pelibatan masyarakat sangat […]

  • Antusiasme calon peserta didik mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 cukup tingg

    Antusiasme calon peserta didik mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 cukup tingg

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR – Antusiasme calon peserta didik mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 cukup tinggi. Baru memasuki hari pertama pendaftaran Jalur Domisili SMA Negeri di Kalimantan Barat, sebanyak 12.971 calon siswa tercatat telah melakukan pendaftaran. Data tersebut berdasarkan pembaruan hingga Selasa (30/6/2026) pukul 18.15 WIB. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan […]

  • Pemkab Mempawah Cek Dapur MBG

    Pemkab Mempawah Cek Dapur MBG

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR MEMPAWAH -Selain meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Sungai Pinyuh, Penjabat (Pj) Bupati Mempawah, Ismail, juga mengecek kondisi dapur MBG yang menjadi pusat penyediaan makanan bergizi bagi para siswa. Dalam kesempatan tersebut, Ismail menegaskan bahwa program MBG yang merupakan salah satu program utama Presiden Republik […]

  • BPJS KESEHATAN Singkawang Tanggapi Isu Penyesuaian Iuran JKN

    BPJS KESEHATAN Singkawang Tanggapi Isu Penyesuaian Iuran JKN

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBA, SINGKAWANG – Beberapa waktu belakangan ini, beredar informasi mengenai wacana kenaikan iuran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Menanggapi isu tersebut, Kepala Humas BPJS KesehatanKepala Cabang BPJS Kesehatan Singkawang, Wahyu Aji Anindhiyo Satriojati menjelaskan bahwa sampai dengan saat ini belum ada perubahan besaran nominal iuran JKN. “Besaran iuran yang berlaku masih mengacu pada Peraturan Presiden […]

  • Gubernur Norsan Buka EXPO REI dan Andalkan untuk Bantu Program 3 Juta Rumah Subsidi

    Gubernur Norsan Buka EXPO REI dan Andalkan untuk Bantu Program 3 Juta Rumah Subsidi

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YoKalbar — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mendorong Real Estate Indonesia (REI) Kalimantan Barat ikut mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Hal tersebut disampaikan Ria Norsan saat menghadiri pembukaan REI Kalbar Expo 2026 di Gaia Bumi Raya City, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (26/8/2026). Ria Norsan mengatakan, realisasi Program […]

expand_less