BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Lain-lain » Asap Pekat Selimuti Pontianak, BPBD Kalbar Sebut Bukan karena Kebakaran Baru

Asap Pekat Selimuti Pontianak, BPBD Kalbar Sebut Bukan karena Kebakaran Baru

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

YoKalbar – Asap pekat kembali menyelimuti Kota Pontianak dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut bukan disebabkan oleh adanya peningkatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.

Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan penanganan karhutla di sejumlah wilayah saat ini justru telah memasuki tahap pendinginan.

” Sebenarnya bukan lagi terjadi kebakaran. Kita sekarang dalam proses pendinginan. Artinya kebakaran itu sudah terjadi beberapa minggu yang lalu,” ujar Daniel.

Sejumlah wilayah yang sebelumnya mengalami karhutla antara lain Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya, Mempawah dan beberapa kabupaten lainnya.

Menurutnya, asap pekat yang dirasakan warga Pontianak lebih dipengaruhi oleh pergerakan angin yang membawa asap dari sejumlah wilayah lain di Pulau Kalimantan.

“Asap pekat di Kota Pontianak ini kalau kita lihat arah angin, angin ini bertiup dari selatan ke barat ke utara melewati Kalimantan Barat sehingga terjadi pekat,” katanya.

Ia menyebut terdapat kebakaran di sejumlah wilayah di luar Kalimantan Barat, termasuk Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Asap dari wilayah tersebut dapat terbawa angin dan berdampak ke Kalimantan Barat.

“Jadi dengan kata lain asap ini sebetulnya asap kiriman juga dari beberapa wilayah di Pulau Kalimantan yang ikut terbakar. Jadi dampaknya ke kita,” jelasnya.

Daniel menegaskan, kondisi asap pekat di Pontianak tidak dapat diartikan sebagai bertambahnya luas lahan yang terbakar di Kalbar. Ia menyebut tren karhutla di Kalbar saat ini sudah menurun.

“Trendnya sudah menurun di Kalimantan Barat ini. Makanya kita sekarang masuk pada fase pendinginan,” ujarnya.

Meski demikian, proses pendinginan tetap dilakukan karena kebakaran di lahan gambut tidak selalu langsung padam setelah disiram. Bara api dapat bertahan di bawah permukaan gambut.

“Karakteristik kebakaran di lahan gambut itu sekali dipadamkan, disiram, itu tidak otomatis padam,” katanya.

Daniel mengatakan hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama menjadi kondisi yang paling efektif untuk membantu memadamkan bara di dalam lahan gambut.

Berdasarkan data yang disampaikannya, luas lahan terbakar di Kalimantan Barat pada periode Januari hingga Juli 2026 telah mencapai lebih dari 38 ribu hektare.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ledakan LPG 3 Kg Hancurkan RM Dapok Ngah Sho Pontianak, 7 Orang Terluka

    Ledakan LPG 3 Kg Hancurkan RM Dapok Ngah Sho Pontianak, 7 Orang Terluka

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      YOKALBAR PONTIANAK – Ledakan tabung gas LPG 3 kilogram mengguncang Rumah Makan Dapok Ngah Sho di Jalan Ampera, tepat di sebelah Pasar Sore Ampera, Kecamatan Pontianak Kota, Sabtu malam (4/4/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Akibat insiden tersebut, sebanyak tujuh orang mengalami luka bakar dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Kapolsek […]

  • ULD Kalbar Gelar Gathering dan Coaching Clinic, Siapkan Instruktur hingga Regenerasi Gen Z

    ULD Kalbar Gelar Gathering dan Coaching Clinic, Siapkan Instruktur hingga Regenerasi Gen Z

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR – Universal Line Dance (ULD) Kalimantan Barat, organisasi olahraga rekreasi di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kalimantan Barat, menggelar kegiatan Gathering dan Coaching Clinic Universal Line Dance Kalimantan Barat Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Terpadu Lantai 2, Jalan Sutoyo, Pontianak, sejak 13 Juni 2026 dengan berbagai agenda pembinaan […]

  • Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, BKSDA Kalbar Gelar Bimtek Penguatan Kapasitas Manggala Agni dan Petugas Lapangan di Temajok

    Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, BKSDA Kalbar Gelar Bimtek Penguatan Kapasitas Manggala Agni dan Petugas Lapangan di Temajok

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    ​YOKALBAR, SAMBAS – Dalam upaya mengantisipasi serta menanggulangi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang kian kompleks akibat perubahan iklim, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kapasitas Manggala Agni dan Petugas Lapangan. ​Kegiatan yang berlangsung pada 19 hingga 21 Juli 2026 di JS Vila dan Resort Temajok, […]

  • Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto

    Ultimatum Pengguna Knalpot Brong, Kapolresta Pontianak: Siap-siap Ditilang!

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      YOKALBAR PONTIANAK – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pontianak tak main-main dalam menertibkan penggunaan knalpot brong di wilayah Kota Pontianak. Dalam rangka Operasi Keselamatan Kapuas 2026, aparat kepolisian menegaskan akan melakukan penindakan tegas terhadap pengendara yang masih nekat menggunakan knalpot tidak sesuai ketentuan. Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto, mengatakan knalpot brong menjadi salah […]

  • Dari Briefing hingga Pendinginan, Strategi BPBD Kalbar Tekan Karhutla di Sejumlah Daerah

    Dari Briefing hingga Pendinginan, Strategi BPBD Kalbar Tekan Karhutla di Sejumlah Daerah

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR- Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat tak hanya soal pemadaman di lapangan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Barat kini mengedepankan strategi berbasis analisis data titik panas (hotspot) untuk mempercepat respons dan mencegah kebakaran meluas. Berdasarkan laporan Pusdalops per 6 Maret 2026, karhutla terpantau terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari Kota Pontianak, […]

  • Gubernur Norsan Tekankan Kolaborasi Jaga Hutan dan Lingkungan Kalimantan Barat

    Gubernur Norsan Tekankan Kolaborasi Jaga Hutan dan Lingkungan Kalimantan Barat

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      YoKalbar – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan dan hutan di Kalimantan Barat. Hal tersebut disampaikannya usai kegiatan Kick Off Program Result Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF) di Pontianak, Kamis (29/1/2026). Menurutnya, hutan memiliki peran vital sebagai penghasil karbon yang dibutuhkan manusia untuk […]

expand_less