ULD Kalbar Gelar Gathering dan Coaching Clinic, Siapkan Instruktur hingga Regenerasi Gen Z
- account_circle Admin
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

kegiatan Gathering dan Coaching Clinic Universal Line Dance Kalimantan Barat Tahun 2026.
YOKALBAR – Universal Line Dance (ULD) Kalimantan Barat, organisasi olahraga rekreasi di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kalimantan Barat, menggelar kegiatan Gathering dan Coaching Clinic Universal Line Dance Kalimantan Barat Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Terpadu Lantai 2, Jalan Sutoyo, Pontianak, sejak 13 Juni 2026 dengan berbagai agenda pembinaan dan penguatan organisasi.
Ketua Bidang Organisasi Universal Line Dance Indonesia, Sofyan Anas, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional ULD Indonesia dalam upaya mengembangkan line dance di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Barat.
“Tujuannya untuk pemerataan kualitas instruktur dan para pegiat line dance di seluruh Indonesia, khususnya yang berada di bawah Universal Line Dance. Melalui coaching clinic ini, kami ingin menyamakan standar dalam mengajar dan memberikan pemahaman yang benar kepada para instruktur,” ujarnya.
Menurut Sofyan, kegiatan tersebut juga menjadi langkah untuk membantu ULD Kalimantan Barat memperluas pengembangan line dance hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
Ia menegaskan bahwa Universal Line Dance telah diakui pemerintah melalui sistem keolahragaan nasional karena berada di bawah naungan KORMI.
“Pesan pentingnya, Universal Line Dance sudah diakui pemerintah dan dilindungi oleh Undang-Undang Keolahragaan. Karena itu, kami memiliki tanggung jawab untuk memberikan ilmu yang benar kepada instruktur, sehingga cara mengajarkan line dance dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” katanya.
Sofyan juga menyampaikan bahwa ULD tetap terbuka terhadap berbagai komunitas line dance yang berkembang di masyarakat. Namun, selain mendorong olahraga rekreasi untuk masyarakat luas, ULD juga memiliki jalur prestasi.
“Kami memiliki ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) hingga kompetisi internasional setiap tahun. Jadi, selain mengajak masyarakat berolahraga, kami juga dapat mencetak atlet dan kompetitor line dance,” jelasnya.
Sementara itu, Instruktur ULD Indonesia, Lily Kho, mengajak para peserta untuk bangga menjadi bagian dari organisasi ULD karena memiliki arah dan tujuan yang jelas.
“Komunitas itu bagus, tetapi tetap perlu ada wadah yang mengoordinasikan. Di organisasi ini kita punya tujuan, bukan sekadar bersenang-senang,” ungkapnya.
Lily juga berpesan kepada para calon instruktur agar tidak mudah menyerah dalam proses belajar.
“Jangan patah semangat. Terus belajar dan jangan melupakan tahap beginner. Banyak orang ketika sudah berada di level tertentu lupa dengan dasar-dasar. Padahal fondasi itulah yang sangat penting untuk menjadi instruktur,” pesannya.
Di sisi lain, Ketua Universal Line Dance Kalimantan Barat, Herkulana, menyebut pihaknya tengah fokus melakukan pengkaderan dengan melibatkan generasi muda atau Gen Z agar organisasi tetap berkembang mengikuti perkembangan zaman.
“Kami sudah merekrut beberapa Gen Z. Ada yang mulai membuka kelas sendiri. Namun, untuk merekrut generasi muda tentu ada strategi khusus,” katanya.
Menurutnya, promosi line dance ke depan tidak hanya dilakukan di dalam ruangan, tetapi juga menyasar ruang-ruang publik yang banyak dikunjungi anak muda.
“Mungkin nanti kami masuk ke kafe-kafe, taman Digulis, atau tempat berkumpul anak muda lainnya. Promosi akan dilakukan oleh adik-adik muda agar lebih dekat dengan Gen Z,” ujarnya.
Herkulana menambahkan, coaching clinic tahun ini juga bertujuan memperkuat organisasi dan meningkatkan rasa percaya diri para pengurus maupun calon instruktur dalam memahami nilai-nilai ULD.
“Kami sangat bersyukur. Awalnya target peserta hanya 20 orang, tetapi yang hadir mencapai 32 orang. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat cukup tinggi,” katanya.
Ke depan, ULD Kalimantan Barat juga berencana menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah untuk menjaring kader baru sejak usia dini.
“Kami ingin masuk ke sekolah-sekolah karena line dance ternyata juga diminati anak-anak muda. Tidak hanya untuk usia dewasa atau lansia, tetapi generasi muda pun banyak yang menyukainya. Itu menjadi sasaran kami berikutnya,” tutupnya.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar