BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Kalbar » Masyarakat Sambas, Bengkayang dan Singkawang Serukan Pembentukan Dapil Kalbar III Pada Pemilu 2029

Masyarakat Sambas, Bengkayang dan Singkawang Serukan Pembentukan Dapil Kalbar III Pada Pemilu 2029

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

YOKALBAR SAMBAS – Sejumlah Mahasiswa dan tokoh masyarakat dari berbagai etnis di Kabupaten Sambas mendukung gagasan terbentuknya daerah pemilihan (Dapil) Kalbar III yang meliputi wilayah Sambas, Bengkayang dan Singkawang untuk pemilihan anggota DPR RI pada pemilu 2029 mendatang.

Secara simbolis dukungan tersebut disampaikan dan bubuhkan dalam surat pernyataan dari perwakilan organisasi masyarakat Melayu, Dayak, Tionghoa, dan Jawa pada kegiatan dialog publik yang digelar gerakan mahasiswa bernama Forum Pemekaran Dapil Kalimantan Barat III di Aula Kantor Bupati Sambas, Selasa (11/8/2026)

Pada kegiatan seminar tersebut Bupati Satono didapuk menjadi Keynote speech dan menyampaikan sejumlah poin-poin penting berkaitan urgensi terbentuknya Dapil Kalbar III pada pemilu mendatang. Kegiatan dialog publik itu pula panitia mengundang narasumber Ketua KPU Provinsi Kalbar MS Budi dan pengamat politik kalbar Ireng Maulana.

Bupati Sambas Satono menyambut baik aspirasi masyarakat yang mendorong penambahan daerah pemilihan (dapil) DPR RI di Kalimantan Barat dari dua menjadi tiga, yakni Dapil Sambas, Bengkayang dan Sambas untuk pemilihan anggota DPR RI pada pemilu 2029 mendatang.

Pemekaran dapil itu dinilai relevan mengingat luas wilayah Kalbar, rentang geografis antardaerah, serta kebutuhan untuk memperkuat keterwakilan masyarakat perbatasan di Kalbar di tingkat pusat.

Satono mengatakan pihaknya memberikan respon terhadap inisiasi dan percakapan yang berkembang oleh masyarakat di Kabupaten Sambas, Bengkayang dan Sambas berkaitan pembentukan dapil baru di Kalimantan barat.

Hal itu pula yang mendorong dirinya untuk memberikan fasilitas dan ruang diskusi yang lebih luas untuk mendorong wacana tersebut agar disusun menjadi sebuah aspirasi yang harus dikawal dan diwujudkan.

Dirinya menilai menjadikan Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, dan Kota Singkawang dalam satu dapil tersendiri untuk pemilihan anggota DPR RI karena memiliki kedekatan geografis, sejarah, serta hubungan sosial dan budaya yang kuat.

“Kalbar ini daerah yang sangat luas. Kalau kita lihat Sambas, Bengkayang, dan Singkawang, ketiganya punya sejarah yang sama dan sama-sama berada di kawasan perbatasan,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, sebelum adanya pemekaran wilayah, Sambas, Bengkayang, dan Singkawang memiliki keterkaitan sebagai satu kesatuan wilayah. Hingga kini, hubungan sosial dan budaya masyarakat di tiga daerah tersebut juga masih sangat kuat.

Selain faktor historis dan sosiokultural, luas wilayah dapil yang ada saat ini menjadi salah satu alasan perlunya penataan kembali.

Satono menilai rentang wilayah yang harus dijangkau anggota DPR RI cukup jauh sehingga berpotensi menjadi tantangan dalam menyerap aspirasi masyarakat secara maksimal.

“Dapil yang ada hari ini mewadahi sembilan kabupaten, dengan rentang dari Sambas di bagian paling utara sampai Ketapang. Jaraknya bisa lebih dari 600 kilometer. Bagaimana mungkin anggota DPR yang duduk di Senayan bisa mendengarkan seluruh aspirasi masyarakat dengan rentang wilayah yang sangat jauh seperti itu,” katanya.

Karena itu, ia memandang wajar apabila muncul aspirasi dari berbagai elemen masyarakat agar dapil Kalimantan Barat yang saat ini berjumlah dua dapat dikembangkan menjadi tiga.

Menurutnya, gagasan tersebut tidak hanya datang dari satu kelompok, tetapi menjadi aspirasi yang disuarakan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh agama hingga tokoh masyarakat.

“Saya sebagai Bupati menyambut baik ide dan gagasan dari tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat agar dapil Kalbar yang tadinya dua menjadi tiga, sehingga aspirasi masyarakat lebih mudah didengar dan disampaikan,” tegasnya.

Dirinya menambahkan, pembentukan dapil tersendiri bagi Sambas, Bengkayang, dan Singkawang juga memiliki relevansi strategis karena kawasan tersebut berada di bagian utara Kalimantan Barat dan bersinggungan langsung dengan wilayah perbatasan negara.

Menurutnya, kawasan perbatasan merupakan beranda terdepan Indonesia sehingga membutuhkan perhatian pembangunan yang proporsional dan keterwakilan politik yang mampu menyuarakan kebutuhan masyarakat secara lebih dekat.

“Harapan masyarakat sangat wajar, yakni bagaimana mereka bisa merasakan pembangunan yang berkeadilan. Sambas, Bengkayang, dan Singkawang merupakan bagian dari beranda terdepan Indonesia. Wajah Indonesia itu salah satunya ada di kawasan perbatasan,” ujarnya.

Terkait langkah lanjutan, Pemerintah Kabupaten Sambas, kata dia, siap mengambil posisi sebagai fasilitator untuk menampung dan meneruskan aspirasi masyarakat mengenai wacana tersebut.

“Kami sebagai fasilitator tentu harus mendengar saran, masukan, dan desakan dari masyarakat karena ini menyangkut kepentingan rakyat,” katanya.

Ia berharap apabila wacana penambahan dapil tersebut dapat diwujudkan, keterwakilan masyarakat Sambas, Bengkayang, dan Singkawang di tingkat nasional semakin kuat. Dengan rentang wilayah yang lebih proporsional, komunikasi antara masyarakat dengan wakilnya di DPR RI juga diharapkan semakin efektif.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Siswi SMP Hamil 8 Bulan Pasca di-Rudapaksa, Kadis Pendidikan Pastikan Korban Ikut Ujian Nasional

    Kasus Siswi SMP Hamil 8 Bulan Pasca di-Rudapaksa, Kadis Pendidikan Pastikan Korban Ikut Ujian Nasional

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      Yokalbar PONTIANAK- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak memberikan atensi khusus terhadap seorang siswi SMP yang hamil 8 bulan pasca menjadi korban rudapaksa. Tak hanya itu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pemkot Pontianak akan tetap memberikan hak pendidikan hingga lulus sekolah kepada korban, meski tengah menghadapi situasi traumatis. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan […]

  • Ramadan Penuh Makna, ASPARAGUS dan Lintas Komunitas Bersatu Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

    Ramadan Penuh Makna, ASPARAGUS dan Lintas Komunitas Bersatu Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR, SINGKAWANG – Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial mewarnai kegiatan Silaturahmi, Santunan Anak Yatim dan Dhuafa, serta Buka Puasa Bersama yang digelar ASPARAGUS (Asosiasi Pengasuh dan Pimpinan Pondok Pesantren) Kalimantan Barat bersama Lintas Komunitas Bersatu, Minggu, 1 Maret 2026, di Kantor Djarum Pontianak. Sekitar 400 peserta dari berbagai latar belakang masyarakat turut hadir, menjadikan kegiatan […]

  • Pemprov Kalbar Minta Perketat Standar Dapur MBG, Harap Beri Sanksi SPPG Tak Sesuai Standar

    Pemprov Kalbar Minta Perketat Standar Dapur MBG, Harap Beri Sanksi SPPG Tak Sesuai Standar

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      KETAPANG – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah berjalan aman dan sesuai standar kesehatan. Pengawasan terhadap dapur penyedia makanan akan diperketat guna mencegah terjadinya kasus keracunan pangan di lingkungan sekolah. Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, saat meninjau pelaksanaan Program MBG di SMAN 1 […]

  • Gubernur Kalbar Respon Keluhan Warga Serimbu, Janjikan Tindak Lanjut Infrastruktur, Sekolah hingga Air Bersih

    Gubernur Kalbar Respon Keluhan Warga Serimbu, Janjikan Tindak Lanjut Infrastruktur, Sekolah hingga Air Bersih

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Yokalbar LANDAK — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan merespon sejumlah aspirasi dan keluhan masyarakat Desa Serimbu dan desa-desa di sekitarnya di Kabupaten Landak. Aspirasi tersebut mencakup pembangunan jalan, perbaikan jembatan, hingga penyediaan akses air bersih serta pembangunan sekolah. Penyampaian aspirasi berlangsung dalam dialog Gema Membangun Desa ke-IV di Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak. […]

  • Hadiri Musrenbang hingga Tinjau Ruas Sukadana–Teluk Batang, Ria Norsan Perkuat Arah Pembangunan Kayong Utara

    Hadiri Musrenbang hingga Tinjau Ruas Sukadana–Teluk Batang, Ria Norsan Perkuat Arah Pembangunan Kayong Utara

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      yokalbar Kayong Utara – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Kayong Utara dengan sejumlah agenda strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, Jumat (10/4/2026). Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang digelar di halaman Masjid Oesman Alkhair. Program ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus […]

  • Direktur Bank Kalbar, Rokidi yang menyatakan penurunan TKD justru membuka peluang pembiayaan bagi bank daerah untuk membantu pemerintah kabupaten dan kota dalam menjaga kesinambungan pembangunan.

    Bank Kalbar Dorong Pertumbuhan Kredit Produktif dan Konsumtif, ini Alasannya

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR – PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) menyatakan optimisme dalam menghadapi tahun 2026 dengan menitikberatkan strategi pada peningkatan ekspansi kredit serta optimalisasi pinjaman daerah. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, dalam konferensi pers di Aula Kantor Utama Bank Kalbar, Pontianak, Selasa, 6 Januari 2026. Rokidi menjelaskan bahwa fokus […]

expand_less