Pemprov Kalbar Minta Perketat Standar Dapur MBG, Harap Beri Sanksi SPPG Tak Sesuai Standar
- account_circle Admin
- calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gubernur Kalbar saat meninjau Program MBG yang telah berjalan di Provinsi Kalbar
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KETAPANG – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah berjalan aman dan sesuai standar kesehatan. Pengawasan terhadap dapur penyedia makanan akan diperketat guna mencegah terjadinya kasus keracunan pangan di lingkungan sekolah.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, saat meninjau pelaksanaan Program MBG di SMAN 1 Ketapang bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Sy Faisal Indahmawan Alkadri, Minggu (4/5/2026).
Dalam peninjauan itu, Norsan mengapresiasi kualitas makanan yang disajikan kepada para siswa karena dinilai telah memenuhi standar gizi. Namun, menurutnya, kualitas makanan harus diimbangi dengan fasilitas pengolahan yang memenuhi standar keamanan pangan.
“Apabila dapur tidak memenuhi standar, misalnya tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan akses air bersih, maka harus ditutup. Kami tidak ingin ada lagi kasus keracunan makanan pada siswa,” tegasnya.
Ia menilai keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan oleh nilai gizi makanan, tetapi juga oleh kebersihan dapur, ketersediaan air bersih, serta sistem pengelolaan limbah yang baik.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Plt Kepala Disdikbud Kalbar Sy Faisal Indahmawan Alkadri mengatakan pihaknya akan meningkatkan pengawasan terhadap seluruh fasilitas pendukung Program MBG di sekolah-sekolah yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Menurut Faisal, evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk memastikan setiap sekolah dan penyedia makanan menjalankan proses pengolahan sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Pengawasan kami tidak hanya berfokus pada kualitas makanan yang diterima siswa, tetapi juga pada seluruh proses penyajiannya agar benar-benar aman untuk dikonsumsi,” ujarnya.
Selain mengevaluasi pelaksanaan MBG, rombongan juga meninjau kondisi infrastruktur SMAN 1 Ketapang. Pemerintah Provinsi Kalbar menilai sekolah tersebut memerlukan revitalisasi guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman.
Renovasi besar direncanakan mulai dianggarkan pada 2027, termasuk penataan ulang bangunan sekolah agar memiliki halaman yang lebih luas dan tata ruang yang lebih representatif.
Melalui penguatan pengawasan Program Makan Bergizi Gratis serta peningkatan sarana pendidikan, Pemprov Kalbar berharap kualitas layanan pendidikan dan kesehatan peserta didik dapat terus meningkat secara berkelanjutan.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar