Anggaran Bencana Tetap Prioritas: BNPB Pastikan Penanganan Karhutla Tak Terdampak Efisiensi
- account_circle Admin
- calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Konferensi pers usai Apel Kesiapsiagaan Karhutla Nasional 2026 di Pontianak, 16 April 2026.
YOKALBAR– Di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, sektor penanggulangan bencana justru mendapat penegasan berbeda. Badan Nasional Penanggulangan Bencana memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap menjadi prioritas tanpa pembatasan anggaran.
Hal ini disampaikan Kepala BNPB, Suharyanto, saat menghadiri Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla Nasional 2026 di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kamis 16 April 2026.
“Pemerintah pusat atas arahan Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa untuk penanggulangan bencana tidak ada batas anggaran, meskipun ada efisiensi,” tegasnya.
Menurutnya, kebijakan ini menjadi bentuk komitmen pemerintah agar penanganan karhutla, khususnya di wilayah rawan seperti Kalimantan Barat, tetap berjalan optimal tanpa terhambat persoalan pendanaan.
Ia juga menyoroti capaian penanganan karhutla dalam beberapa tahun terakhir yang dinilai semakin membaik. Jika pada 2015 dan 2019 kebakaran sempat berdampak hingga lintas negara, sejak 2023 kondisi tersebut berhasil ditekan.
“Sejak 2023 kami pastikan tidak ada lagi api yang menyeberang ke negara tetangga,” ujarnya.
Dalam strategi penanganan, BNPB mengedepankan langkah terpadu dari hulu ke hilir. Informasi peringatan dini dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menjadi dasar untuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna memicu hujan di wilayah rawan.
Selain itu, penguatan dilakukan di tingkat lapangan melalui dukungan peralatan dan personel yang melibatkan Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, TNI, Polri, hingga BPBD.
Suharyanto menegaskan, penanganan harus dilakukan sejak dini tanpa menunggu kebakaran meluas. Namun jika api tidak dapat dijangkau oleh tim darat, maka dukungan udara akan dikerahkan.
“Untuk Kalbar saat ini disiapkan dua unit helikopter waterbombing. Jika kondisi memburuk, jumlahnya akan ditambah,” jelasnya.
Dengan pendekatan tersebut, BNPB memastikan bahwa meskipun pemerintah menjalankan efisiensi di berbagai sektor, upaya penanggulangan bencana tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh dikompromikan.
Caption: Kepala BNPB Suharyanto saat memberikan keterangan pers usai Apel Kesiapsiagaan Karhutla Nasional 2026 di Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar