BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Dari Desa » Pemprov Kalbar Dorong Penguatan Data Pengelolaan Air Limbah Domestik

Pemprov Kalbar Dorong Penguatan Data Pengelolaan Air Limbah Domestik

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

YoKalbar Pontianak— Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong penguatan basis data pengelolaan air limbah domestik di kabupaten/kota sebagai dasar dalam menyusun perencanaan dan kebijakan sanitasi yang lebih tepat sasaran.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Pembahasan dan Identifikasi Data Pengelolaan Air Limbah Domestik di Kalimantan Barat yang digelar di Hotel Mercure Pontianak, Kamis (10/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri perangkat daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat serta pemerintah kabupaten/kota.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Barat Iskandar Zulkarnaen yang diwakili Kepala Seksi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Bidang Cipta Karya, Heppy Saragih, mengatakan sanitasi tidak hanya berkaitan dengan pembangunan jamban maupun penyediaan infrastruktur.

Menurutnya, sanitasi merupakan bagian penting dari kualitas hidup, kesehatan masyarakat, perlindungan lingkungan, serta masa depan pembangunan daerah.

“Sanitasi bukan sekadar persoalan membangun jamban atau menyediakan infrastruktur. Sanitasi adalah persoalan kualitas hidup, kesehatan masyarakat, perlindungan lingkungan, dan masa depan pembangunan daerah,” katanya.

Ia mengatakan pengelolaan air limbah domestik harus dipandang sebagai sebuah rantai layanan yang utuh. Pengelolaan tersebut dimulai dari sumber air limbah, bagaimana limbah dikumpulkan dan ditampung secara aman, penyedotan lumpur tinja, pengangkutan, pengolahan, hingga hasil pengolahan dibuang atau dimanfaatkan kembali sesuai persyaratan kesehatan dan lingkungan.

Karena itu, menurutnya, pembangunan infrastruktur hanya menjadi salah satu bagian dari pekerjaan pengelolaan air limbah domestik. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan infrastruktur yang telah dibangun dapat berfungsi, dikelola dan dipelihara dengan baik sehingga mampu memberikan layanan secara berkelanjutan.

Ia juga menjelaskan Kalimantan Barat memiliki karakteristik wilayah yang beragam, mulai dari kawasan perkotaan dengan kepadatan penduduk yang terus meningkat, kawasan tepian sungai, dataran rendah, wilayah dengan muka air tanah tinggi, tanah lunak dan gambut, hingga permukiman perdesaan yang tersebar.

Kondisi tersebut membuat pendekatan pengelolaan air limbah domestik harus disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.

“Apa yang tepat diterapkan di kawasan perkotaan belum tentu tepat diterapkan di kawasan perdesaan,” tambahnya.

Selain itu, diperlukan teknologi yang tepat guna, tepat lokasi, tepat sasaran, terjangkau, mudah dioperasikan dan dapat dipelihara oleh pengelola layanan. Termasuk dalam menentukan pilihan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) Setempat, SPALD Komunal maupun SPALD Terpusat yang harus didasarkan pada kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Dalam forum tersebut, Pemprov Kalbar juga menekankan pentingnya membangun basis data pengelolaan air limbah domestik kabupaten/kota. Heppy menilai perencanaan yang baik tidak mungkin dilakukan tanpa dukungan data yang baik.

“Data harus menjadi dasar perencanaan, perencanaan harus menjadi dasar penganggaran, dan penganggaran harus menghasilkan layanan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengelolaan air limbah domestik merupakan pekerjaan lintas sektor dan lintas kewenangan sehingga tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu perangkat daerah. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah pusat, akademisi, organisasi profesi, dunia usaha, operator layanan dan masyarakat.

Heppy juga mengapresiasi peran akademisi dan praktisi, khususnya dalam mendorong pengembangan solusi pengelolaan sanitasi yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Menurutnya, para insinyur tidak hanya dituntut mampu merancang dan membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan teknologi yang digunakan memberikan manfaat nyata, aman, efisien, berkelanjutan dan sesuai dengan karakteristik masyarakat serta lingkungan.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Truk Diamankan di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Bawa 23,6 Juta Batang Rokok

    5 Truk Diamankan di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Bawa 23,6 Juta Batang Rokok

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Yokalbar PONTIANAK – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XII mengamankan lima unit truk Fuso yang diduga berkaitan dengan pengiriman rokok ilegal di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Kalimantan Barat. Penindakan dilakukan Tim Quick Response Kodaeral XII pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Komandan Kodaeral XII Laksda TNI Sawa mengatakan, penindakan bermula dari informasi yang diterima pihaknya […]

  • Kejari Singkawang Gelar Apel Pencanangan ZI Menuju WBK dan WBBM

    Kejari Singkawang Gelar Apel Pencanangan ZI Menuju WBK dan WBBM

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR, SINGKAWANG – Kejaksaan Negeri Singkawang melaksanakan Apel Pencanangan Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada Kamis, 12 Februari 2026. Kegiatan yang digelar di halaman kantor Kejari tersebut diikuti oleh seluruh pegawai dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN). Apel pencanangan ini merupakan bentuk […]

  • Air PDAM Pontianak Asin, Warga Tagih Tanggung Jawab Walikota

    Air PDAM Pontianak Asin, Warga Tagih Tanggung Jawab Walikota

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR Pontianak– Sejumlah warga di beberapa wilayah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mengeluhkan kualitas air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang belakangan terasa asin dan kurang layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Keluhan tersebut disampaikan warga yang mengaku merasakan perubahan rasa dan kualitas air yang mengalir dari jaringan PDAM ke rumah mereka. Salah seorang warga Pontianak Kota, […]

  • Sering Terdampak Genangan Air, Pemprov Kalbar Wacanakan Relokasi SMKN 1 Nanga Pinoh

    Sering Terdampak Genangan Air, Pemprov Kalbar Wacanakan Relokasi SMKN 1 Nanga Pinoh

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Sering Terdampak Genangan Air, Pemprov Kalbar Wacanakan Relokasi SMKN 1 Nanga Pinoh MELAWI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi persoalan genangan air yang kerap melanda lingkungan SMKN 1 Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi. Selain melakukan perbaikan sistem drainase, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mewacanakan relokasi sekolah ke lokasi yang lebih luas dan […]

  • Karhutla Kalbar Capai 28.610 Hektare, Gubernur Ria Norsan Sebut Pemprov Siaga dan Ajukan TMC ke BNPB

    Karhutla Kalbar Capai 28.610 Hektare, Gubernur Ria Norsan Sebut Pemprov Siaga dan Ajukan TMC ke BNPB

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YoKalbar Pontianak– Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan Pemprov Kalbar terus memperkuat penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan meningkatkan kesiapsiagaan di lapangan dan mempercepat pemadaman titik api. “Jadi kami tetap siaga di lapangan dan selalu berupaya semaksimal mungkin untuk memadamkan api. Kami juga sudah mohon kepada Kepala BNPB untuk mendatangkan TMC,” kata Norsan, pada […]

  • Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Singkawang Arfani

    Kadis Arfani Dorong RPH Smart Service, Tingkatkan Kualitas Layanan untuk Pengguna Rumah Potong Hewan

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR SINGKAWANG – Pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan menghadirkan inovasi digitalisasi pelayanan Rumah Potong Hewan (RPH) melalui aplikasi RPH Smart Service. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan tata kelola pelayanan sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Singkawang, Arfani mengatakan pengembangan aplikasi tersebut merupakan […]

expand_less