Dikbud Kalbar Bawa Bantuan Mebeler hingga Bagikan Sepatu dan Kuota Gratis Kala GMD Bengkayang
- account_circle Admin
- calendar_month Selasa, 3 Nov 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
YOKALBAR BENGKAYANG – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menghadirkan sekitar 30 jenis layanan langsung di tengah masyarakat melalui kegiatan Gema Membangun Desa yang dipusatkan di Lapangan Bola Gamora, Desa Karimunting, Kabupaten Bengkayang, Jumat (30/10/2026).
Berbagai layanan disediakan dalam kegiatan tersebut, mulai dari pelayanan kesehatan, administrasi kependudukan, pembayaran pajak kendaraan bermotor, pasar murah, bantuan pendidikan hingga pelayanan sosial lainnya.
Salah satu layanan yang menarik perhatian adalah bantuan pendidikan yang disiapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat bagi para siswa hingga warga yang mampir ke stand Disdikbud Kalbar.
Saat meninjau stan Disdikbud Kalbar, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan berdialog langsung dengan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, untuk mengetahui layanan dan bantuan yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut.
Syarif Faisal mengatakan, pihaknya telah melakukan kunjungan ke SMA Negeri 1 Sungai Raya Kepulauan sebagai bagian dari upaya melihat langsung kebutuhan pendidikan di wilayah tersebut.
Dalam kegiatan Gema Membangun Desa kali ini, Disdikbud Kalbar turut menghadirkan sejumlah bantuan untuk mendukung kebutuhan siswa, terutama dalam menghadapi pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kami hari ini menghadirkan layanan yang bisa membantu anak-anak kita selama PJJ akibat karhutla. Ada ratusan tumbler, sepatu sekolah untuk siswa, serta dukungan dari Telkomsel berupa 100 paket data,” ujar Syarif Faisal menjawab pertanyaan Gubernur Ria Norsan.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan siswa sekaligus menunjang kelancaran kegiatan belajar, meskipun pembelajaran harus dilakukan dari rumah akibat kondisi lingkungan yang terdampak karhutla.
Tidak hanya bantuan perlengkapan sekolah, Disdikbud Kalbar juga menyiapkan bantuan fasilitas belajar berupa meja dan kursi atau mebeler untuk satu ruang kelas.
Bantuan tersebut merupakan dukungan dari Gubernur Kalbar Ria Norsan dan akan dikirimkan ke sekolah yang membutuhkan.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Ria Norsan juga meminta Disdikbud Kalbar agar memperhatikan kondisi sarana dan prasarana sekolah di Kabupaten Bengkayang, terutama bangunan sekolah yang membutuhkan renovasi maupun belum dilengkapi fasilitas pendukung.
Ia mengarahkan agar sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan dapat diusulkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), khususnya melalui program revitalisasi sekolah.
Sementara itu, kebutuhan fasilitas pendidikan yang dapat ditangani pemerintah provinsi diharapkan diusulkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Barat.
Ria Norsan juga menekankan pentingnya melengkapi bangunan sekolah dengan fasilitas yang memadai dan berkualitas. Menurutnya, pembangunan gedung pendidikan perlu diikuti penyediaan sarana pendukung agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara optimal.
Melalui kegiatan Gema Membangun Desa, Pemprov Kalbar berharap masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan pemerintah secara lebih mudah, sekaligus memastikan kebutuhan pendidikan, kesehatan dan pelayanan sosial dapat dijangkau langsung hingga ke tingkat desa.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar