First Resources Salurkan 17 Mesin Pompa untuk Bantu Warga Hadapi Karhutla di Kalbar
- account_circle Admin
- calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PONTIANAK – Upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Salah satunya dilakukan First Resources Group (FRG) Regional Kalimantan Barat dengan menyalurkan peralatan pemadam kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Sebanyak 17 set mesin pompa air (water pump) lengkap dengan perlengkapan pendukung disiapkan untuk membantu masyarakat melakukan penanganan kebakaran sejak dini.
Dari jumlah tersebut, tiga set mesin pompa air dialokasikan untuk sejumlah desa di Kabupaten Sanggau, sementara 14 set lainnya dikirim ke wilayah Kabupaten Ketapang.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) First Resources Group Regional Kalimantan Barat.
Senior Manager General Affair First Resources Group Regional Kalimantan Barat, Robin Sianturi, mengatakan seluruh bantuan mulai didistribusikan pada Minggu (6/9/2026).
“Ke Sanggau kita kirim tiga set dan Ketapang 14 set lengkap, dengan harapan mesin ini bisa diberdayakan oleh masyarakat,” kata Robin, Minggu sore.
Tidak hanya mesin pompa, setiap set bantuan dilengkapi selang, nozzle, adapter, dan filter. Dengan kelengkapan tersebut, peralatan diharapkan dapat langsung digunakan ketika terjadi kebakaran dan membutuhkan penanganan cepat.
Jadi Aset Desa
Robin mengatakan peralatan yang disalurkan tersebut nantinya menjadi aset desa sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.
Menurutnya, keberadaan mesin pompa di desa dapat mempercepat respons masyarakat ketika menemukan titik api, terutama saat kebakaran masih dalam skala kecil.
“Unit set lengkap mesin pompa air ini nantinya akan jadi aset desa, yang dapat dimanfaatkan untuk deteksi dan penanggulangan secara dini jika terjadi kebakaran,” ujarnya.
Selain untuk penanganan karhutla, mesin pompa tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat lainnya, termasuk mendukung pengairan lahan pertanian.
Robin berharap bantuan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara perusahaan dan desa-desa yang berada di sekitar wilayah operasional.
“Kami berharap bantuan CSR ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan mempererat tali silaturahmi antara perusahaan dan masyarakat desa sekitar,” katanya.
Empat Regu Damkar Disiagakan 24 Jam
Selain memberikan bantuan kepada masyarakat, First Resources Group juga memperkuat kesiapsiagaan internal dengan menyiagakan empat regu pemadam kebakaran.
Keempat regu tersebut bertugas secara bergantian selama 24 jam dengan sistem kerja masing-masing selama delapan jam.
Untuk mendukung operasional pemadaman, perusahaan menyiapkan mesin pompa, mobil pemadam kebakaran, serta mobil tangki air berkapasitas hingga 20 ribu liter.
“Ada empat regu Damkar yang kita siagakan untuk membantu pemadaman kebakaran. Itu siaga selama delapan jam secara bergantian, termasuk dengan peralatan mesin pompa dan mobil Damkar serta mobil water tank kapasitas 20 ribu liter,” jelas Robin.
Kesiapsiagaan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengantisipasi kebakaran di area perkebunan perusahaan. Tim pemadam juga dapat membantu masyarakat di sekitar wilayah operasional apabila terjadi kebakaran yang membutuhkan penanganan.
“Empat regu yang kita bentuk ini tak hanya padamkan karhutla di kebun kita, tapi juga kebun milik masyarakat,” tegasnya.
Libatkan TNI, Polri dan BPBD
Dalam pelaksanaan penanganan karhutla, First Resources Group juga membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mempercepat penanganan apabila muncul titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas.
Dengan dukungan peralatan yang ditempatkan di desa serta kesiapsiagaan tim pemadam perusahaan, masyarakat di sekitar wilayah operasional diharapkan memiliki kemampuan respons yang lebih cepat ketika terjadi kebakaran.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari pencegahan karhutla secara bersama-sama, sehingga api dapat ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar