Gubernur Ria Norsan Siapkan Layanan 24 Jam dan Rumah Oksigen untuk Warga Terdampak Asap
- account_circle Admin
- calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
YoKalbar – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan memastikan pemerintah daerah mengerahkan seluruh sumber daya untuk menangani dampak kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Saat meninjau lokasi kebakaran di Sekunder C, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (2/9/2026), Norsan mengatakan layanan kesehatan disiagakan selama 24 jam untuk menangani masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.
“Kalau ada yang kena ISPA, kita siapkan rumah sakit dan seluruh fasilitas kesehatan, 24 jam untuk menampung masyarakat yang terkena ISPA,” kata Norsan.
Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada upaya pemadaman api, tetapi juga perlindungan terhadap kesehatan masyarakat yang terdampak asap.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat pun telah menggerakkan berbagai unsur, mulai dari tenaga kesehatan, TNI, Polri hingga masyarakat untuk menangani dampak kebakaran.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, jumlah kasus ISPA yang tercatat sejak minggu epidemiologi ke-26 hingga minggu ke-34 mencapai sekitar 54 ribu kasus yang dilaporkan dari seluruh wilayah Kalbar.
Namun, jumlah tersebut merupakan akumulasi laporan kasus dalam periode tersebut dan sebagian besar pasien telah mendapatkan penanganan serta dinyatakan sembuh.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Erna Yulianti juga mengatakan pihaknya telah mengantisipasi peningkatan kasus akibat paparan asap, pemerintah juga telah memetakan 63 titik sebagai persiapan pembentukan rumah oksigen di sejumlah daerah.
“Kalau untuk perlu dilaporkan, kita sudah memetakan 63 untuk persiapn rumah oksigen,” kata Erna.
Erna juga mengatakan sebanyak 33 rumah oksigen telah disiapkan dan sebagian di antaranya telah beroperasi di Ketapang, Kota Pontianak, Melawi dan Kapuas Hulu, terutama di wilayah dengan tingkat titik panas yang tinggi.
Selain rumah oksigen, seluruh puskesmas di Kalimantan Barat juga telah disiapkan untuk memberikan pelayanan selama 24 jam bagi masyarakat yang datang dengan keluhan gangguan pernapasan.
Pemerintah juga menyiapkan ketersediaan oksigen, termasuk oksigen portabel yang dapat dibawa untuk membantu penanganan warga terdampak asap di lapangan.
Norsan berharap masyarakat yang mengalami gejala gangguan pernapasan akibat kabut asap segera memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah disiagakan pemerintah.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar