Pramuka SMPN 19 Singkawang Gelar Wisata Sejarah Kota Pusaka Bersama SWBB Disdikbud
- account_circle Admin
- calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
YOKALBAR, SINGKAWANG — Gerakan Pramuka SMP Negeri 19 Singkawang bekerja sama dengan Saka Widya Budaya Bakti (SWBB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang melaksanakan kegiatan Wisata Sejarah Kota Pusaka Singkawang, Rabu (4/2/2025).
Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 17.30 WIB dan diikuti oleh Pramuka Penggalang SMPN 19 Singkawang.
Kegiatan wisata sejarah ini dipandu langsung oleh Tim SWBB Kota Singkawang dengan tujuan memperkenalkan sejarah Kota Singkawang secara langsung kepada para peserta didik.
Kepala SMPN 19 Singkawang, Eva Purwanti, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran sejarah di kalangan siswa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin siswa-siswi tidak hanya melek dan mampu menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman, tetapi juga tetap menghargai dan memahami sejarah kotanya sendiri,” ujarnya.
Rute wisata sejarah dimulai dari bangunan Residentielle Afdeling atau yang lebih dikenal dengan Mess Daerah, yang pada masa kolonial Belanda berfungsi sebagai perkantoran pejabat pemerintahan wilayah afdeeling setingkat kabupaten.
Selanjutnya, peserta mengunjungi Gedung Landraad, yakni gedung pengadilan kolonial yang dahulu menjadi tempat pencarian keadilan bagi masyarakat pribumi, warga Tionghoa, hingga kelompok Timur Asing seperti Arab dan India, lengkap dengan fasilitas penjara bawah tanah.
Tujuan berikutnya adalah Gedung Vetor atau Gedung Controlleur Singkawang, yang juga merupakan bangunan pemerintahan kolonial Belanda yang berdiri pada tahun 1920.
Rangkaian wisata sejarah dilanjutkan dengan kunjungan ke Tugu Kedaulatan Singkawang, yang menjadi simbol penyerahan kekuasaan dari Pemerintahan Belanda kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui Kewedanaan Singkawang. Tugu yang diperkirakan dibangun pada tahun 1959 ini terletak di sudut timur Masjid Raya Singkawang.
Selain mengunjungi bangunan bersejarah, para Pramuka Penggalang juga mendatangi Tugu Toleransi Kota Singkawang. Kunjungan ini dimaksudkan untuk menanamkan nilai toleransi kepada generasi muda, sejalan dengan predikat Kota Singkawang sebagai kota paling toleran di Indonesia versi Setara Institute.
Singkawang berhasil meraih peringkat pertama selama tiga tahun berturut-turut pada periode 2021—2023, setelah sebelumnya meraih predikat serupa pada tahun 2018.
Sekretaris SWBB Kota Singkawang sekaligus pemandu wisata sejarah, Tri Wahyudi Arhap, S.E., mengatakan bahwa wisata sejarah memberikan manfaat besar bagi generasi muda.
“Wisata sejarah di Singkawang memberikan edukasi budaya, mendorong pelestarian warisan leluhur, serta memperkuat nilai toleransi antar etnis,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Penggalang Putra SMPN 19 Singkawang, Rheythen Juan Marchiano, mengaku kegiatan ini membuka wawasan para siswa. “Selama ini kami hanya sering melewati bangunan-bangunan tersebut, tetapi tidak mengetahui sejarahnya. Kegiatan ini sangat menambah pengetahuan kami,” katanya.
Hal senada disampaikan Ketua Dewan Penggalang Putri SMPN 19 Singkawang, Alice Valentsya. Ia berharap kegiatan wisata sejarah dapat terus dilaksanakan di masa mendatang. “Kami berharap ke depan sekolah tetap mengadakan kegiatan seperti ini, karena masih banyak tempat bersejarah di Kota Singkawang yang perlu dipelajari. Apalagi kegiatan ini tidak mengeluarkan biaya,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Pramuka SMPN 19 Singkawang diharapkan semakin mengenal sejarah daerahnya sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air, kebersamaan, dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar