BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Kalbar » GMD Serimbu, Norsan Perkuat Pengembangan Produk Hasil Hutan Bukan Kayu Bernilai Ekonomi

GMD Serimbu, Norsan Perkuat Pengembangan Produk Hasil Hutan Bukan Kayu Bernilai Ekonomi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Yokalbar LANDAK — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mendorong berbagai potensi ekonomi dan budaya yang dimiliki Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, terus dikembangkan agar mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ria Norsan saat membuka kegiatan Gema Membangun Desa (GMD) ke-IV di Desa Serimbu, Sabtu (29/8/2026).

Menurut Norsan, Desa Serimbu memiliki potensi yang cukup beragam, mulai dari usaha mikro, produk pangan lokal, madu hutan, kopi, pariwisata hingga kekayaan budaya masyarakat.

“Serimbu memiliki posisi penting sebagai simbol pelayanan budaya dan ekonomi bagi wilayah pedalaman Kecamatan Air Besar,” ujar Norsan.

Ia menilai keberagaman potensi tersebut perlu mendapatkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak. Dengan pengelolaan yang baik, potensi lokal tidak hanya menjadi produk konsumsi masyarakat, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan dan penggerak perekonomian daerah.

“Potensi masyarakat mulai dari UMKM, produk pangan lokal, madu hutan, kopi, pariwisata, hingga kekayaan budaya harus terus dikembangkan agar mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sejalan dengan upaya tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Kalimantan Barat turut mendorong pemberdayaan masyarakat yang berada di dalam kawasan hutan melalui program perhutanan sosial.

Kepala Dinas LHK Kalimantan Barat Adi Yani mengatakan, program perhutanan sosial memberikan akses legal kepada masyarakat untuk mengelola kawasan hutan secara berkelanjutan sekaligus mengembangkan berbagai potensi ekonomi yang ada.

“Di Dinas LHK, kami membina masyarakat di dalam kawasan hutan melalui perizinan untuk masyarakat, yaitu perhutanan sosial,” ujar Adi Yani.

Ia menjelaskan, perhutanan sosial mencakup sejumlah skema, antara lain hutan desa, hutan adat, hutan kemitraan, hutan kemasyarakatan, dan hutan tanaman rakyat.

Melalui skema tersebut, masyarakat dapat mengembangkan berbagai usaha berbasis hasil hutan bukan kayu (HHBK), ekowisata, hingga jasa lingkungan.

Dalam kegiatan GMD ke-IV di Desa Serimbu, Dinas LHK juga memperkenalkan sejumlah produk hasil hutan bukan kayu yang dikembangkan masyarakat, di antaranya madu, jahe, asam kandis, serta berbagai tanaman dan produk lokal lainnya.

“Pada kesempatan Gema Membangun Desa di Serimbu ini, kami juga memberikan informasi tentang hasil hutan bukan kayu kepada masyarakat. Ada madu, jahe, asam kandis dan berbagai produk lainnya yang berasal dari hutan,” katanya.

Selain memberikan edukasi, produk-produk tersebut turut dipasarkan dalam kegiatan GMD sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap masyarakat pengelola perhutanan sosial.

Adi Yani menyebut produk perhutanan sosial dari berbagai wilayah di Kabupaten Landak turut dipasarkan dalam kegiatan tersebut. Hingga kegiatan berlangsung, nilai transaksi produk yang terjual disebut telah mencapai sekitar Rp2,5 juta.

“Alhamdulillah, tadi kurang lebih sudah hampir Rp2,5 juta yang laku. Produk yang dijual merupakan hasil perhutanan sosial atau hutan desa yang ada di Kabupaten Landak,” ungkapnya.

Menurut Adi Yani, pengembangan produk hasil hutan bukan kayu tidak hanya berhenti pada produksi. Pemerintah juga berupaya membantu masyarakat meningkatkan kualitas pengelolaan usaha, termasuk dari sisi pemasaran dan kemasan.

Ia menjelaskan, pembinaan perhutanan sosial dilakukan melalui tiga aspek utama, yakni kelola kelembagaan, kelola kawasan, dan kelola usaha.

“Kelola usaha itu kita mencarikan peluang-peluang untuk pemberdayaan masyarakat berupa produk-produk tadi. Di samping itu, produk-produk itu kita pasarkan. Tentu agar menarik bagi konsumen, kita juga bantu bagaimana packaging-nya baik,” jelasnya.

Ia mengatakan kemasan menjadi salah satu faktor penting agar produk lokal memiliki daya saing yang lebih baik di pasaran. Pemerintah juga mendorong penggunaan kemasan yang lebih ramah lingkungan.

Selain kemasan, informasi mengenai asal-usul produk atau ketelusuran juga menjadi bagian yang didorong dalam pengembangan produk masyarakat.

“Kita cantumkan di situ ketelusuran, dari mana produk itu diambil, petaninya siapa, kemudian kapan diambil atau ditanam. Itu penting untuk memberikan informasi kepada konsumen,” katanya.

Tidak hanya pengembangan produk, Dinas LHK Kalbar juga melakukan persemaian dan pembibitan berbagai tanaman hutan serta tanaman buah produktif untuk dibagikan kepada masyarakat.

Adi Yani mengatakan bibit tersebut dibagikan secara cuma-cuma sebagai bagian dari upaya mendorong penghijauan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kurang lebih ada 200 sampai 500 bibit yang kita bagikan cuma-cuma kepada masyarakat,” ujarnya.

Khusus Desa Serimbu sebagai lokasi pelaksanaan GMD ke-IV, pemerintah melalui Dinas LHK Kalbar juga menyerahkan bibit kepada masyarakat setempat.

“Karena lokasi kegiatan Gema Membangun Desa ini di Desa Serimbu, maka Desa Serimbu kita bagikan sekitar 500 bibit. Itu dari Pak Gubernur melalui Dinas LHK,” kata Adi Yani.

Melalui kegiatan GMD ke-IV, Pemprov berharap pengembangan potensi lokal dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan. Penguatan ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal dan hasil hutan diharapkan mampu menciptakan nilai tambah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan secara berkelanjutan.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UGM dan Dinas Pendidikan Singkawang Perkuat Sinergi Pengembangan Pembelajaran Berbasis Teknologi

    UGM dan Dinas Pendidikan Singkawang Perkuat Sinergi Pengembangan Pembelajaran Berbasis Teknologi

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR, SINGKAWANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang menerima kunjungan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam rangka dialog pengembangan pendidikan dasar dan menengah yang berlangsung di Aula Kartini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, Kamis (6/8). Tim Fakultas Filsafat UGM dipimpin oleh Dr. Sonjoruri Budiani Trisakti, S.S., M.A., didampingi […]

  • Imigrasi Gandeng KPK untuk Pembenahan Instansi

    Imigrasi Gandeng KPK untuk Pembenahan Instansi

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    SURABAYA – Direktorat Jenderal Imigrasi menghadirkan Kepala Satuan Tugas Program Pengendalian Gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nensi Natalia, untuk memberikan pembekalan penguatan integritas kepada jajaran internal keimigrasian dalam rangka pembenahan instansi. Kehadiran perwakilan KPK ini menjadi agenda utama dalam Sosialisasi Penguatan Kepatuhan Internal Terintegrasi yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu s.d. Jumat (1 […]

  • Kurang dari 24 Jam, Pelaku Curanmor di Pontianak Ditangkap Polisi

    Kurang dari 24 Jam, Pelaku Curanmor di Pontianak Ditangkap Polisi

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      YOKALBAR PONTIANAK — Tim Jatanras Polresta Pontianak bersama Polsek Pontianak Timur berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kurang dari 24 jam setelah laporan diterima masyarakat. Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto,S.I.K.,M.Si. melalui Kasat Reskrim Akp Happy Margowati Suyono,S.I.K.,M.H. menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan warga yang kehilangan sepeda motor saat […]

  • Wali Kota Singkawang Serukan Dukungan untuk Ekspedisi Merah Putih 2026 di Perbatasan

    Wali Kota Singkawang Serukan Dukungan untuk Ekspedisi Merah Putih 2026 di Perbatasan

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      YOKALBAR SINGKAWANG – Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengajak masyarakat, komunitas otomotif, instansi pemerintah, dunia usaha, dan organisasi kepemudaan untuk bersama-sama menyukseskan Ekspedisi Merah Putih 2026 yang akan berlangsung pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Kegiatan yang diselenggarakan Rumah Jurnalis bersama MyPertamina tersebut akan menghadirkan […]

  • KETUA DEKRANASDA KALBAR, Hj. ERLINA RIA NORSAN, DORONG DAYA SAING PRODUK UNGGULAN KALBAR DI INACRAFT 2026

    KETUA DEKRANASDA KALBAR, Hj. ERLINA RIA NORSAN, DORONG DAYA SAING PRODUK UNGGULAN KALBAR DI INACRAFT 2026

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      YOKALBAR JAKARTA – Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Dr. Hj. Erlina Ria Norsan, S.H., M.H., dengan didampingi Wakil Ketua Dekranasda Prov. Kalimantan Barat, Ny. Donata Dirasig Krisantus Kurniawan, S.H.,M.H., menghadiri pembukaan pameran kerajinan tangan terbesar di Asia Tenggara, The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026, yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), […]

  • jaksa kejati kalbar

    Kejati Kalbar Sasar Tipikor di Dunia Pertambangan

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR PONTIANAK – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (Kejati Kalbar) kian mengencangkan penanganan dugaan tindak pidana korupsi di sektor pertambangan bauksit. Senin (5/1/2026), Tim Penyidik Pidana Khusus Kejati Kalbar melakukan upaya paksa berupa penggeledahan serentak di lima lokasi strategis yang diduga berkaitan langsung dengan aktivitas pertambangan bauksit PT Laman Mining. Penggeledahan yang berlangsung sejak pukul 09.00 […]

expand_less