Kades Temajuk: Pengibaran 1.000 Bendera Perkuat Nasionalisme, Warga Berharap PLB Segera Dibuka
- account_circle Admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Yokalbar SAMBAS – Kegiatan Ekspedisi Merah Putih melalui pengibaran dan pembagian 1.000 Bendera Merah Putih di kawasan Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Sabtu (1/8/2026), disambut antusias oleh masyarakat perbatasan.
Kepala Desa Temajuk, Agil Firmansyah, mengatakan kegiatan tersebut memiliki makna penting dalam memperkuat semangat nasionalisme masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Menurutnya, pengibaran ribuan bendera Merah Putih menjadi pengingat bahwa masyarakat Temajuk merupakan bagian terdepan dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Melalui kegiatan pengibaran 1.000 Bendera Merah Putih ini tentunya dapat meningkatkan jiwa nasionalisme masyarakat yang berada di perbatasan demi menjaga kedaulatan negara,” ujarnya.
Ia mengaku terharu melihat tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut. Sejak pagi, warga dari berbagai kalangan memadati lokasi acara untuk mengikuti rangkaian seremonial pengibaran dan pembagian bendera.
“Antusias masyarakat hari ini sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa rasa cinta terhadap Indonesia tetap kuat di wilayah perbatasan,” katanya.
Selain menjadi momentum menumbuhkan nasionalisme, Agil mengatakan masyarakat juga menaruh harapan besar terhadap rencana pembukaan kembali Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk yang telah lama dinantikan.
Menurutnya, sejak penutupan akibat pandemi COVID-19 pada 2019, aktivitas lintas batas masyarakat terhenti sehingga berdampak terhadap perekonomian warga.
“Sejak COVID-19 tahun 2019, pos ini ditutup total dan sampai sekarang belum dibuka kembali. Mudah-mudahan dalam bulan Agustus ini bisa segera diresmikan sehingga aktivitas masyarakat di perbatasan kembali berjalan lancar,” ungkapnya.
Ia menilai keberadaan PLB memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat Temajuk, terutama melalui sektor perdagangan dan pariwisata.
Dengan dibukanya kembali akses lintas batas, kunjungan wisatawan diyakini akan meningkat dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.
“Pembukaan PLB sangat diharapkan karena dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong perkembangan pariwisata di Temajuk,” jelasnya.
Selain sektor wisata, Agil menyebut potensi produk lokal yang dapat dipasarkan ke Malaysia juga cukup besar. Di antaranya kuliner khas Indonesia yang diminati masyarakat Malaysia, serta hasil tangkapan laut dari para nelayan Temajuk.
“Selain pariwisata, kuliner Indonesia juga memiliki daya tarik bagi masyarakat Malaysia. Kemudian hasil tangkapan ikan dari nelayan kami juga memiliki potensi untuk dipasarkan ke negara tetangga apabila akses lintas batas kembali dibuka,” pungkasnya.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar