BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Kalbar » BPBD Kalbar Dorong Mitigasi Struktural dan Nonstruktural Hadapi Banjir

BPBD Kalbar Dorong Mitigasi Struktural dan Nonstruktural Hadapi Banjir

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

YOKALBAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem, sebagai respons terhadap peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalbar.

“Kami sudah menetapkan status siaga darurat untuk bencana banjir, puting beliung, dan tanah longsor. Selain itu, BPBD juga melakukan patroli air guna mengawasi sungai-sungai yang berpotensi meluap akibat intensitas hujan yang tinggi. Kami mendorong seluruh warga agar tetap memperhatikan kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan,” kata Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar Daniel di Pontianak.

Daniel mengatakan, berdasarkan informasi dari BMKG Supadio Pontianak cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Kalbar pada periode 11-20 Maret 2025.

Dalam seminggu terakhir, hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang telah terjadi di banyak wilayah. Kondisi ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Dengan berbagai upaya mitigasi yang dilakukan, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan segera melapor jika terjadi indikasi bencana.

BPBD Kalbar juga mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi.

Dia menambahkan, BPBD Kalbar mencatat ada 559 desa dan kelurahan di 14 kabupaten/kota yang dipetakan sebagai daerah rawan banjir.

Pemetaan ini dilakukan agar pemerintah daerah dapat merancang strategi mitigasi yang tepat guna.

“Mitigasi bencana terbagi menjadi dua, yaitu mitigasi nonstruktural dan mitigasi struktural,” tuturnya.

Mitigasi nonstruktural meliputi regulasi seperti peraturan daerah (perda) dan peraturan gubernur (pergub) yang mengatur pengelolaan lingkungan.

Sementara itu, mitigasi struktural berkaitan dengan pembangunan fisik seperti normalisasi sungai dan perbaikan sistem drainase.

Daniel menegaskan bahwa penyebab utama banjir di Kalimantan Barat bukan hanya faktor hujan, melainkan juga kondisi lingkungan yang semakin rusak.

“Hujan hanyalah pemicu. Akar persoalannya adalah kapasitas sungai dan saluran air yang tidak lagi mampu menampung debit air akibat pendangkalan dan penyempitan. Oleh karena itu, normalisasi sungai harus dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Selain itu, sistem drainase di wilayah perkotaan juga menjadi perhatian. Banyak saluran yang tidak berfungsi optimal sehingga menyebabkan genangan air dalam waktu singkat.

“Di beberapa titik di Kota Pontianak, seperti kawasan Siantan dan Jembatan Tol, hujan sebentar saja sudah menyebabkan banjir. Ini menunjukkan bahwa sistem drainase perlu direvitalisasi,” katanya.

Faktor lain yang memperburuk kondisi banjir adalah berkurangnya tutupan hutan di wilayah hulu sungai. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan upaya reboisasi serta penegakan hukum yang lebih ketat terhadap pelanggaran tata ruang.

“Tidak boleh ada pembiaran terhadap pelanggaran tata ruang, terutama di daerah aliran sungai. Harus ada tindakan tegas,” ujar Daniel.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPBD Kalbar Kerahkan Lima Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Rasau Jaya, Minta Dukungan Operasi Udara

    BPBD Kalbar Kerahkan Lima Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Rasau Jaya, Minta Dukungan Operasi Udara

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    KUBURAYA- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat mengerahkan lima tim gabungan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Rasau Jaya 3, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (5/6/2026). Operasi tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat yang diterima melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kalbar.   Kepala Bidang Kedaruratan dan […]

  • Pemkab Mempawah Cek Dapur MBG

    Pemkab Mempawah Cek Dapur MBG

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR MEMPAWAH -Selain meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Sungai Pinyuh, Penjabat (Pj) Bupati Mempawah, Ismail, juga mengecek kondisi dapur MBG yang menjadi pusat penyediaan makanan bergizi bagi para siswa. Dalam kesempatan tersebut, Ismail menegaskan bahwa program MBG yang merupakan salah satu program utama Presiden Republik […]

  • Gubernur Ria Norsan Siap Jadikan 2026 Tahun Akselerasi Pembangunan Kalbar

    Gubernur Ria Norsan Siap Jadikan 2026 Tahun Akselerasi Pembangunan Kalbar

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum akselerasi pembangunan di Kalimantan Barat. Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin Apel Perdana Tahun 2026 di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Kalbar, Senin (5/1/2026). Apel perdana hari pertama berkantor di tahun 2026 itu diikuti oleh Wakil Gubernur […]

  • Gubernur Ria Norsan Targetkan Jalan Mantap Kalbar Capai 80 Persen dalam Lima Tahun

    Gubernur Ria Norsan Targetkan Jalan Mantap Kalbar Capai 80 Persen dalam Lima Tahun

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      Gubernur Ria Norsan Targetkan Jalan Mantap Kalbar Capai 80 Persen dalam Lima Tahun YoKalbar Pontianak— Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menargetkan tingkat kemantapan jalan di Kalimantan Barat dapat meningkat hingga 80 persen dalam lima tahun ke depan. Saat ini, kondisi jalan mantap di provinsi tersebut masih berada di kisaran 60 persen. Norsan mengatakan, pemerintah […]

  • Rakor Karhutla Mempawah, Minimalisir Dampak Bencana

    Rakor Karhutla Mempawah, Minimalisir Dampak Bencana

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR MEMPAWAH — Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Balairung Setia, Kantor Bupati Mempawah, Rabu (11/2/2026). Rakor tersebut digelar sebagai langkah antisipatif menyusul meningkatnya potensi kebakaran akibat rendahnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Dalam sambutannya, Juli Suryadi mengungkapkan bahwa […]

  • Disdikbud Kalbar Pastikan Belajar Tetap Berjalan Pascakebakaran SMAN 1 Toho

    Disdikbud Kalbar Pastikan Belajar Tetap Berjalan Pascakebakaran SMAN 1 Toho

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MEMPAWAH – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat memastikan proses belajar mengajar di SMA Negeri 1 Toho, Kabupaten Mempawah, tetap berlangsung meski sebagian bangunan sekolah mengalami kebakaran pada Kamis (19/3/2026) dini hari. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah penyesuaian agar aktivitas pendidikan tidak terganggu selama […]

expand_less