Gubernur Ria Norsan: IPM Kalbar Naik di Tahun 2025
- account_circle Admin
- calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Gubernur Norsan Tegaskan Komitmen Pembangunan Inklusif di HUT ke-69 Pemprov Kalbar
YoKalbar — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Hal itu ia sampaikan saat menjadi inspektur upacara di halaman Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (28/1/2026).
Ia mengatakan bahwa peringatan HUT Pemprov Kalbar bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi atas perjalanan panjang pemerintahan daerah sejak ditetapkan sebagai provinsi otonom pada 28 Januari 1957. Menurutnya, fondasi persatuan dan pengabdian yang telah dibangun para pendahulu menjadi amanah untuk dilanjutkan melalui kerja nyata dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Momentum ini menjadi ruang refleksi sekaligus pengingat bahwa pembangunan Kalimantan Barat harus terus bergerak maju, merata, dan dirasakan oleh seluruh masyarakat,” kata Gubernur.
Mengusung tema “Bergerak Maju Bersama Membangun Kalimantan Barat Sejahtera”, Gubernur menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Ia juga mengatakan pembangunan harus menjangkau seluruh wilayah, mulai dari perdesaan, perbatasan, pedalaman, hingga kawasan pesisir.
Sepanjang tahun 2025, Kalimantan Barat mencatat sejumlah capaian makro yang dinilai positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 72,09 poin, naik sekitar 0,90 poin dibandingkan tahun 2024. Angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 6,16 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 8,47 persen.
Selain itu, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,82 persen, sementara pertumbuhan ekonomi hingga triwulan III 2025 mencapai 5,30 persen dan diproyeksikan berada pada kisaran 5,1–5,3 persen. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun 2024 yang berada di angka 4,9 persen.
Gubernur juga menyebut pemerataan pembangunan infrastruktur dasar terus berjalan, mencakup pembangunan jalan dan jembatan, akses listrik, serta penyediaan air bersih. Di sisi lain, kinerja fiskal daerah tetap terjaga sehingga berbagai program pembangunan dapat dilaksanakan sesuai target.
Meski demikian, Norsan mengakui masih terdapat tantangan, terutama terkait keterbatasan fiskal dan penyelarasan program strategis nasional dan daerah akibat berkurangnya dana transfer ke daerah. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut kebijakan fiskal yang cermat serta terobosan inovatif.
“Saya mengajak seluruh bupati dan wali kota serta seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, memanfaatkan teknologi, dan mengoptimalkan potensi daerah,” tutupnya.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar