Wakil Gubernur Kalbar Sebut Gawai Dayak Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Berbasis Budaya dan Investasi Inklusif Kalbar
- account_circle Admin
- calendar_month 15 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Gubernur Kalbar Sebut Gawai Dayak Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Berbasis Budaya dan Investasi Inklusif Kalbar
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
YOKALBAR PONTIANAK – Gawai Dayak XV Kabupaten Sekadau menjadi momentum untuk memperkuat peran budaya sebagai penggerak pembangunan daerah yang inklusif, dengan menempatkan pelestarian adat, pengembangan ekonomi kreatif, dan investasi yang berpihak kepada masyarakat sebagai satu kesatuan agenda pembangunan.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Wagub Kalbar), Krisantus Kurniawan, saat membuka Gawai Dayak XV Kabupaten Sekadau Tahun 2026, didampingi Ketua Bidang I TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Donata Krisantus, di Betang Youth Center, Jalan Panglima Naga, Selasa (21/7/2026).
Mengusung semangat pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan masyarakat, Gawai Dayak Kabupaten Sekadau diselenggarakan selama lima hari, mulai 21 hingga 25 Juli 2026. Perhelatan tahunan ini menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat Dayak atas hasil kerja dan panen selama satu tahun, sekaligus menjadi ruang memperkuat persatuan, melestarikan adat istiadat, serta menggerakkan ekonomi masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sekadau bersama Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sekadau yang secara konsisten menjaga keberlangsungan Gawai Dayak sebagai warisan budaya yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan daerah.
“Gawai Dayak bukan sekadar pesta adat, tetapi juga menjadi ruang mempererat persaudaraan, melestarikan budaya, sekaligus mempromosikan potensi daerah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen mendukung setiap kegiatan adat dan budaya karena itulah identitas yang harus terus kita jaga. Melalui Gawai ini, mari kita rawat semangat kebersamaan, gotong royong, dan toleransi agar Kalimantan Barat tetap harmonis dan maju,” ujarnya.
Ia juga mengajak para pelaku UMKM, pengrajin, dan ekonomi kreatif memanfaatkan momentum Gawai Dayak sebagai sarana memperkenalkan produk-produk unggulan lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Pada kesempatan tersebut, Krisantus turut menekankan pentingnya penguatan tiga pilar utama masyarakat Dayak, yakni kedaulatan politik, kepribadian budaya, dan kemandirian ekonomi. Menurutnya, masyarakat Dayak harus semakin berani tampil sebagai pelaku utama dalam kepemimpinan daerah sekaligus memperkuat kapasitas ekonomi melalui lahirnya lebih banyak pengusaha dan investor dari kalangan masyarakat Dayak.
“Kepribadian budaya kita sudah terbentuk dan terus terpelihara melalui pelaksanaan Gawai Dayak dari tahun ke tahun. Namun dari sisi ekonomi, kita masih harus memperkuat diri agar semakin banyak lahir pengusaha dan investor Dayak yang mampu menggerakkan perekonomian daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Krisantus menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk menciptakan iklim investasi yang sehat, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar