Pemuda Nahdliyin Kalbar Deklarasikan Dukungan kepada Gus Yusuf untuk Pimpin PBNU
- account_circle Admin
- calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PONTIANAK – Dukungan terhadap KH. Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf untuk maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus bermunculan dari berbagai daerah. Di Kalimantan Barat, dukungan tersebut disampaikan oleh Komunitas Kita Muda Nahdliyin Kalimantan Barat dalam sebuah pertemuan di Warung Kopi Alvan, Pontianak, Minggu (5/7/2026).
Koordinator Kita Muda Nahdliyin Kalbar, Husni, menilai Gus Yusuf merupakan sosok yang tepat memimpin PBNU pada periode mendatang. Menurutnya, pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, itu memiliki rekam jejak pengabdian yang kuat kepada umat dan dunia pendidikan pesantren.
“Beliau tidak silau dengan jabatan. Itu yang membedakannya,” ujar Husni, yang juga mantan Ketua PMII Pontianak Raya.
Husni mengatakan, Gus Yusuf dikenal sebagai kiai yang mengedepankan kerja nyata dalam pengabdiannya. Hal tersebut, menurutnya, tercermin dalam pengembangan Pondok Pesantren API Tegalrejo yang kini menaungi lebih dari 10.000 santri.
Selain mengelola pendidikan pesantren, Yayasan Syubbanul Wathon yang dipimpin Gus Yusuf juga membawahi lembaga pendidikan formal mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, termasuk sekolah menengah kejuruan berbasis vokasi. Di bidang pelayanan masyarakat, yayasan tersebut juga mengelola Radio Fast FM sebagai media dakwah serta Rumah Sakit Umum Syubbanul Wathon.
Husni menilai keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan Gus Yusuf dalam menjaga tradisi pesantren sekaligus mendorong inovasi di berbagai bidang.
Menurutnya, Gus Yusuf juga aktif memanfaatkan platform digital sebagai media dakwah tanpa meninggalkan tradisi pengajian kitab kuning yang menjadi ciri khas pesantren Nahdlatul Ulama.
Selain itu, Husni menilai cara pandang Gus Yusuf terhadap politik menjadi salah satu alasan dukungan komunitasnya.
“Gus Yusuf mengajarkan kepada kami bahwa politik adalah sarana, bukan tujuan. Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat dan kemaslahatan umat,” katanya.
Deklarasi dukungan tersebut disampaikan menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026. Muktamar tersebut akan menjadi forum tertinggi organisasi untuk memilih kepengurusan baru PBNU.
Bagi Kita Muda Nahdliyin Kalimantan Barat, muktamar mendatang merupakan momentum penting untuk menghadirkan kepemimpinan NU yang tetap berakar pada tradisi pesantren sekaligus mampu menjawab tantangan zaman.
“Kami dari Kalimantan Barat ingin NU dipimpin oleh kiai yang benar-benar lahir dari pesantren, memiliki rekam jejak pengabdian yang nyata, dan tetap dekat dengan umat,” tutup Husni.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar