Hotspot Karhutla Kalbar Turun Jadi 28, Kemenhut Raja Juli Kerahkan 700 ASN
- account_circle Admin
- calendar_month Senin, 24 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
YoKalbar – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut jumlah titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan data yang diterimanya, jumlah hotspot di Kalbar tersisa 28 titik.
Hal itu disampaikan Raja Juli saat meninjau lokasi karhutla di Desa Rasau Jaya 3, Kabupaten Kubu Raya, Senin (24/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan karhutla berjalan di lapangan.
Raja Juli mengatakan, jumlah hotspot di Kalbar sangat dinamis dan dapat berubah dari waktu ke waktu. Ia menyebut puncak hotspot terjadi pada 19 Agustus 2026 dengan 824 titik.
“Puncaknya itu ada pada tanggal 19 Agustus, 824 hotspot. Tanggal 20-nya turun 93, tanggal 21 naik lagi 442, tanggal 22 naik ke 587. Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, angka hotspot di Kalimantan Barat sisa 28,” kata Raja Juli.
Ia menegaskan data tersebut masih sangat dinamis sehingga angka hotspot dapat kembali berubah. Menurutnya, penurunan hotspot juga tidak selalu berbanding lurus dengan kondisi asap di lapangan.
Hal itu terlihat saat dirinya meninjau langsung salah satu lokasi karhutla di Rasau Jaya 3. Raja Juli menyebut api sudah tidak terlihat, namun asap masih muncul akibat gambut yang terbakar.
“Api juga tidak ada, tapi asap dari gambut masih sangat terlihat. Karena itu perlu pendinginan, perlu pemadaman lebih lanjut,” tambahnya.
Menurut Raja Juli, kebakaran di lahan gambut memiliki tingkat kesulitan tersendiri untuk dipadamkan karena api dapat berada di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat gambut tetap menghasilkan asap meski api di permukaan sudah tidak terlihat.
“Pada dasarnya gambut ini memang paling sulit dipadamkan, apinya ada di bawah dan produksi asapnya, CO2-nya sangat luar biasa,” katanya.
Raja Juli juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan maupun land clearing dengan cara membakar di tengah kondisi cuaca yang dinilainya sangat berisiko.
Ia mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati karena kondisi El Nino yang saat ini berada pada kategori sangat tinggi dan berbahaya dapat membuat kebakaran lebih mudah meluas.
“Jangankan membakar lahan, puntung rokok atau obat nyamuk pun bisa berakibat fatal terhadap karhutla,” ujarnya.
Selain masyarakat, Raja Juli menegaskan korporasi juga menjadi perhatian pemerintah. Ia mengatakan Presiden Prabowo telah memerintahkan agar penegakan hukum terhadap pelanggaran kehutanan dan lingkungan hidup dilakukan tanpa pandang bulu.
“Siapapun yang melakukan tindak pidana kehutanan dan lingkungan hidup akan kita tindak setegas-tegasnya,” tegasnya.
Untuk memperkuat penanganan karhutla, Kementerian Kehutanan juga akan menugaskan ribuan aparatur sipil negara (ASN) ke sejumlah wilayah yang terdampak. Secara nasional, sebanyak 5.000 ASN akan diperbantukan ke enam provinsi.
Dari jumlah tersebut, sekitar 2.200 ASN akan ditempatkan di tiga provinsi di Kalimantan. Khusus Kalimantan Barat, sebanyak 700 ASN akan dikirim dari daerah yang dinilai tidak terlalu terdampak karhutla.
“Khusus untuk Kalimantan Barat akan ada 700 ASN dari daerah-daerah yang tidak terlalu terdampak karhutla akan kita kirim ke sini,” ungkapnya.
Raja Juli juga menugaskan pejabat eselon I Kementerian Kehutanan untuk berkantor di sejumlah provinsi yang terdampak karhutla, termasuk Kalimantan Barat. Sementara dirinya akan melakukan kunjungan secara mobile ke enam provinsi tersebut untuk memantau penanganan karhutla.
Penanganan akan dilakukan bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, Palang Merah Indonesia (PMI), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta masyarakat.
Ia berharap sinergi seluruh pihak dapat mempercepat penanganan karhutla yang dinilai memberikan dampak besar terhadap masyarakat.
“Bersama-sama kita atasi karhutla yang pasti merugikan masyarakat,” tutupnya.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar