Hujan Mulai Turun Disejumlah Wilayah Kalbar
- account_circle Admin
- calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
YoKalbar – Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Barat di tengah kondisi karhutla tidak sepenuhnya merupakan hasil Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
BPBD Kalbar menyebut hujan juga dipengaruhi potensi cuaca alami yang memang terbentuk di sejumlah wilayah.
Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan OMC memang telah dilakukan, namun pihaknya tidak dapat mengklaim hujan yang turun semata-mata merupakan keberhasilan operasi tersebut.
“Kita tidak juga mengklaim itu keberhasilan modifikasi. Memang benar dilakukan operasi modifikasi cuaca. Tetapi juga tentu memang ada potensi hujan kemarin itu di beberapa wilayah di Kalimantan Barat,” kata Daniel kepada tim YoKalbar, pada Rabu, (16/9/2026).
Menurutnya, kolaborasi antara potensi hujan alami dan pelaksanaan OMC tetap patut disyukuri karena hujan yang turun membantu proses penanganan karhutla, meski durasinya belum cukup lama.
Ia menjelaskan, kondisi karhutla di Kalbar saat ini telah memasuki tahap pendinginan. Tim gabungan masih bekerja memastikan bara api yang berada di bawah permukaan lahan gambut benar-benar padam.
“Sekarang operasi pembasahan, pembasahan pendinginan. Operasi pendinginan itu untuk memastikan bara-bara api di dalam gambut, di bagian bawah itu padam,” ujarnya.
Ia menyebut bara api masih ditemukan di sejumlah wilayah, terutama di Ketapang dan Kayong Utara. Operasi darat dan udara masih dilakukan untuk mencegah bara tersebut kembali memicu kebakaran.
Sementara itu, asap pekat yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kalbar tidak seluruhnya berasal dari karhutla di dalam provinsi. Daniel mengatakan pergerakan angin membawa asap dari wilayah lain di Pulau Kalimantan menuju Kalbar.
“Asap yang sekarang pekat ini bukan murni dari kebakaran di Kalimantan Barat, ini kiriman juga,” katanya.
Untuk peluang hujan, Daniel menyebut berdasarkan informasi BMKG, sejumlah wilayah Kalbar masih berpotensi mengalami hujan pada 16 September 2026. Hujan ringan berpotensi terjadi di Kayong Utara, Singkawang dan Melawi.
Sedangkan hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Bengkayang, Kapuas Hulu, Ketapang, Pontianak, Kubu Raya, Landak, Mempawah, Sintang dan Sanggau.
Namun, keberadaan potensi hujan tersebut tidak otomatis membuat OMC dapat dilakukan. Operasi tetap bergantung pada pertumbuhan awan konvektif yang menjadi sasaran.
“Modifikasi tetap jalan selama ada pertumbuhan awan konvektif,” jelasnya.
Daniel mengatakan informasi mengenai pertumbuhan awan konvektif dari BMKG akan langsung terhubung dengan operator OMC untuk menentukan pelaksanaan operasi.
“OMC itu tidak bisa dilakukan berdasarkan tanggal, tapi berdasarkan pertumbuhan awan konvektif,” katanya.
Ia berharap hujan dengan intensitas lebat dan durasi panjang kembali mengguyur Kalbar. Kondisi tersebut dinilai sangat membantu proses pembasahan lahan gambut dan memastikan bara yang masih tersimpan di bawah permukaan benar-benar padam.
“Mudah-mudahan hari ini bisa hujan lagi seperti malam tadi. Karena satu-satunya yang bisa membuat karhutla ini zero sama sekali adalah hujan dengan intensitas lebat dan lama,” tutupnya.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar