BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Kalbar » Link-AR Soroti Rencana Perluasan Sawit 1,65 Juta Hektare di Kalbar

Link-AR Soroti Rencana Perluasan Sawit 1,65 Juta Hektare di Kalbar

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Yokalbar PONTIANAK – Lingkaran Advokasi dan Riset (Link-AR) Borneo menyoroti rencana perluasan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat (Kalbar) hingga 3,7-3,9 juta hektare. Rencana tersebut menjadi sorotan di tengah Karhutla dan kabut asap yang kembali melanda sejumlah wilayah Kalbar.

Direktur Eksekutif Link-AR Borneo, Ahmad Syukri, mengatakan persoalan Karhutla tidak bisa hanya diselesaikan dengan memadamkan api. Menurutnya, pemerintah perlu melihat persoalan tata kelola dan penguasaan lahan dalam skala besar.

“Kita memberikan satu penjelasan bahwa akar soal yang ada itu adalah ketimpangan penguasaan tanah dan hutan dalam jumlah yang skala besar, yang itu dimiliki oleh perusahaan sawit, perusahaan tambang, dan perizinan kehutanan PBPH,” kata Syukri.

Syukri menyebut luas perkebunan sawit di Kalbar saat ini sekitar 2,1 juta hektare. Sementara izin perkebunan sawit yang telah diterbitkan mencapai sekitar 2,9 juta hektare.

Di sisi lain, lanjut dia, masih terdapat rencana perluasan perkebunan sawit hingga 3,7-3,9 juta hektare.

“Berarti ada kurang lebih 1,65 juta hektare rencana penambahan perluasan sawit,” ujarnya.

Soroti Izin PBPH dan Pertambangan

Syukri juga menyoroti luas kawasan Kalbar yang masuk dalam perizinan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH). Menurutnya, sekitar 2,7 juta hektare wilayah Kalbar berada dalam perizinan tersebut.

Selain itu, terdapat kawasan yang digunakan untuk aktivitas pertambangan, termasuk pertambangan bauksit.

Menurut Syukri, pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin dan pola penguasaan lahan di Kalbar. Dia menilai penanganan Karhutla tidak boleh hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi.

“Harus ada langkah taktis, operasional sampai strategis untuk menghentikan persoalan Karhutla dan bencana asap ini,” katanya.

Minta Bantuan untuk Pemadam di Lapangan

Di tengah Karhutla yang terjadi, Syukri juga meminta pemerintah memperkuat dukungan kepada kelompok masyarakat yang terlibat langsung dalam pemadaman.

Salah satunya Masyarakat Peduli Api (MPA) di desa-desa. Menurutnya, MPA sering berada di garis depan untuk menangani kebakaran, termasuk di kawasan pedalaman.

Namun, fasilitas yang dimiliki masih terbatas.

“Mereka sangat terbatas bantuan alat, bahkan selang dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Syukri berharap bantuan penanganan Karhutla dari pemerintah pusat juga dapat dirasakan MPA di tingkat desa.

“Harapannya dari dana yang kemudian dikucurkan oleh pusat mereka mendapatkan bantuan itu. MPA-MPA di desa-desa mendapatkan kucuran bantuan itu karena merekalah garis terdepan untuk pemadaman api yang ada di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Dia juga menyoroti pemadam kebakaran swasta di Kota Pontianak yang turut membantu pemadaman di sejumlah wilayah.

Menurut Syukri, terdapat lebih dari 60 pemadam kebakaran swasta yang bergerak membantu pemadaman.

Minta Perusahaan Pelanggar Ditindak Tegas

Syukri mengatakan dampak Karhutla saat ini tidak boleh dianggap persoalan biasa. Dia menyebut terdapat korban meninggal dunia yang berkaitan dengan Karhutla, baik akibat kebakaran maupun gangguan kesehatan.

Selain itu, terdapat rumah warga yang ikut terbakar.

Karena itu, Syukri meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap seluruh perizinan di Kalbar.

“Pemerintah harus melakukan suatu evaluasi perizinan di seluruh Kalimantan Barat dan memastikan perusahaan-perusahaan yang terbukti melakukan kejahatan terhadap kebakaran hutan ini harus ditindak tegas,” tegasnya.

Dia mendorong perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran diberikan sanksi maksimal. Salah satunya berupa pencabutan izin serta kewajiban memulihkan kawasan yang rusak.

“Dicabut izinnya, diberikan tanggung jawab untuk pemulihan, baik HAM maupun pemulihan terhadap hutan dan kawasan yang telah dirusak,” katanya.

Singgung Potensi Ekosida

Syukri juga menyinggung kerusakan lingkungan yang terjadi berulang akibat Karhutla. Dia menyebut kondisi tersebut dapat mengarah pada apa yang disebutnya sebagai ekosida.

“Kenapa dia bisa dikatakan sebagai ekosida? Karena ini sudah berulang puluhan kali. Kemudian yang kedua, pemerintah tidak melakukan tindakan apa-apa,” ujarnya.

Dia meminta pemerintah tidak menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan untuk mengurangi penanganan Karhutla.

Menurutnya, dampak bencana tersebut tidak berhenti ketika api berhasil dipadamkan.

“Situasi darurat ini membahayakan keselamatan masyarakat, membahayakan terutama kehidupan sosial, bahkan pasca ini,” katanya.

Syukri juga mengingatkan kerusakan kawasan gambut akibat Karhutla berpotensi menimbulkan bencana lain saat musim hujan.

“Pasca Karhutla nanti gambut-gambutnya rusak. Pada saat musim hujan, dia tidak mampu menyerap air. Maka ancaman yang ke depan bisa terjadi adalah bencana banjir yang skala besar,” pungkasnya.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Timberland Medical Centre Siapkan Layanan Jemput di PLBN, Bidik Wisatawan Medis Asal Kalbar

    Timberland Medical Centre Siapkan Layanan Jemput di PLBN, Bidik Wisatawan Medis Asal Kalbar

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    KUCHING – Timberland Medical Centre Kuching, Sarawak, Malaysia, terus memperkuat posisinya sebagai salah satu rumah sakit swasta pilihan bagi wisatawan medis di kawasan Borneo, khususnya pasien asal Kalimantan Barat (Kalbar), Indonesia. Rumah sakit yang berdiri sejak 1994 dan kini berada di bawah jaringan IHH Healthcare Malaysia itu bahkan menyiapkan layanan penjemputan khusus bagi pasien dari […]

  • Lonjakan Titik Panas Awal 2026, BPBD Kalbar Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla

    Lonjakan Titik Panas Awal 2026, BPBD Kalbar Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR – Lonjakan jumlah titik panas (hotspot) di Kalimantan Barat pada awal 2026 menjadi alarm dini potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), tercatat sebanyak 1.575 hotspot tersebar di 14 kabupaten/kota sepanjang periode 1–30 Januari 2026. Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana BPBD Kalimantan Barat, Daniel, […]

  • Norsan Dorong Alat Berat Jadi Solusi Buka Lahan Tanpa Bakar

    Norsan Dorong Alat Berat Jadi Solusi Buka Lahan Tanpa Bakar

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YoKalbar Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mendorong penggunaan alat berat sebagai salah satu solusi pembukaan lahan, terutama di tengah tingginya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat cuaca panas dan kemarau. Menurut Norsan, pembukaan lahan tanpa membakar menjadi langkah yang perlu didorong untuk mencegah munculnya titik api baru. Pemerintah pun perlu mencari alternatif […]

  • Puteri Indonesia Kalimantan Barat Tahun 2026, Anggelia Mercyana

    Puteri Indonesia Kalimantan Barat Tahun 2026, Anggelia Mercyana Dapatkan Dukungan Dari Gubernur Kalbar Ria Norsan

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      YOKALBAR PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan menerima audiensi Puteri Indonesia Kalimantan Barat Tahun 2026, Anggelia Mercyana, di Ruang Kerja Gubernur Kalbar, Senin (30/3/2026), untuk membahas kesiapan representasi Kalbar di ajang Puteri Indonesia tingkat nasional sekaligus mendorong peran strategis duta daerah dalam memperkuat promosi potensi budaya, pariwisata, dan citra daerah di tingkat nasional. […]

  • Pemprov  Dorong Peningkatan Akses Pendidikan di Melawi untuk Dongkrak IPM Kalbar

    Pemprov  Dorong Peningkatan Akses Pendidikan di Melawi untuk Dongkrak IPM Kalbar

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MELAWI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat pemerataan layanan pendidikan sebagai strategi utama meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Salah satu daerah yang menjadi perhatian adalah Kabupaten Melawi, yang masih menghadapi tantangan akses pendidikan, terutama di wilayah terpencil.   Menurut Ria Norsan, peningkatan IPM provinsi sangat bergantung pada capaian IPM di setiap kabupaten dan kota. […]

  • Pertamina Patra Niaga: Ekspedisi Merah Putih Perkuat Nasionalisme di Benteng Terdepan NKRI

    Pertamina Patra Niaga: Ekspedisi Merah Putih Perkuat Nasionalisme di Benteng Terdepan NKRI

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Yokalbar SAMBAS – PT Pertamina Patra Niaga melalui Sales Area Kalimantan Barat menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan semangat kebangsaan di wilayah perbatasan melalui kolaborasi pada kegiatan Ekspedisi Merah Putih yang ditandai dengan pengibaran dan pembagian 1.000 Bendera Merah Putih di kawasan Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Sabtu […]

expand_less