Hotspot Nihil, BPBD Kalbar Tetap Siagakan Satgas Darat dan Udara Antisipasi Karhutla
- account_circle Admin
- calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Satuan Tugas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalbar, Daniel, SE., S.Pd,
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PONTIANAK – Tidak ditemukannya titik panas (hotspot) di Kalimantan Barat bukan berarti ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah berakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat memastikan seluruh personel tetap bersiaga melakukan patroli dan pemantauan di sejumlah wilayah rawan.
Ketua Satuan Tugas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio pada Selasa (9/6/2026), tidak terdapat hotspot yang terdeteksi di seluruh wilayah Kalimantan Barat.
“Kondisi hari ini memang tidak terdeteksi adanya hotspot. Namun, kami tetap melaksanakan patroli dan pemantauan di lapangan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” ujar Daniel.
Menurutnya, meski citra satelit menunjukkan kondisi yang relatif aman, petugas di lapangan masih melakukan operasi pemadaman dan pendinginan di sejumlah lokasi yang sebelumnya terdampak karhutla.
Di Kabupaten Kubu Raya, tim gabungan masih melakukan penanganan di Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar empat hektare. Hingga kini sekitar 2,5 hektare telah berhasil dipadamkan, sementara proses pendinginan masih terus dilakukan karena masih ditemukan bara api di beberapa titik.
Sementara itu, di Kabupaten Sambas, tim Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang tetap melaksanakan patroli di Desa Mentibar, Kecamatan Paloh. Kebakaran yang sebelumnya menghanguskan sekitar 4,7 hektare lahan telah berhasil dipadamkan sepenuhnya, namun pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya api kembali.
Adapun di Kabupaten Ketapang, kebakaran lahan seluas sekitar 0,5 hektare di Desa Pembedilan, Kecamatan Kendawangan, juga telah berhasil dikendalikan.
Daniel menegaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat masih memberlakukan Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Karhutla yang berlaku sejak 2 Februari hingga 15 November 2026. Status tersebut menjadi dasar penguatan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.
Selain mengoptimalkan patroli darat, BPBD Kalbar juga tetap menyiagakan armada udara, baik helikopter patroli maupun helikopter water bombing, sehingga dapat segera dikerahkan apabila terjadi peningkatan aktivitas kebakaran di wilayah tertentu.
“Kami tidak boleh lengah meskipun hotspot nihil. Seluruh personel tetap siaga agar setiap potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas,” kata Daniel.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan api serta segera melaporkan apabila menemukan titik kebakaran di lingkungan sekitar.
“Pencegahan adalah langkah yang paling efektif. Kami berharap seluruh masyarakat ikut menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan, terutama saat memasuki musim kemarau,” pungkasnya.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar