BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Kalbar » 14 Warisan Budaya Takbenda (WBTb) asal Kalimantan Barat berhasil lolos ke tahap presentasi final tingkat nasional

14 Warisan Budaya Takbenda (WBTb) asal Kalimantan Barat berhasil lolos ke tahap presentasi final tingkat nasional

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

YOKALBAR – Sebanyak 14 Warisan Budaya Takbenda (WBTb) asal Kalimantan Barat berhasil lolos ke tahap presentasi final tingkat nasional setelah sebelumnya mengikuti presentasi awal di Kementerian Kebudayaan RI pada 3 Juli 2026.

Ke-14 WBTb tersebut menjadi bagian dari 52 warisan budaya yang diusulkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) pada tahun 2026. Sebanyak 14 usulan yang telah mengikuti tahap awal dinyatakan berhak melanjutkan proses menuju presentasi final.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Syarif Faisal Alqadri, mengatakan ke-14 usulan tersebut berasal dari delapan kabupaten/kota di Kalbar dengan bentuk warisan budaya yang beragam.

“Yang 14 ini sudah dipresentasikan pada 3 Juli kemarin. Berdasarkan informasi dari Kementerian Kebudayaan, semuanya lolos untuk mengikuti presentasi final,” ujarnya, Senin 13 Juli 2026.

Presentasi final tersebut dijadwalkan berlangsung sekitar September atau Oktober 2026. Setelah tahapan tersebut, usulan akan kembali dinilai sebelum nantinya ditetapkan secara resmi sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Faisal menjelaskan, sejumlah warisan budaya yang masuk dalam 14 usulan tersebut berasal dari berbagai kategori, mulai dari kuliner tradisional, seni pertunjukan, tari tradisional, hingga tradisi dan ritual adat.

Beberapa di antaranya yakni Tapai Manaon Kabupaten Mempawah, Coypan dan Mi Asin dari Kota Singkawang, Tari tradisional dari sejumlah daerah di Kalimantan Bara, Ritual adat dari Kabupaten Sanggau , Perang Ketupat Kerajaan Tayan – Kabupaten Sanggau.

“Jadi ada kuliner, ada seni pertunjukan, tari, kemudian ada ritual adat. Ini menunjukkan bahwa kekayaan budaya Kalimantan Barat cukup beragam,” jelasnya.

Meski telah lolos ke tahap presentasi final, Faisal menegaskan ke-14 warisan budaya tersebut belum ditetapkan sebagai WBTb Indonesia. Saat ini seluruhnya masih mengikuti proses seleksi dan penilaian di tingkat nasional.

Karena itu, Disdikbud Kalbar terus melakukan pendampingan bersama pemerintah kabupaten/kota untuk memperkuat kajian dan narasi masing-masing warisan budaya.

Menurutnya, salah satu aspek penting dalam penilaian adalah kemampuan daerah menunjukkan keunikan dan karakter budaya yang diusulkan, terutama ketika terdapat tradisi serupa di daerah lain.

Salah satu contohnya adalah Perang Ketupat Kerajaan Tayan. Tradisi tersebut memiliki rangkaian prosesi yang dimulai dari memandikan benda-benda pusaka, kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan menuju sungai hingga pelaksanaan perang ketupat di darat dan di atas air.

“Kalau di Tayan, tidak hanya perang ketupat. Ada rangkaian ritualnya, mulai dari memandikan benda pusaka, arak-arakan ke sungai, kemudian perang ketupat dilakukan di darat dan di atas air. Ini yang menjadi pembeda dengan tradisi serupa di daerah lain,” katanya.

Selain tradisi, unsur kekhasan juga diperhatikan dalam pengusulan WBTb kuliner. Mulai dari teknik pengolahan, bahan baku lokal, penyajian hingga pengemasan dinilai perlu memperlihatkan identitas daerah asal.

Faisal berharap seluruh proses yang masih berjalan dapat menghasilkan lebih banyak warisan budaya Kalimantan Barat yang ditetapkan di tingkat nasional.

“Harapannya semakin banyak warisan budaya Kalimantan Barat yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, sehingga bisa terus dilestarikan dan dikenal lebih luas,” pungkasnya.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disdikbud Kalbar Apresiasi Sportivitas Finalis LCC Empat Pilar, Jadi Teladan bagi Pelajar

    Disdikbud Kalbar Apresiasi Sportivitas Finalis LCC Empat Pilar, Jadi Teladan bagi Pelajar

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      PONTIANAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat mengapresiasi sikap sportivitas dan kedewasaan yang ditunjukkan para finalis Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Alqadri, menilai sikap yang ditunjukkan para peserta mencerminkan pemahaman yang baik terhadap nilai-nilai Empat […]

  • ilustrasi

    Seorang Siswi SMP di Pontianak Hamil 8 Bulan di-Rudakpaksa, Terduga Pelaku Masih Bebas

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      YOKALBAR PONTIANAK – Penanganan kasus dugaan rudapaksa dengan korban seorang siswi SMP Kota Pontianak perempuan berusia 15 tahun di Polda Kalimantan Barat menuai kecaman keras dari pihak keluarga. Kasus yang dilaporkan sejak 24 November 2025, namun hingga kini belum ada perkembangan signifikan, bahkan terduga pelaku masih bebas berkeliaran. Ayah korban menyebut proses hukum yang […]

  • Stok dan harga Beras , Minyak dan Pangan Wilayah Singkawang Bengkayang Sambas aman

    Stok dan harga Beras , Minyak dan Pangan Wilayah Singkawang Bengkayang Sambas aman

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR, SINGKAWANG – Perum Bulog Cabang Singkawang, Kalbar menyebutkan ketersediaan beras untuk wilayah operasional Singkawang, Sambas dan Bengkayang dalam kondisi ketahanan stok aman. Hal itu seiring dengan penyaluran Beras SPHP dan penyaluran minyakita oleh Bulog di pasar rakyat di wilayah Singbebas serta pelaksanaan Bazar di depan kantor Bulog. “Sebelum idul fitri Bulog terus menyalurkan beras […]

  • Tersangka WNA Diamankan di Perbatasan, Kini Ditahan di Lapas Ketapang

    Tersangka WNA Diamankan di Perbatasan, Kini Ditahan di Lapas Ketapang

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      YoKalbar Ketapang – Aparat Kejaksaan Negeri Ketapang menjemput seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok berinisial LX di kawasan PLBN Entikong, yang sebelumnya diamankan oleh pihak imigrasi saat hendak menyeberang ke Malaysia. LX diketahui merupakan tersangka dalam perkara pencurian. Sebelumnya, ia berstatus tahanan rumah berdasarkan penetapan majelis hakim. Namun pada Jumat, 6 Februari 2026, […]

  • Karhutla Melanda Rasau Jaya, BPBD Kalbar Bergerak Cepat Cegah Api Meluas

    Karhutla Melanda Rasau Jaya, BPBD Kalbar Bergerak Cepat Cegah Api Meluas

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    KUBU RAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat bergerak cepat merespons laporan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Bintang Mas, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, dengan mengerahkan dua tim pemadam ke lokasi kejadian. Ketua Satuan Tugas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan pengerahan personel dilakukan segera […]

  • BPBD Kalbar Perkuat Pengawasan Karhutla, 301 Titik Panas Terpantau Saat Musim Kemarau

    BPBD Kalbar Perkuat Pengawasan Karhutla, 301 Titik Panas Terpantau Saat Musim Kemarau

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    PONTIANAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan meningkatkan patroli, pemantauan, serta koordinasi lintas sektor menyusul meningkatnya jumlah titik panas selama musim kemarau. Data BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio pada pengamatan 18 Juli 2026 mencatat terdapat 301 titik panas yang tersebar di […]

expand_less