0 Pelajar Peserta LCC 4 Pilar SMA N 1 Pontianak Raih Beasiswa ke Tiongkok, Disdikbud Beri Apresiasi
- account_circle Admin
- calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Disdikbud Kalbar Dorong Pelajar Manfaatkan Peluang Beasiswa Internasional ke Tiongkok
PONTIANAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat menyambut positif terbukanya akses pendidikan internasional bagi pelajar daerah melalui program beasiswa studi ke Tiongkok. Program tersebut dinilai menjadi peluang bagi generasi muda Kalbar untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas wawasan global.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengatakan sebanyak 10 siswa SMA Negeri 1 Pontianak yang tergabung dalam Tim Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat memperoleh kesempatan mengikuti program beasiswa tersebut sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang mereka raih.
Menurut Faisal, kesempatan belajar di luar negeri merupakan pengalaman berharga. Namun, setiap penerima tetap diberikan kebebasan menentukan pilihan sesuai rencana pendidikan dan cita-cita masing-masing.
“Kesempatan ini patut disyukuri, tetapi keputusan untuk menerima atau tidak tetap berada di tangan para siswa. Mereka berhak memilih jalur pendidikan yang paling sesuai dengan masa depan yang diinginkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, apabila terdapat penerima yang memutuskan tidak mengikuti program tersebut, kuota beasiswa tidak akan hangus. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan mengalokasikannya kepada pelajar berprestasi lainnya melalui mekanisme seleksi.
Disdikbud Kalbar juga berupaya memperluas kesempatan belajar ke luar negeri dengan mengusulkan penambahan jumlah penerima beasiswa pada program kerja sama tersebut.
“Kami berharap kuota penerima dapat bertambah sehingga semakin banyak pelajar Kalimantan Barat yang memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri,” katanya.
Faisal menilai kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Yangzhou Polytechnic Institute dari Tiongkok, dan PT Semen Conch Indonesia menjadi langkah strategis dalam membuka akses pendidikan internasional sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.
Ia berharap pola kerja sama serupa dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak perguruan tinggi dan mitra industri sehingga pilihan beasiswa bagi pelajar Kalbar semakin beragam.
Selain itu, Disdikbud Kalbar mendorong agar informasi mengenai berbagai program beasiswa dapat disebarluaskan secara lebih terbuka. Menurut Faisal, masih banyak peluang pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri, yang belum diketahui oleh masyarakat karena keterbatasan akses informasi.
“Semakin banyak informasi yang diterima pelajar, semakin besar pula kesempatan mereka untuk melanjutkan pendidikan sesuai potensi yang dimiliki,” jelasnya.
Meski diberikan sebagai bentuk penghargaan atas prestasi, Faisal menegaskan seluruh penerima tetap wajib memenuhi persyaratan akademik yang telah ditetapkan oleh penyelenggara agar dapat mengikuti program hingga selesai.
Program beasiswa tersebut diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Yangzhou Polytechnic Institute, dan PT Semen Conch Indonesia. Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, Kepala Yangzhou Polytechnic Institute, Ni Yong Hong, serta Direktur PT Semen Conch Indonesia, Wang Hai Wing.
Penandatanganan kerja sama itu turut disaksikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti, Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda sebagai inisiator program, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong, perwakilan Kementerian Luar Negeri, jajaran Disdikbud Kalbar, pihak SMA Negeri 1 Pontianak, serta para guru dan siswa.
Melalui kerja sama tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap semakin banyak pelajar berprestasi yang memperoleh kesempatan menempuh pendidikan bertaraf internasional sekaligus meningkatkan daya saing generasi muda di tingkat global.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar