BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Kalbar » SINGKAWANG BERGERAK BERSAMA, LAWAN KARHUTLA

SINGKAWANG BERGERAK BERSAMA, LAWAN KARHUTLA

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

YOKALBAR, SINGKAWANG – Pemerintah Kota Singkawang memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui sinergi lintas sektor, pada 12 September 2026.

Pemerintah kota bersama TNI/Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), pihak swasta dan masyarakat bergerak dalam satu koordinasi untuk mempercepat pemadaman, melindungi masyarakat, serta mencegah meluasnya kebakaran.

Penanganan Karhutla di Kota Singkawang dimulai sejak 21 Agustus 2026 dan meningkat pada 24 Agustus 2026 seiring meluasnya kejadian kebakaran di sejumlah wilayah.

Hingga periode penanganan tersebut, luasan terdampak mencapai sekitar 119,37 hektare, terdiri atas 72,47 hektare di Singkawang Selatan, 30 hektare di Singkawang Utara dan 16,9 hektare di Singkawang Timur.

Merespons kondisi tersebut, Pemkot Singkawang gerak cepat menyiapkan langkah penanganan mulai dari rapat lintas sektor hingga menetapkan status siaga darurat pada 24 Agustus 2026 sekaligus membentuk satuan tugas penanganan Karhutla.

Koordinasi lintas sektor dipusatkan di Ruang Telematics Control Management (TCM) Kantor Wali Kota Singkawang sebagai Posko Terpadu Karhutla dan didukung posko Karhutla dan kesehatan di seluruh kecamatan.

Untuk mempercepat respons, Pemkot Singkawang juga mengoperasikan Call Center 112 selama 24 jam. Laporan masyarakat menjadi pintu awal untuk mempercepat pengerahan personel dan penanganan di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, penanganan Karhutla melibatkan Pemerintah Kota Singkawang bersama TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), pihak swasta, dan masyarakat.

Sinergi lintas sektor tersebut diperkuat dengan dukungan sarana dan prasarana, termasuk sumur bor untuk mendukung ketersediaan sumber air di sekitar lokasi Karhutla.

Salah satu tantangan terjadi saat penanganan kebakaran di kawasan akses menuju Bandara Singkawang, Singkawang Selatan, pada 25 Agustus.

Petugas harus berjalan sekitar dua kilometer menuju titik api setelah sedikitnya 12 hotspot teridentifikasi. Keterbatasan akses menuju lokasi diantisipasi dengan pemanfaatan saluran air darurat yang membantu proses pemadaman.

“Kondisi air yang melimpah melalui sejumlah parit darurat yang dibuat Pemkot Singkawang sangat mempermudah proses pemadaman api,” kata Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie.

Penanganan Karhutla tidak berhenti pada pengendalian api. Pemerintah Kota Singkawang juga memperkuat perlindungan masyarakat di tengah menurunnya kualitas udara. Sebanyak 3.300 masker dibagikan kepada masyarakat di sejumlah ruang publik pada 26 Agustus.

Dukungan penanganan juga datang dari sektor swasta dan berbagai organisasi kemasyarakatan dengan memberikan bantuan berupa masker, minuman energi, makanan dan multivitamin kepada personel yang terlibat dalam penanganan Karhutla, termasuk BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, MPA dan BPKS.

Pemkot Singkawang juga terus memantau dampak karhutla terhadap kualitas udara. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemantauan kualitas udara dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi terkini sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah perlindungan masyarakat.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Kualitas Udara Kota Singkawang dari tanggal 23 Agustus hingga 10 September, kualitas udara di lima kecamatan di Kota Singkawang berada dalam kategori “Tidak Sehat”.

Kondisi tersebut turut berdampak pada sektor pendidikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang telah menginstruksikan sekolah-sekolah untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring hingga kondisi kualitas udara dinyatakan membaik.

Dalam periode 24 Agustus hingga 7 September 2026, fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah mencatat 3.777 kasus ISPA. Data tersebut menjadi bagian dari pemantauan kondisi kesehatan masyarakat selama periode penanganan Karhutla dan tidak serta-merta menunjukkan seluruh kasus tersebut disebabkan oleh Karhutla.

Pemkot Singkawang memastikan ketersediaan obat untuk penanganan ISPA di fasilitas kesehatan milik pemerintah tetap mencukupi. Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak diperlukan dan meningkatkan perlindungan diri selama kualitas udara belum membaik.

Di tengah penanganan lapangan, Pemkot Singkawang memperkuat pengambilan keputusan berbasis data melalui FireHotspot Versi 2, sistem pemantauan titik panas berbasis data satelit yang dikembangkan tim programmer Diskominfo Kota Singkawang.

Sistem tersebut menyajikan informasi hotspot, wilayah terdampak, tingkat kepercayaan deteksi hingga lokasi yang berulang kali terpantau. Data tersebut menjadi alat bantu pemerintah untuk mengidentifikasi kawasan yang membutuhkan prioritas pengawasan dan mitigasi.

“Kehadiran FireHotspot Versi 2 diharapkan dapat menjadi alat bantu yang efektif bagi seluruh unsur tim tanggap Karhutla dalam melakukan pemantauan dan pengambilan keputusan,” ujarnya.

Pemanfaatan teknologi berjalan beriringan dengan penguatan sumber air di kawasan rawan kebakaran. Pada 10 September 2026, Pemkot Singkawang menormalisasi saluran sepanjang 3,1 kilometer di Jalan Senen, Kelurahan Sungai Rasau, Singkawang Utara, melalui pengerukan dan pembentukan petakan.

Di lokasi yang sama, ekskavator digunakan untuk menggali sejumlah kantong air pada beberapa titik dengan jarak sekitar 100 meter menuju kawasan permukiman. Langkah ini dilakukan untuk mendekatkan sumber air ke lokasi kebakaran agar dapat dimanfaatkan petugas dan relawan dalam proses pendinginan sekaligus membantu memperlambat penjalaran api.

Penguatan sumber air tersebut menjadi bagian dari langkah pencegahan yang akan diterapkan di sejumlah kawasan rawan Karhutla lainnya, termasuk melalui pembangunan sumur bor.

“Penanganannya tidak hanya ketika api sudah muncul. Sumber air dan langkah pencegahannya juga harus kita siapkan,” tuturnya.

Rangkaian langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan Kota Singkawang menghadapi Karhutla melalui empat pendekatan utama: respons cepat di lapangan, perlindungan masyarakat, pemanfaatan data dan teknologi, serta penguatan sumber air di kawasan rawan kebakaran.

Pemerintah Kota Singkawang terus mendorong kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat dalam penanganan Karhutla secara berkelanjutan. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, segera melaporkan kejadian melalui Call Center 112, menggunakan perlindungan yang diperlukan saat beraktivitas di luar ruangan, serta mengikuti informasi resmi pemerintah terkait perkembangan Karhutla dan kualitas udara. (*)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala BKPSDM: Dua ASN yang Terindikasi Positif Narkoba Baru Lulus PPPK

    Kepala BKPSDM: Dua ASN yang Terindikasi Positif Narkoba Baru Lulus PPPK

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      YOKALBAR KUBU RAYA- Dua orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) yang terindikasi positif menggunakan narkoba masih menjalani pemeriksaan. Inisial keduanya adalah F dan R. Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kubu Raya, Anusapati juga membenarkan bahwa kedua ASN yang diduga menggunakan narkoba ini berinisial F […]

  • Gubernur Norsan Minta Investor PSN Bangun Sekolah dan Rumah Sakit

    Mempawah Kecipratan Pembangunan, Gubernur Ria Norsan Minta Investor PSN Bangun Sekolah dan Rumah Sakit

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YoKalbar, PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meminta para investor yang terlibat dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Landak untuk membangun fasilitas publik seperti sekolah dan rumah sakit, pada Rabu (18/2/2026). Ia mengatakan pembangunan industri tidak boleh hanya berorientasi pada produksi dan investasi, tetapi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat […]

  • Gubernur Norsan Geser Dana BTT untuk Percepat Penanganan Karhutla

    Gubernur Norsan Geser Dana BTT untuk Percepat Penanganan Karhutla

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YoKalbar — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan memastikan pemerintah provinsi menggeser anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung penanggulangan bencana, termasuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalbar. Hal tersebut disampaikan Norsan saat ditemui di Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (8/9/2026). Menurutnya, penggunaan dana BTT dilakukan sembari menunggu pengesahan APBD […]

  • Gubernur Kalbar Apresiasi Satgas hingga Masyarakat dalam Penanganan Karhutla

    Gubernur Kalbar Apresiasi Satgas hingga Masyarakat dalam Penanganan Karhutla

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Yokalbar PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar. Apresiasi tersebut disampaikan menyusul perkembangan penanganan karhutla yang menunjukkan penurunan jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalbar. Ria Norsan menyebut kerja keras di lapangan tidak terlepas dari peran […]

  • Aspirasi Nelayan Sambas Diserap DKP Kalbar, Siap Perkuat Pembangunan Sektor Perikanan

    Aspirasi Nelayan Sambas Diserap DKP Kalbar, Siap Perkuat Pembangunan Sektor Perikanan

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat pembangunan sektor kelautan dan perikanan melalui pendekatan yang melibatkan langsung masyarakat. Salah satunya dengan menyerap aspirasi para nelayan dan pelaku usaha perikanan guna memastikan program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat, Natalia Karyawati, […]

  • Kurang dari 24 Jam, Pelaku Curanmor di Pontianak Ditangkap Polisi

    Kurang dari 24 Jam, Pelaku Curanmor di Pontianak Ditangkap Polisi

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      YOKALBAR PONTIANAK — Tim Jatanras Polresta Pontianak bersama Polsek Pontianak Timur berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kurang dari 24 jam setelah laporan diterima masyarakat. Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto,S.I.K.,M.Si. melalui Kasat Reskrim Akp Happy Margowati Suyono,S.I.K.,M.H. menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan warga yang kehilangan sepeda motor saat […]

expand_less