Pemprov Dorong Peningkatan Akses Pendidikan di Melawi untuk Dongkrak IPM Kalbar
- account_circle Admin
- calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MELAWI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat pemerataan layanan pendidikan sebagai strategi utama meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Salah satu daerah yang menjadi perhatian adalah Kabupaten Melawi, yang masih menghadapi tantangan akses pendidikan, terutama di wilayah terpencil.
Menurut Ria Norsan, peningkatan IPM provinsi sangat bergantung pada capaian IPM di setiap kabupaten dan kota. Karena itu, perlu ada langkah nyata untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan, khususnya jenjang sekolah menengah atas.
“IPM provinsi sangat bergantung pada IPM kabupaten dan kota. Jika IPM kabupaten meningkat, maka IPM Kalimantan Barat juga akan ikut meningkat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki pemerintah, sekitar 25 persen masyarakat usia sekolah di Kalimantan Barat belum menamatkan pendidikan tingkat SMA. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan capaian IPM Kalbar masih tertinggal dibandingkan provinsi lain di Pulau Kalimantan.
Di Kabupaten Melawi, persoalan akses pendidikan masih menjadi tantangan utama. Salah satunya terjadi di Kecamatan Ella Hilir yang hingga kini belum memiliki sekolah jenjang SMA, sehingga banyak pelajar harus menempuh jarak yang jauh untuk melanjutkan pendidikan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Gubernur mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Melawi yang telah menyiapkan lahan seluas lima hektare sebagai lokasi pembangunan SMA baru di Kecamatan Ella Hilir.
Selain membangun sekolah, Pemprov Kalbar juga berencana menerapkan konsep sekolah berasrama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. Model ini sebelumnya telah diterapkan di Desa Padang, Kabupaten Kayong Utara, dan dinilai berhasil mempermudah akses pendidikan bagi siswa yang tinggal di daerah terpencil.
“Melalui sekolah berasrama, anak-anak tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh setiap hari untuk mendapatkan pendidikan. Model seperti ini akan kita dorong di daerah yang memang membutuhkan,” kata Ria Norsan.
Menurutnya, pemerataan akses pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Barat. Dengan semakin banyak anak yang dapat menyelesaikan pendidikan hingga jenjang SMA, pemerintah optimistis kualitas SDM akan meningkat dan berdampak pada kenaikan Indeks Pembangunan Manusia serta kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat pun menegaskan akan terus bersinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas layanan sekolah, serta memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama memperoleh pendidikan yang layak, termasuk di wilayah pedalaman dan perbatasan.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar