Pemilih Pemula Didorong Cerdas, Kritis, dan Tolak Politik Uang
- account_circle Admin
- calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BENGKAYANG – Para pemilih pemula di Kabupaten Bengkayang didorong untuk menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menentukan pilihan politik. Mereka diingatkan agar tidak memilih hanya karena mengikuti orang lain, popularitas calon, maupun tren yang berkembang di lingkungan sekitar.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Bengkayang.
Dalam kegiatan yang mengangkat tema “Membangun Demokrasi dari Sekolah: Pemilih Cerdas, Demokrasi Berkualitas” tersebut, para siswa dibekali pemahaman mengenai pentingnya menentukan pilihan politik secara mandiri.
Sebelum menentukan pilihan, generasi muda diajak mengenali calon, memahami program yang ditawarkan, mempelajari rekam jejak, serta membandingkan informasi dari berbagai sumber. Dengan demikian, pilihan politik diharapkan lahir berdasarkan pertimbangan yang matang, bukan sekadar ikut-ikutan.
Perkembangan teknologi informasi dan tingginya penggunaan media sosial di kalangan generasi muda juga menjadi perhatian dalam pendidikan politik tersebut.
Para peserta diingatkan untuk tidak mudah mempercayai ataupun menyebarluaskan informasi politik yang diterima melalui media sosial sebelum memastikan kebenarannya.
Hoaks, informasi palsu, ujaran kebencian, provokasi, fitnah, hingga potongan video tanpa konteks dinilai dapat memengaruhi kualitas demokrasi dan berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat.
Karena itu, generasi muda diajak menerapkan prinsip “Stop-Cek-Pikirkan-Baru Bagikan” sebelum menyebarkan informasi kepada orang lain.
Selain literasi digital, persoalan politik uang juga menjadi salah satu materi penting yang disampaikan kepada para pemilih pemula.
Politik uang dinilai dapat merusak integritas pemilu dan membentuk budaya politik yang tidak sehat. Praktik tersebut juga berpotensi membuat pemimpin terpilih bukan berdasarkan kemampuan, integritas, maupun program yang ditawarkan kepada masyarakat.
Para pemilih pemula diharapkan memahami bahwa hak pilih merupakan bentuk kedaulatan warga negara yang harus digunakan secara bebas dan bertanggung jawab, tanpa dipengaruhi pemberian atau imbalan tertentu.
Di sisi lain, peserta juga diajak memahami bahwa perbedaan pilihan politik merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokrasi.
“Pilihan politik boleh berbeda, tetapi persatuan harus tetap terjaga. Jangan sampai perbedaan pilihan membuat persahabatan, persaudaraan, maupun kehidupan bermasyarakat menjadi terganggu,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Melalui Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula, Kesbangpol Provinsi Kalimantan Barat berharap generasi muda tidak hanya menjadi objek dalam proses demokrasi, tetapi juga mampu menjadi pelopor terciptanya demokrasi yang sehat dan berkualitas.
Upaya tersebut dapat dimulai dari lingkungan sekolah melalui berbagai kegiatan sederhana, seperti aktif dalam organisasi, menghargai pendapat teman, menolak perundungan dan diskriminasi, serta membiasakan penyelesaian persoalan melalui musyawarah.
Di ruang digital, generasi muda juga diharapkan mampu menggunakan media sosial secara bijak dengan tidak menyebarkan hoaks maupun ujaran kebencian. Mereka didorong membangun ruang diskusi yang santun meskipun terdapat perbedaan pandangan.
Sementara di lingkungan masyarakat, generasi muda diharapkan peduli terhadap berbagai persoalan di sekitarnya, berani menyampaikan aspirasi, menghormati perbedaan, serta aktif berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Para siswa dan siswi diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai demokrasi dan kehidupan politik di lingkungan mereka.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir generasi pemilih di Kabupaten Bengkayang yang cerdas dalam menerima informasi, kritis dalam menentukan pilihan, toleran terhadap perbedaan, bijak menggunakan media sosial, mampu menjaga persatuan, serta bertanggung jawab dalam menggunakan hak politik.
Semangat “Membangun Demokrasi dari Sekolah” diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi dapat diwujudkan melalui sikap dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab, demokrasi yang berkualitas tidak hanya ditentukan pada saat pemungutan suara, tetapi dibangun melalui masyarakat yang memiliki pengetahuan, kesadaran, dan tanggung jawab sebagai warga negara.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar