Kolaborasi Kesbangpol dan DWP Kalbar Perkuat Literasi Digital Perempuan Lewat Pelatihan Kuliner Kreatif
- account_circle Admin
- calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PONTIANAK – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Barat berkolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalbar menggelar Seminar Perempuan Kreatif bertema “Snap, Cook & Earn: Strategi Visual Kuliner Perempuan Kreatif Menuju Ketahanan Ekonomi”. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkuat kapasitas perempuan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha kuliner rumahan.
Melalui kolaborasi tersebut, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan mengolah produk makanan, tetapi juga dibekali pengetahuan mengenai pengemasan produk, teknik fotografi dan videografi sederhana, hingga strategi promosi melalui media sosial agar produk memiliki daya saing di pasar digital.
Ketua DWP Provinsi Kalbar, Windy Prihastari, mengatakan pelatihan dirancang agar perempuan mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memanfaatkannya untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
“Hari ini kita belajar membuat kue, packaging-nya menarik hingga promosi melalui media sosial,” ujar Windy.
Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan rangkaian pembelajaran yang utuh. Peserta diajak memahami proses produksi makanan, mendesain kemasan yang menarik, hingga menghasilkan konten promosi yang mampu menarik minat konsumen.
Selama kegiatan berlangsung, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mempraktikkan pembuatan kue kering mulai dari menyiapkan bahan, mengolah adonan, mencetak, hingga memanggang. Setelah produk selesai, masing-masing kelompok diminta menyusun konsep kemasan sekaligus membuat promosi melalui media sosial.
Kreativitas setiap kelompok dalam memasarkan produk menjadi salah satu indikator penilaian. DWP Provinsi Kalbar juga menyiapkan apresiasi bagi kelompok dengan konsep promosi terbaik.
Windy menilai tampilan visual menjadi salah satu faktor penting dalam menarik perhatian calon pembeli. Karena itu, perempuan perlu memahami bahwa kualitas produk harus diiringi dengan kemasan dan promosi yang menarik.
“Yang dilihat pertama pasti tampilannya. Packaging harus menarik dan lain-lain. Itu yang harus dipahami,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa perkembangan teknologi telah membuka peluang baru bagi perempuan untuk menjalankan usaha tanpa harus memiliki toko fisik. Dengan memanfaatkan media digital, produk rumahan dapat dipasarkan lebih luas dan menjangkau konsumen di berbagai daerah.
“Kita sudah menyiapkan narasumber sampai kawan-kawan yang bisa mengajarkan bagaimana cara pengambilan foto dan video tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Provinsi Kalbar yang diwakili Sekretaris Badan Kesbangpol Kalbar, Siti Nurhidayati, mengatakan sinergi antara Kesbangpol dan DWP merupakan bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan literasi digital sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi perempuan.
Menurutnya, organisasi perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong masyarakat memanfaatkan teknologi secara produktif, bukan sekadar menjadi pengguna media sosial.
“Kesbangpol Kalbar ingin mendorong agar organisasi wanita tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi menjadi motor penggerak literasi digital dan kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Ia mengajak para peserta menjadikan gawai sebagai sarana menciptakan peluang usaha melalui promosi produk yang kreatif dan efektif.
“Jangan biarkan gadget canggih kita hanya dipakai untuk scrolling media sosial tanpa arah atau sekadar melihat pencapaian orang lain. Mari kita balik perannya. Jadikan gadget di tangan ibu-ibu sebagai mesin pencetak peluang,” tegasnya.
Siti berharap seluruh materi yang diberikan narasumber dapat diterapkan oleh peserta, mulai dari teknik pencahayaan, pengambilan gambar produk, penyusunan materi promosi, hingga pemanfaatan berbagai platform digital sebagai media pemasaran.
Melalui kolaborasi ini, Kesbangpol dan DWP Provinsi Kalbar berharap semakin banyak perempuan mampu mengembangkan usaha berbasis rumah tangga, memperluas jaringan pemasaran, serta berkontribusi terhadap peningkatan ketahanan ekonomi keluarga.
“Kesbangpol Provinsi Kalbar akan terus berkomitmen mendukung ruang-ruang kreasi, kolaborasi, dan pemberdayaan seperti ini demi terwujudnya Kalimantan Barat yang sejahtera, kondusif, dan berkemajuan,” pungkas Siti.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar