DWP Kalbar Dorong Ketahanan Keluarga Hadapi Pengaruh LGBTQ di Era Digital
- account_circle Admin
- calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PONTIANAK – Penguatan ketahanan keluarga dinilai menjadi salah satu kunci dalam mencegah pengaruh negatif yang dapat masuk ke lingkungan anak dan generasi muda, termasuk melalui paparan konten di ruang digital.
Hal tersebut mengemuka dalam seminar bertajuk “Bahaya LGBTQ, Menangkal Degradasi Moral di Bumi Khatulistiwa” yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalimantan Barat bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalbar, Kamis (13/8/2026).
Usai kegiatan, Ketua DWP Provinsi Kalbar, Windy Prihastari, mengatakan DWP memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui pendidikan karakter yang dimulai dari lingkungan rumah.
“Seminar kegiatan hari ini adalah bagaimana kita mencegah pengaruh dari LGBT tersebut. Salah satunya dengan fungsi Dharma Wanita Persatuan, bagaimana membangun ketahanan keluarga dengan berbasis karakter ibu-ibu yang cerdas,” kata Windy yang juga sebagai Kepala BPSDM Provinsi Kalbar.
Menurutnya, keluarga menjadi lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter anak. Karena itu, DWP berupaya mendorong terciptanya lingkungan keluarga yang sehat melalui edukasi, pendampingan, penguatan nilai-nilai keluarga, serta kepedulian terhadap kesehatan fisik dan mental.
Windy menilai keluarga yang hangat dengan komunikasi terbuka dan lingkungan positif dapat menjadi benteng awal dalam membentuk generasi yang berkarakter, sehat dan bertanggung jawab.
“Tadi para narasumber dari Kabinda, Kesbangpol, KPPAD dan PKBI sudah menyampaikan bahwa pilar-pilar karakter ibu cerdas itu memang harus dimulai dari keluarga,” ujarnya.
Ia menegaskan, ibu memiliki posisi strategis karena menjadi pendidik pertama dan utama bagi anak di dalam keluarga. Peran tersebut dinilai semakin penting di tengah perkembangan teknologi yang membuat anak semakin mudah mengakses berbagai jenis informasi dan konten.
“Karena ibu ini pendidik utama dan pertama di dalam keluarga. Kita inilah yang bisa menghadirkan pilar-pilar tersebut terhadap ketahanan keluarga agar keluarga kita tidak terpengaruh oleh disrupsi LGBT,” tegasnya.
Windy juga menyoroti tantangan era digital yang memungkinkan masyarakat, termasuk anak-anak, mengakses berbagai konten secara bebas. Menurutnya, orang tua perlu meningkatkan pengawasan sekaligus membekali anak dengan kemampuan menyaring informasi.
“Dengan tantangan pada saat sekarang, digital, yang mana semua bebas melihat konten-konten. Dari narasumber kita tadi dari BINDA juga disampaikan ada konten-konten yang disusupi hal-hal yang berbau LGBT,” katanya.
Karena itu, Windy mengajak seluruh anggota DWP untuk tidak hanya menjadi pendamping di lingkungan keluarga, tetapi juga menjadi contoh dan penggerak edukasi di tengah masyarakat.
“Nah, dari kita harus memerangi tersebut, harus berjuang. Tentunya kalau berjuang bersama nanti akan lebih maksimal,” ujarnya.
Ia berharap nilai-nilai karakter yang diperkuat melalui seminar tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga. Anggota DWP juga diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus agen edukasi bagi masyarakat dalam membangun keluarga yang kuat.
“Untuk itulah hari ini kita ingin memberikan nilai-nilai, pilar-pilar karakter tersebut agar kita sebagai seorang ibu dan selaku Dharma Wanita Provinsi bisa menjadi contoh, bisa menjadi duta, bahkan meng-influence untuk masyarakat,” tuturnya.
Seminar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Kesbangpol Kalbar Mohammad Bari, Ketua KPPAD Provinsi Kalbar, Kepala BIN Daerah Provinsi Kalbar, serta Ketua Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kalbar.
Kegiatan diikuti perwakilan anggota DWP dari berbagai instansi di Kalimantan Barat. Forum tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman mengenai ketahanan keluarga, perlindungan anak, pendidikan karakter, serta pentingnya pendampingan anak di tengah perkembangan ruang digital.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar