BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Kalbar » Rp39 Miliar Dana RBP REDD Perkuat Visi Ria Norsan Wujudkan Kalbar Hijau dan Berkelanjutan

Rp39 Miliar Dana RBP REDD Perkuat Visi Ria Norsan Wujudkan Kalbar Hijau dan Berkelanjutan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

YOKALBAR PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperoleh anggaran Rp39 miliar yang dikelola melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dalam skema Result Based Payment (RBP) REDD+.

Anggaran ini menjadi instrumen strategis dalam mendukung visi Gubernur Kalimantan Barat Drs. H. Ria Norsan, MM, MH untuk mewujudkan pembangunan daerah yang hijau, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Gubernur Ria Norsan menegaskan bahwa dana yang dikelola melalui BPDLH tersebut bukan merupakan utang, melainkan pembayaran berbasis kinerja atas keberhasilan penurunan emisi gas rumah kaca yang telah dicapai Indonesia, termasuk kontribusi Kalimantan Barat.

“Dana yang kita terima melalui BPDLH ini adalah bentuk penghargaan atas prestasi lingkungan. Anggaran ini kita manfaatkan untuk memperbaiki ekosistem hutan, gambut, dan mangrove agar fungsi ekologis dan cadangan karbon Kalbar terus meningkat,” ujar Ria Norsan.

BPDLH sebagai badan layanan umum di bawah Kementerian Keuangan memastikan pengelolaan dana dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Dana RBP REDD+ Kalimantan Barat akan dikelola pada periode akhir 2025 hingga 2027, dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Kalimantan Barat ditunjuk sebagai pengampu utama pelaksanaan program.

Pemanfaatan anggaran Rp39 miliar ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan Kalimantan Barat yang menempatkan perlindungan lingkungan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi. Kalimantan Barat memiliki potensi ekologis strategis berupa tutupan hutan seluas 5,6 juta hektare, Kesatuan Hidrologi Gambut (KHG) 2,8 juta hektare, serta hutan mangrove sekitar 161 ribu hektare.

Potensi tersebut menjadi modal utama dalam mendorong pembangunan ekonomi rendah karbon dan investasi berkelanjutan di Kalimantan Barat.

“Pertumbuhan ekonomi Kalbar harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Dana dari BPDLH ini menjadi instrumen penting agar pembangunan tidak mengorbankan ekosistem,” tegas Gubernur Norsan.

Intervensi Program RBP REDD+ Kalimantan Barat akan difokuskan pada enam kabupaten, yakni Sambas, Bengkayang, Landak, Mempawah, Kayong Utara, dan Sekadau. Program ini diarahkan untuk memperluas jangkauan pendanaan lingkungan ke wilayah yang belum tersentuh program serupa.

Kepala Dinas LHK Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan bahwa pengelolaan dana melalui BPDLH juga menjadi momentum penguatan tata kelola REDD+ di daerah, sekaligus mendorong kolaborasi multipihak antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat.

Dengan dukungan pendanaan lingkungan hidup melalui BPDLH, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat optimistis dapat mempercepat pencapaian target penurunan emisi gas rumah kaca, memperkuat ketahanan ekosistem, serta mewujudkan Kalimantan Barat sebagai provinsi hijau dan berkelanjutan di tingkat nasional.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar Operasi Pasar Murah di Landak, Begini Pesan Ria Norsan

    Gelar Operasi Pasar Murah di Landak, Begini Pesan Ria Norsan

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR LANDAK –  Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan membuka kegiatan operasi pasar murah di Kabupaten Landak, Minggu 1 Maret 2026. Kegiatan ini digelar sebagai upaya pemerintah daerah untuk menekan laju inflasi serta memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional. Dalam kesempatan tersebut, Ria Norsan menegaskan bahwa stok bahan pokok di […]

  • BPJS KESEHATAN Singkawang Tanggapi Isu Penyesuaian Iuran JKN

    BPJS KESEHATAN Singkawang Tanggapi Isu Penyesuaian Iuran JKN

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBA, SINGKAWANG – Beberapa waktu belakangan ini, beredar informasi mengenai wacana kenaikan iuran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Menanggapi isu tersebut, Kepala Humas BPJS KesehatanKepala Cabang BPJS Kesehatan Singkawang, Wahyu Aji Anindhiyo Satriojati menjelaskan bahwa sampai dengan saat ini belum ada perubahan besaran nominal iuran JKN. “Besaran iuran yang berlaku masih mengacu pada Peraturan Presiden […]

  • Heli PK-CFX Hilang Kontak di Sekadau, SAR Sisir Pedalaman Kalbar

    Heli PK-CFX Hilang Kontak di Sekadau, SAR Sisir Pedalaman Kalbar

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Yokalbar KALBAR– Insiden hilangnya kontak sebuah helikopter kembali terjadi di wilayah pedalaman Kalimantan Barat. Helikopter dengan kode registrasi PK-CFX dilaporkan lost contact di kawasan Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kamis (16/4/2026). Helikopter tersebut diketahui beroperasi untuk perusahaan perkebunan KPN Plantation. Berdasarkan informasi awal, pesawat itu hilang kontak sekitar pukul 08.39 WIB saat […]

  • Gubernur Ria Norsan Sebut Pawai Obor Lambang Cahaya Keimanan Sambut Ramadan di Kalbar

    Proyek Strategis Nasional di Mempawah, Bupati : Warga Lokal Tidak Hanya Jadi Penonton

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      YOKALBAR MEMPAWAH -Bupati Mempawah Erlina menghadiri kegiatan Konsultasi Publik Pengembangan Industri Aluminium Terintegrasi dalam Kerangka Program Strategis Nasional (PSN) yang digelar di Hotel Novotel Pontianak, Rabu (18/2/2026). Dalam kegiatan tersebut, Bupati Erlina didampingi Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi, Sekretaris Daerah Ismail, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Konsultasi publik ini dilaksanakan secara […]

  • 229 Hotspot Mengintai Kalbar, Mempawah Hingga Ketapang Potensi Karhutla

    229 Hotspot Mengintai Kalbar, Mempawah Hingga Ketapang Potensi Karhutla

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat mulai menunjukkan sinyal serius. Sebanyak 229 titik panas (hotspot) terdeteksi dalam satu hari, dengan Kabupaten Mempawah muncul sebagai wilayah dengan konsentrasi tertinggi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat mengingatkan seluruh daerah untuk tidak lengah. Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, seluruh kabupaten/kota di Kalbar berpotensi […]

  • Lintas Batas Temajuk–Teluk Melano Siap Dibuka, Akses Dua Negara Kian Dekat

    Lintas Batas Temajuk–Teluk Melano Siap Dibuka, Akses Dua Negara Kian Dekat

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YoKALBAR Sambas – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meninjau kawasan perbatasan di Pos Lintas Batas Indonesia-Malaysia di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Minggu (14/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Norsan menyampaikan rencana pembukaan lintas batas antara Temajuk dan Teluk Melano, Sarawak, Malaysia yang ditargetkan mulai Agustus 2026. Berada tepat di gerbang perbatasan, Norsan mengatakan pembukaan akses […]

expand_less