229 Hotspot Mengintai Kalbar, Mempawah Hingga Ketapang Potensi Karhutla
- account_circle Admin
- calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

YOKALBAR – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat mulai menunjukkan sinyal serius. Sebanyak 229 titik panas (hotspot) terdeteksi dalam satu hari, dengan Kabupaten Mempawah muncul sebagai wilayah dengan konsentrasi tertinggi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat mengingatkan seluruh daerah untuk tidak lengah. Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, seluruh kabupaten/kota di Kalbar berpotensi mengalami karhutla pada periode 26–28 Maret 2026.
Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar, Daniel, mengungkapkan bahwa sejumlah titik api saat ini sudah terpantau di lapangan dan tengah ditangani oleh tim gabungan.
“Beberapa titik api terdeteksi di Kubu Raya, Melawi, Ketapang, dan Mempawah. Saat ini sedang dilakukan pemadaman oleh satgas darat,” ujarnya.
Dari total 229 hotspot yang terpantau pada 25 Maret 2026, sebanyak 8 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi, 174 titik tingkat menengah, dan 47 titik tingkat rendah.
Distribusi sebaran menunjukkan Mempawah sebagai wilayah paling rawan dengan 75 titik panas. Disusul Ketapang (50 titik), Bengkayang (48 titik), dan Kubu Raya (23 titik). Sementara Sambas mencatat 20 titik, Kapuas Hulu 7 titik, Sanggau 4 titik, dan Kayong Utara 2 titik.
Menariknya, beberapa wilayah seperti Sintang, Landak, Sekadau, Melawi, Pontianak, dan Singkawang tidak terdeteksi hotspot pada periode pemantauan tersebut.
BPBD menegaskan, penanganan karhutla saat ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari BPBD provinsi dan kabupaten/kota, TNI, Polri, Manggala Agni, hingga relawan.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah menetapkan status siaga darurat kabut asap sejak 2 Februari hingga 15 November 2026 melalui SK Nomor 97/BPBD/2026. Status ini menjadi dasar penguatan langkah pencegahan, patroli, hingga respons cepat di lapangan.
Tak hanya provinsi, sejumlah kabupaten seperti Kubu Raya, Ketapang, Sambas, Mempawah, Sanggau, Kayong Utara, dan Melawi juga telah lebih dulu menetapkan status siaga darurat.
Dengan tren peningkatan hotspot di awal tahun, BPBD mengingatkan bahwa fase krusial karhutla sudah dimulai. Upaya pencegahan sejak dini dinilai menjadi kunci untuk menekan risiko bencana yang lebih luas.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar