BGN Kalbar Monitor Kasus Siswa Alami Gangguan Kesehatan Usai Santap MBG
- account_circle Admin
- calendar_month Senin, 2 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

BPOM Investigasi Dugaan Keracunan Empat Siswa SD Usai Santap MBG di Pontianak Utara
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
YOKALBAR PONTIANAK – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, membenarkan adanya kejadian gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa di wilayah Pontianak Utara.
Agus menjelaskan, menu makanan yang disajikan kepada siswa terdiri dari nasi dengan telur kuah santan, tempe goreng, tumis jagung dan sawi, serta buah kelengkeng.
Berdasarkan laporan awal di lapangan, terdapat lima siswa yang terdampak. Namun, hingga pembaruan terakhir, empat siswa telah dipulangkan ke rumah, sementara satu siswa masih menjalani perawatan di puskesmas setempat.
“Benar ada kejadian itu di Pontianak Utara. Awalnya laporan ada lima siswa, tapi terbaru empat sudah pulang dan satu masih di puskesmas. Ini terus kami monitor perkembangannya,” ujar Agus.
Ia menegaskan pihaknya terus memantau kondisi siswa yang masih menjalani perawatan serta memastikan tidak ada penambahan jumlah korban.
“Semoga tidak ada lagi siswa lain yang terdampak,” katanya.
Terkait operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Agus menyebut pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari pusat. Hingga saat ini, BGN Regional Kalbar belum mengambil keputusan apakah layanan SPPG akan dihentikan sementara atau tetap berjalan.
“Kami masih menunggu instruksi selanjutnya terkait SPPG, apakah operasionalnya dihentikan sementara atau bagaimana. Karena kasus ini baru muncul dan perlu koordinasi lebih lanjut,” jelasnya.
BGN Regional Kalbar memastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak sekolah, tenaga kesehatan, serta instansi terkait guna menjamin keselamatan siswa sekaligus mendukung proses evaluasi program.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar