BREAKING NEWS
light_mode
Tag Terpopuler
Beranda » Dari Desa » APBD PERUBAHAN 2026 DIARAHKAN PERKUAT PENANGANAN KARHUTLA DAN PELAYANAN PUBLIK

APBD PERUBAHAN 2026 DIARAHKAN PERKUAT PENANGANAN KARHUTLA DAN PELAYANAN PUBLIK

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Yokalbar PONTIANAK — Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta memastikan keberlanjutan pelayanan publik dan pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan saat menyampaikan Nota Penjelasan Gubernur terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Senin (7/9/2026).

Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Kalbar, Gubernur menyampaikan bahwa kondisi Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas warga, serta stabilitas sosial dan ekonomi daerah.

“Pemerintah Provinsi Kalbar bersama pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, instansi terkait, dunia usaha, serta elemen masyarakat dan relawan terus melakukan pencegahan, penanganan, dan pemulihan sesuai kewenangan masing-masing. Langkah-langkah ini membutuhkan dukungan kebijakan anggaran yang taktis, terukur, dan berpihak langsung kepada kepentingan masyarakat,” ujar Ria Norsan.

Menurutnya, perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 tidak sekadar dilakukan untuk menyesuaikan proyeksi pendapatan dan belanja daerah, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam merespons perkembangan kebutuhan masyarakat, termasuk menghadapi situasi Karhutla.

Berdasarkan ketentuan pengelolaan keuangan daerah, penyusunan perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 mencakup tiga komponen utama, yakni pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan daerah.

Pendapatan daerah mengalami penyesuaian dari semula sebesar Rp5.450.221.283.795 menjadi Rp5.763.262.023.054.

Sementara belanja daerah disesuaikan dari semula sebesar Rp5.700.221.283.795 menjadi Rp6.210.744.018.051,63.

Adapun pembiayaan daerah, khususnya penerimaan pembiayaan, mengalami penyesuaian dari semula Rp300.000.000.000 menjadi Rp497.481.994.997,63. Penerimaan pembiayaan tersebut bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun anggaran sebelumnya berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

Gubernur menegaskan, melalui perubahan anggaran tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berupaya memastikan kebijakan fiskal dapat merespons dinamika dan kebutuhan di lapangan secara lebih cepat dan efektif.

“Fokus utama tetap diarahkan untuk menjaga kualitas pelayanan publik, menjamin kesinambungan pembangunan daerah, serta memastikan kehadiran nyata pemerintah di tengah masyarakat, khususnya dalam mitigasi dan penanganan bencana lingkungan yang sedang dihadapi,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah, aparat, tim gabungan, relawan, dunia usaha, dan masyarakat yang telah bersama-sama berkontribusi dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di Kalimantan Barat.

Selanjutnya, rincian program, kegiatan, dan subkegiatan prioritas dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 akan dibahas secara lebih mendalam antara perangkat daerah bersama alat kelengkapan DPRD Kalbar dalam rangkaian pembahasan APBD Perubahan 2026.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap proses pembahasan bersama DPRD dapat menghasilkan kebijakan anggaran yang responsif, efektif, dan tetap berorientasi pada kepentingan serta kesejahteraan masyarakat.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPBD Kalbar Intensifkan Patroli Karhutla, Lima Kabupaten Masih Jadi Fokus Pemantauan

    BPBD Kalbar Intensifkan Patroli Karhutla, Lima Kabupaten Masih Jadi Fokus Pemantauan

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    PONTIANAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat terus mengintensifkan patroli dan pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah meski sebagian besar titik api yang terdeteksi telah berhasil dipadamkan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah munculnya kembali kebakaran seiring meningkatnya potensi karhutla pada musim kemarau.   Ketua Satuan Tugas Informasi Bencana BPBD […]

  • Asap Pekat Selimuti Pontianak, BPBD Kalbar Sebut Bukan karena Kebakaran Baru

    Asap Pekat Selimuti Pontianak, BPBD Kalbar Sebut Bukan karena Kebakaran Baru

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YoKalbar – Asap pekat kembali menyelimuti Kota Pontianak dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut bukan disebabkan oleh adanya peningkatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan penanganan karhutla di sejumlah wilayah saat ini justru telah memasuki tahap pendinginan. ” Sebenarnya bukan lagi terjadi kebakaran. Kita sekarang dalam […]

  • Bupati Erlina Konsultasi ke Kemendagri, Bahas Keselarasan Pembangunan Daerah dengan Kebijakan Nasional

    Bupati Erlina Konsultasi ke Kemendagri, Bahas Keselarasan Pembangunan Daerah dengan Kebijakan Nasional

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR MEMPAWAH -Dalam rangka konsultasi, koordinasi, dan sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, Bupati Mempawah, Erlina, melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Cheka Virgowansyah, di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (24/2/2026). Audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Mempawah untuk memastikan kebijakan dan program pembangunan daerah tetap selaras […]

  • Ria Norsan Ingin Temajuk Jadi Daerah Wisata Unggulan

    Ria Norsan Ingin Temajuk Jadi Daerah Wisata Unggulan

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Yokalbar SAMBAS – Keindahan alam Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata unggulan di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia. Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalbar, Ria Norsan, saat meninjau sejumlah lokasi dalam kegiatan Gema Membangun Desa di daerah tersebut. “Desa Temajuk ini merupakan salah satu destinasi wisata yang perlu kita […]

  • DKP Kalbar Gelar Sosialisasi Mitigasi Bencana di Mempawah

    DKP Kalbar Gelar Sosialisasi Mitigasi Bencana di Mempawah

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YOKALBAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat upaya mitigasi bencana di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil melalui edukasi serta kolaborasi lintas sektor. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman abrasi, banjir, dan banjir rob yang kerap terjadi di wilayah pesisir. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Mitigasi Bencana Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil […]

  • Dinkes Kalbar Sediakan 8 Bed di Rumah Oksigen untuk Warga Terdampak Kabut Asap

    Dinkes Kalbar Sediakan 8 Bed di Rumah Oksigen untuk Warga Terdampak Kabut Asap

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    YoKalbar – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalbar menyiapkan layanan Rumah Oksigen sebagai langkah antisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan masyarakat. Kepala Dinkes Kalbar, Erna Yulianti mengatakan, salah satu fasilitas yang disiapkan berada di Kantor Dinkes Provinsi Kalbar dengan kapasitas 8 tempat tidur (bed). “Total yang disediakan ada 12 […]

expand_less