BPBD Kalbar Catat 485 Titik Panas, Ketapang Masih Jadi Wilayah Terbanyak
- account_circle Admin
- calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PONTIANAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat mencatat sebanyak 485 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat berdasarkan data BMKG pada 20 Juli 2026. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Ketapang masih menjadi daerah dengan titik panas terbanyak.
Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalbar, Daniel, mengatakan pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan bersama seluruh unsur satgas di daerah untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang memiliki sebaran hotspot tinggi.
“Berdasarkan pemantauan BMKG, terdapat 485 titik panas di Kalimantan Barat. Daerah dengan jumlah terbanyak masih berada di Kabupaten Ketapang, sehingga menjadi salah satu fokus pemantauan dan penanganan kami bersama BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri, Manggala Agni, dan seluruh unsur terkait,” ujar Daniel.
Data BMKG menunjukkan, dari total 485 hotspot tersebut terdiri atas 14 titik dengan tingkat kepercayaan rendah, 462 titik tingkat kepercayaan menengah, dan 9 titik tingkat kepercayaan tinggi.
Kabupaten Ketapang mencatat 142 titik panas, disusul Sanggau 97 titik, Kayong Utara 61 titik, Sintang 43 titik, Kubu Raya 33 titik, Kapuas Hulu dan Landak masing-masing 31 titik, Sekadau 28 titik, Melawi 17 titik, serta Sambas dan Mempawah masing-masing 1 titik. Sementara Bengkayang, Pontianak, dan Singkawang tidak terdeteksi adanya titik panas.
Daniel menjelaskan, tingginya jumlah hotspot belum tentu seluruhnya merupakan kebakaran. Karena itu, setiap informasi titik panas akan diverifikasi di lapangan oleh tim gabungan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Memasuki musim kemarau, potensi karhutla meningkat sehingga diperlukan peran aktif seluruh masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran,” katanya.
BPBD Kalbar juga terus melakukan patroli, pemantauan, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna mempercepat penanganan apabila ditemukan titik api di lapangan.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar