Revitalisasi Dimulai Juni 2026, Disdikbud Kalbar Siapkan Skema Belajar Selama Pembangunan Sekolah
- account_circle Admin
- calendar_month Senin, 30 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, meninjau SMA N 1 Toho, usai menerima laporan kejadian Kebakaran.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PONTIANAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat menyiapkan sejumlah skema pembelajaran untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan selama proses revitalisasi sekolah pada 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengatakan revitalisasi tahap pertama akan menyasar beberapa sekolah yang membutuhkan perbaikan infrastruktur, baik karena kondisi bangunan maupun terdampak musibah.
“Salah satu sekolah yang dipastikan mendapatkan revitalisasi adalah SMA Negeri 2 Belitang Hulu. Selain itu, ada SLB Sintang, SLB Parindu, serta SMA Negeri 1 Toho yang sebelumnya mengalami musibah kebakaran,” ujarnya.
Menurut Faisal, proses pembangunan tidak akan menghentikan aktivitas belajar para siswa. Disdikbud telah menyiapkan berbagai alternatif pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah.
“Pembelajaran akan disesuaikan. Sekolah dapat menerapkan sistem daring atau membagi jadwal belajar menjadi sesi pagi dan sore dengan memanfaatkan ruang kelas yang masih bisa digunakan,” katanya.
Ia menjelaskan, revitalisasi dijadwalkan mulai dikerjakan pada Juni 2026 dan ditargetkan rampung pada Desember 2026 sehingga fasilitas sekolah dapat kembali dimanfaatkan secara optimal pada tahun ajaran berikutnya.
Faisal menambahkan, pelaksanaan revitalisasi dilakukan melalui mekanisme swakelola. Dengan skema tersebut, sekolah diberikan kewenangan untuk menunjuk pelaksana kegiatan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Sekolah bisa menunjuk pelaksana sendiri karena sifatnya swakelola. Peran dinas adalah mendorong sekolah memperoleh program revitalisasi serta memastikan seluruh persyaratan administrasi terpenuhi,” jelasnya.
Melalui program revitalisasi ini, Disdikbud Kalbar berharap kualitas sarana dan prasarana pendidikan terus meningkat tanpa mengganggu hak peserta didik untuk tetap memperoleh layanan pembelajaran selama proses pembangunan berlangsung.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar