Tersus Disegel KKP, Ketua Komisi III DPRD Kalbar Minta APH Selidiki dan Audit Operasional WHW AR di Ketapang
- account_circle Admin
- calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Yokalbar PONTIANAK – Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Barat, Syarif Amin Muhammad Assegaf, meminta operasional terminal khusus (tersus) milik WHW AR di Kabupaten Ketapang yang disegel Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diaudit secara menyeluruh.
Menurut Amin, audit diperlukan untuk menghitung potensi kerugian negara akibat dugaan operasional ilegal yang disebut telah berlangsung cukup lama.
“Perlu dilakukan audit dan dikembalikan ke kas negara. Artinya mereka harus diaudit,” kata Amin, Jumat (15/5/2026).
Ia menilai persoalan tersebut tidak dapat dipandang sekadar sebagai pelanggaran administratif. Jika ditemukan aktivitas yang melampaui izin yang dimiliki perusahaan, maka hal itu dinilai berpotensi merugikan negara.
“Melampaui izin yang dimiliki, itu juga bentuk merugikan negara. Harus ada sanksi lainnya,” ujarnya.
Amin juga menyatakan dukungannya terhadap langkah KKP yang melakukan penyegelan terhadap tersus tersebut. Menurut dia, tindakan itu merupakan bagian dari penegakan aturan terhadap aktivitas usaha yang diduga tidak sesuai ketentuan.
“Kita setuju mendukung tindakan KKP,” katanya.
Selain menyoroti potensi kerugian negara, Komisi III DPRD Kalbar juga meminta adanya penelusuran terkait kewajiban perusahaan terhadap daerah, termasuk pajak dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Ia meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait bertindak objektif dalam menangani persoalan tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya kerugian negara maupun daerah akibat operasional tersus ilegal.
“APH sebagai ujung tombak penegakan aturan harus objektif,” katanya.
Amin menegaskan Kalimantan Barat terbuka terhadap investasi. Namun, ia mengingatkan setiap investor wajib mematuhi aturan dan memperhatikan dampak terhadap masyarakat serta lingkungan.
“Jangan sampai hanya mengeruk kekayaan alam tanpa peduli masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar